“Hooooooaaaammmmm”
Fiko menguap dengan malas di atas kasurnya wajahnya yang ampir
berbentuk oval terkena sinar matahari pagi, dia pun memalingkan wajahnya
ke sebelah kiri melihat matahari yang terbit di jendela kamarnya
kemudian bangkit dari tempat tidur sambil mengacak2 rambutnya yang
lumayan gondrong dengan melempar selimutnya entah kemana.
Dengan
santai dia berjalan keluar kamar yang terletak di lantai 2, baru membuka
pintu kamar tiba terdengar suara ibunya berteriak
“FFFFIIIIIKKKKOOOOOO sekarang sudah jam berapa? Kamu mau terlambat ke sekolah lagi hari ini?”
Fiko
yang baru tersadar dari perkataan ibunya kembali ke dalam kamar
kemudian melihat jam digital yang berada di atas meja belajarnya
“
waaaaaaaaaa udah jam 6:30 bisa telat nih ikut upacara -_- , bisa di
panggang di lapangan seharian nih ceritanya kalau telat masuk”
Fiko
pun langsung memakai seragam SMA nya dengan kemeja putih dengan Jas
hitam dengan sedikit garis2 putih berlogo SMA d sebelah kiri serta
menggunakan celana panjang hitam dan dasi berwarna merah, perbedaan
murid kelas 10 11 dan 12 adalah dengan melihat logo di jas mereka yg
warna dasar sebagian emblemnya berwarna hijau kuning dan merah. Dan
tidak lupa ketinggalan dia mengambil sebuah benda menyerupai kalung yg
tipis berbentuk lingkaran [ Xnecklace berupa kalung yang memiliki
teknologi mirip sebuah komputer pada masa lalu yang di pasang d leher,
yang tersambung dengan sebuah implan chip di belakang leher sehingga
dapat menampilkan dapat terhubung dengan panca indera seperti
mata,pendengaran,dll ] lalu memasangnya di lehernya kemudian menekan
tombol yang terdeteksi dengan finger print pemiliknya.
Dia
kemudian turun dari kamar berlari ke dalam kamar mandi untuk membasuh
muka lalu ke dapur mengambil roti di meja dan langsung berlari
berangkat sekolah tanpa mengucapkan salam langsung berlari ke terminal
MRT , untuk saat ini tahun 2025 seluruh akses transportasi di kota
seluruh indonesia sudah menggunakan MRT yang terminalnya menjadi 1
dengan bus kota. Jarak antara perumahaanya di daerah Sawojajar dengan
SMA Tunas Bangsa di daerah Dieng berjarak kurang lebih 3KM di tempu
sekitar 30 menit, ketika Fiko sudah sampai di terminal MRT dekat
sekolahnya berjarak 200M dia langsung berlari ke arah sekolah
Sesampainya
di depan pagar sekolah Fiko langsung masuk ke wilayah sekolah tapi
baru melangkah 10x tiba2 dari arah pos satpam di gerbang ada yang
memanggilnya
“Hei nak sini kamu”
dengan santai Fiko menoleh dan menyapa gurunya yang berbadan tegap berkumis tebal serta rambut botak itu “ya Pak Anang?:)”
“kamu tahu sekarang sudah jam berapa?” dengan ekspresi datar
Fiko melihat jam digital yang berada di sebelah kanan atas penglihatanya “jam 7:10 pak:)” dengan tampang tanpa dosa
“udah
tahu telat tapi masih bisa senyum2 kamu, sini ikut bapak” yang
langsung menarik kerah jas Fiko dan menyeretnya ke Lapangan Upacara,
melewati beberapa murid dari belakang dalam pikiran Fiko dia sudah
terselamatkan tapi ternyata si guru killer ini terus menariknya lewat
samping pemimpin upacara dan akhirnya berhenti tepat di samping pembina
upacara
Dalam hati Fiko berkata “wah ini namanya tadi
udah terbang ke langit ke7 tiba2 d dorong jatuh ke tanah -_-, ini
namanya sih di bully tapi secara halus”, Setelah melewati setengah hari
pelajaran yang membosankan bel istirahat pun terdengar di masing2
kelas
“akhirnya ½ hari pelajaran membosankan selesai dan
yang di tunggu2 tiba” tapi tiba2 ketika baru beranjak dari meja
belajarnya sebuah message di sebelah kiri penglihatanya menampilkan
tanda berwarna merah berkedip2 tanda ada pesan masuk, dengan
menyentuhnya sebuah pop up window keluar di depan penglihatanya yg
menutup sebagian besar penglihatanya. Setelah selesai membaca dia pun
menutup kembali window tersebut lalu berjalan ke arah kantin
Selama
perjalananya dari kelas yang berada paling belakang sekolah sampai ke
kantin semua murid menatapnya dengan pandangan mengejek “gak ada
bedanya seperti dulu”, Setelah tiba di kantin Fiko melihat daftar menu
digital yang terupdate “hmm hari ini makan pangsit aja deh, pesen 1
pangsit bu” setelah pesanan datang dia membawanya ke bangku paling
pojok di kantin, Kantin itu berbentuk seperti huruf U yang di
tengah2nya terdapat kolam kecil serta taman yang rindang, apabila dia
menoleh ke kanan dia dapat melihat pemandangan itu.
Tiba
terdengar seseorang memanggil namanya, Fiko pun tersadar dari lamunanya
akan masa lalu dan menoleh ke asal suara yang memanggilnya dia adalah
seorang murid senior di sekolah ini dengan wajah yang bisa di bilang
selalu tersenyum ke orang lain seakan hidupnya tanpa beban dengan
rambut di sisir ke arah kanan dan memiliki badan yang atletis semakin
memperlihatkan kesempurnaanya di sekolah ini
“hei fik gimana rasanya jadi asissten pembina upacara? Kamu jadi seperti tamu penting tadi”
“ah
gila fiz rasanya kayak di bully seluruh sekolah belum lagi setelah
kejadian itu semua anak di sekolah ini ngeliatin semua ke arahku ckckck”
sambil Fiko mencoba mengambil sendok di depannya, dan di balas oleh
Hafiz sambil sedikit tertawa “ya sekali2 jadi terkenal ga masalah kan?
Hahahah” kemudian dia duduk di bangku di depan meja Fiko
“serah sih tapi aku gak peduli sama hal gituan, btw tadi ngirim message minta ketemu ngapain?”
“nih fik ada yang mau aku kasik liat ke kamu tapi kamu udah connect kan ke jaringan sekolah?”
“udah
lah masa belom sini dah jangan lama2 kirim filenya” sambil Fiko
mencoba menyantap pangsit pesananya Hafiz pun mulai menggerakkan
tangannya ke kiri dan kekanan kemudian menatap fiko kembali
“nih filenya terima ya nama filenya ragnaroktrailler.avi”
“ragnarok?”
“dah terima dulu terus liat baru komentar ckckckck banyak tanya dah”
Dengan
masih melanjutkan makanya fiko menerima file tersebut, setelah selesai
proses pengiriman file yang lumayan cepat fiko membuka file tersebut
dan keluar sebuah window berupa cuplikan sebuah video game
“game?emang ada apaan lagi sama game ini fiz?”
“dah liat aja bawel amad sih, liat dulu sampai selesai kalau masih gak paham baru tanya”
Setelah
video berdurasi 2 menit selesai Fiko pun menggeser window tersebut ke
arah kanan untuk meminimize “hmm game online lagi ya?baru?emang apa
bedanya sama game2 Virtual Reality yang lain?”
“Gimana kalau kamu coba instal dulu game itu?”
Dengan
ekspresi jengkel fiko melihat hafiz “tadi di suruh lihat dulu baru
tanya lalu sekarang suruh coba install?-_- emang apa hebatnya sih game
jadul yang di release ulang lagi? Bukanya malah orang2 dulu yang main
game ini kalau balik bakal tau semua triknya atau menjual info2 dengan
harga mahal pada newbie?”
Dengan menggelengkan kepalanya
hafiz mencoba menjelaskan sedikit tentang game itu yang mungkin bisa
menyulut semangat fiko menyentuh game online lagi “yah repot memang
ngomong sama kamu, gini2 emang sih itu game jadul tapi sistemnya banyak
yang di ubah dan di perbaharui demi kenyamanan player bahkan
publishernya tidak sedikit2 meminta kita membeli item ato yang lainya
dengan uang asli, bahkan item dan uang di game ini bebas di perjual
belikan menjadi uang asli tanpa harus kita kejar2an sama cyber police”
Setengah
kaget fiko ampir memuntahkan mie yang penuh di mulutnya “dimana beli
installernya?dimana?ayo sekarang kita ke sana” dengan mata bercahaya
fiko bertanya2 ke hafiz dan hafiz untuk kesekian kalinya menggelengkan
kepalanya di hadapan fiko
“tuhkan kl UUD [ Ujung Ujungnya Duit ] pasti respondmu berubah secara drastis”
“hahahahaha tau lah mana mungkin sih ada hal sekeren ini di lepasin fiz?”
“ya udah nanti sehabis pulang sekolah temuin aku di depan ruangan OSIS”
“tunggu fiz 1 lagi yang mau di tanyain”
“apa?”
“soal tanggal release game ini dan udah berapa lama game ini muncul?”
Dengan
tangan hafiz yg menggarukkan kepala sambil memejamkan mata dia
menginggat tanggal release dan berapa lama game Ragnarok Online ini
muncul
“hmm releasenya kalau g salah tanggal 1 januari
2025, ya kalau sekarang tanggal 3 september 2025 berarti udah 8 bulan
game ini ada fik”
“ya udah nanti jam sepulang sekolah kita
ke First Media game shop beli game itu” kemudian bel tanda masuk kelas
pun berbunyi semua murid kembali ke kelas masing termasuk fiko dan
hafiz, setelah jam 2 siang pelajaran pun selesai semua murid2 pun keluar
kelas lalu pulang tapi fiko berjalan ke arah ruang OSIS yang berada di
dekat lapangan upacara tadi pagi
Setelah sampai di depan
ruang OSIS fiko melihat beberapa murid laki2 dan perempuan tiba2
menatap dirinya dengan pandangan sinis seakan pandangan mereka menusuk
langsung jantungnya, dengan cuek fiko menyentuh tombol phone book dan
mencari daftar nomer telefon hafiz kemudian melakukan panggilan tiba2
bunyi *tut* terdengar
“HOI FIZ LAMA BENER AYO”
“iya iya bentar nih lagi ngumpulin berkas OSIS tgg 2 menit dah”
Setelah
2 menit yang berjalan bagai 2 jam akhirnya hafiz menghampiri fiko yang
jongkok di samping pintu ruang OSIS dan langsung mengajaknya pergi ke
First Media membeli installer game, setelah menemukan installernya
hafiz berinisiatif mencari online cafe kemudian mengajak fiko
menginstal game tersebut di sana
“hei fiz installernya?”
fiko menunjukkan sebuah benda mirip dan seukuran pil obat yang memiliki
conector di ujungnya agar dapat tersambung ke berwarna merah, setelah
memasang installernya sebuah window dengan tulisan muncul yang
berbentuk sedikit memperlihatkan shadow di pinggiran windownya.
Kemudian
fiko memilih tombol dan langsung window tersebut seakaan pecah
menjadi partikel cahaya kecil dan berganti menjadi sebuah bar installer
berwarna biru cerah bertuliskan setelah proses install selesai sekali
lagi bar installernya pecah menjadi partikel cahaya kemudian muncul
tulisan
Dengan mata berkedip2 fiko bertanya2 “welcome to ragnarok online?”
“udah selesai ya installnya?”
“terus apa yang harus di lakuin abiz ini?”
“ckckckc baca lah manual booknya fik kayak kamu baru pertama kali aja main game online”
Kemudian
fiko mengambil manual book dari dalam plastik tempat installer tadi
berada kemudian membolak baliknya dan akhirnya dia menemukan sebuah
komando untuk online ke dalam game
“nih dah ketemu pis, coba ya”
[Connection Start]
Tiba2
semua pandangan fiko berubah menjadi gelap menuju ke dunia virtual tapi
sebenarnya keadaannya di dunia nyata seperti orang tertidur karena
indera penglihatan perasa bau pendengaran dll di pindahkan ke dunia
virtual, ketika pandanganya berubah menjadi gelap keluar garis berwarna
biru cerah memutar di sekitar tubuh fiko selang beberapa detik tiba2
seakaan tubuhnya tertekan gravitasi dan jatuh serta tampilan hitam di
penglihatanya seperti tertarik ke atas dan di gantikan warna putih.
Sekarang
fiko berada di sebuah ruangan berwarna putih dengan cahaya biru yang
mengelilinginnya, ketika dia sedang melihat sekelilingnya tiba2 sebuah
window berwarna hitam muncul di depan tubuhnya bertuliskan [Ragnarok
Online>]berwarna biru cerah, terdapat juga tampilan [Username]
[Password] [Forgot Password] yang posisinya berbaris dari atas ke bawah
serta tampilan [Sign Up] di bawah sebelah kiri. Fiko akhirnya menyentuh
tombol [Sign Up] kemudian keluar lagi tampilan pop up window [Register
ID] yang menutupi window sebelumnya, setelah membaca syarat2nya dia pun
menekan tombol [Ok] d bawah window tersebut
Sedetik
kemudian window [Register ID] beserta window yang lain pecah menjadi
serpihan cahaya di sertai munculnya berbagai macam model job character
di depan tubuhnya. Muncul lagi sebuah window hitam [Create Character]
yang berisih 2 pilihan opsi [Suggest Sistem] / [Self Sistem], dalam
hatinya fiko bertanya2 “Suggest sistem? Self sistem? O.o apaan lagi ini,
tau dah pilih Suggest Sistem aja deh dari pada bingung” setelah
menentukan pilihanya dan menekan opsi [Suggest Sistem] kemudian window
tersebut menghilang secara halus beserta deretan job character tadi
yang di gantikan dengan sebuah tampilan character memakai celana panjang
coklat berhiaskan bola2 berwarna hitam seaakan terbuat dari kulit macan
tutul dengan menggunakan baju bagian depan terbuka serta hiasan bulu di
bagian lehernya
Kemudian muncul sebuah window lagi
bertuliskan [Job Character : Shadow Chaser], setelah beberapa detik
melihat tampilan character tersebut fiko bertanya2 “pakaianya gaje
banget ini buat cewek apa cowok ya? Tapi kok bagian depan bajunya hilang
ampir selurunya o.O tapi biarin dah dari pada bingung milih job
character yang lain, ngikut aja dah~” setelah itu dia menekan tombol
[Ok] d bagian bawah list nama job character tersebut, beberapa detik
kemudian muncul suara entah dari mana yang terdengar halus seperti suara
perempuan “nick, serta model rambut character akan di pilih secara
random apakah anda setuju?”
Muncul lagi window dengan
pilihan [Yes] [No], fiko akhirnya menekan tombol [Yes] dan sekali lagi
matanya di butakan oleh cahaya silau di iringi lanjutan suara perempuan
tadi “anda akan di pindahkan ke kota awal job anda, selamat berjuang”.
Setelah suara itu sayup2 hilang tiba terdengar suara gemuruh angin yang
lumayan keras di telinganya, fiko akhirnya mencoba membuka matanya dan
melihat sebuah pemandangan yang benar2 hancur di depannya
“seperti
bangunannya hancur terkena badai tapi apa mungkin badai gurun bisa
menghancurkan tembok dan membuat tanah berubah menjadi kehitam2an”
sambil menggaruk rambut serta menoleh ke kiri dan kananya dia bertanya2,
kemudian dia mencoba berkeliling kota tersebut mencari apa ada orang
yang tinggal di kota itu
Setelah 20 menit berjalan dia
menemukan sebuah bangunan bertuliskan [Moroc Inn] yang tulisanya seperti
mau terlepas dari tembok bangunan tersebut, dengan bertanya2 fiko masuk
ke bangunan tersebut dan melihat sebuah perempuan berdiri sambil
menundukkan setengah badanya ke depan ketika fiko masuk “oh seorang
[NPC] ternyata” setengah kaget dia berbicara seperti itu. Kemudian
melihat2 kesekeliling ruangan tepat di meja pojokan ada seorang laki2
berbadan biasa saja berambut hitam dengan rambut yang menutupi setengah
wajahnya, dengan ragu2 fiko menghampiri laki2 tersebut yang sepertinya
memiliki aura dingin serta membunuh yang kuat
“hmm permisi kakak bisa tanya sedikit gak soal tempat ini”
Laki2 tersebut yang tadi sepertinya tertidur kemudian mengangkat wajahnya sedikit ke atas menghadap fiko “soal kota ini?”
Dengan
ragu2 fiko menangguk “yah gak banyak cuman mau tanya ini kota apa serta
kenapa suasana di luar seperti kota yang habis di porak poranda badai
pasir”
“itu bukanlah suasana yang habis di terjang badai
pasir” dengan ekspresi yang tetap dingin sambil menyilangkan kedua
tangannya di meja
“bukan terjangan badai pasir?lalu apa?”sambil fiko duduk perlahan di dekat laki2 tersebut
“yah
awalnya kota ini adalah kota dagang terbesar di negara ini, nama kota
ini adalah Moroc yang terkenal dengan keramaian kegiatan jual beli serta
piramida2nya tapi sekelompok orang berhasil menyelesaikan sebuah quest
awal yang tak pernah di duga seluru player game ini”
“ha quest awal yang tak terduga?” dengan respond fiko sedikit kaget
“ya
sebuah quest awal dari struktur grand quest di game ini, yang bernama
[Cursed of Sattan Moroc] mungkin pemikiran para player tentang quest ini
hanya kerusuhan kecil di sedikit wilayah tapi kenyataanya berbeda ,
ketika kamu keluar dari tempat ini coba berjalan k arah timur maka akan
terlihat sebuah tanah berwarna hitam kan dengan sebuah lobang menganga
di tengah2nya yang dasarnya bahkan tak terlihat”
“ya aku melihat perbedaan tanah antara tempat ku berpijak awal dengan tempat tersebut” fiko sambil mengangguk2an kepalanya
“sebenarnya
di tengah lubang itu dulu terdapat sebuah piramida cantik yang di
kelilingi dengan danau tapi tiba2 setelah quest awal itu terselesaikan,
piramida beserta danau di sekitarnya tiba2 seperti tenggelam dengan di
iringi gempa yang sangat kuat dan langit2 pun berubah menjadi gelap
kemudian muncullah sebuah mosnter bernama [Sattan Moroc] yang menurut
desas desus sudah lama tersegel di antara dimensi kita dengan dimensi
lain” sambil menoleh ke kiri dan ke kanan dengan pandangan waspada
“oh seperti itu ceritanya bener2 mengesankan” kata fiko dengan santainya
“oia terus untuk mengetahui kita dimana ya?”
“coba geser udara dengan jari telunjuk serta jari tengah tangan kananmu ke arah kanan”
Setelah
di beri instruksi seperti itu fiko mencoba menggesernya dan kemudian
muncul sebuah barisan tombol berjajar dari kiri ke kanan dengan warna
putih berbentuk bulat
“ah ini ya, terima kasih banyak a...”sambil kebingungan ingin mengucapkan terimakasih pada orang tersebut
“panggil saja Envy itu adalah nama characterku”
“ah namaku adalah Black Hat” fiko berkata sambil melihat tulisan di main menu window settingnya
“terima
kasih atas cerita yang menarik Envy, oia 1 lagi terus ini caranya log
out aku harus bagaimana?” sekali lagi fiko bertanya sambil menggaruk2an
kepalanya
“kau lihat perempuan tadi yang memberi hormat kepadamu ketika masuk?berbicaralah dengannya”
“ah
perempuan itu ya” sambil fiko menoleh ke arah NPC penjaga penginapan
tadi yang menyapanya, setelah melihat npc tadi fiko kembali menoleh ke
arah envy sambil berkata “ah terima kasih en....”
Sambil
berkedip mata fiko, dia bingung kemana orang yang tadi dia tanyai tiba2
menghilang tanpa jejak hanya beberapa detik setelah fiko memalingkan
mukanya
“ah apa tadi hantu?tapi mana mungkin ada monster type
ghost di sebuah kota -_-, udah ah cepet2 ngobrol sama npc itu lalu log
out pasti si hafiz udah nunggu lama”sambil berkata fiko berdiri
menghampiri npc penjaga penginapan kemudian berbicara denganya dan di
beritahukan untuk menginap di latai ke2 bangunan itu, setelah membayar
uang menginap fiko menuju ruangan atas gedung tersebut kemudian
menggeser udara dengan jari telunjuk dan tengahnya ke arah kanan
kemudian mencari pilihan setelah menemukanya dia memilih , beberapa
detik kemudian seakan2 cahaya silau seperti dia login tadi terjadi
dengan menghilangnya berbagai suara di penginapan tersebut yang pelan2
suara yang fiko dengar berbeda
Hafiz yang menanti lumayan
lama hanya dapat menunggu sambil melanjutkan pekerjaan OSISnya yang dia
ambil sebelum mengantar fiko mencari installer game “wah betah nih
kayaknya si fiko dengan game barunya” setelah berbicara seperti itu
tiba2 fiko bangun dari posisinya yang tadi kepalanya berada di meja cafe
dengan tangan bergelantungan sekarang kepalanya sedikit bangkit dan di
geleng2kan serta mencoba fokus dengan penglihatanya sekarang
Karena
efek perpindahan indera dari dunia virtual kembali ke dunia nyata butuh
waktu beberapa detik untuk menstabilkan kembali indera di dunia nyata
“wah sepertinya aku login lama ya?”
“ah gak juga kok fik ya lumayan lah, tapi gimana tadi di dalam gamenya keren?”
“wah
aku login di sebuah kota yang udah hancur” kata fiko sambil
mengangguk2an kepalanya sambil mengingat kejadianya bertemu seseorang
tadi di penginapan yang tiba2 menghilang setelah beberapa detik menoleh
ke arah penjaga penginapan
“ow di moroc ya hmm ya udah
besuk aja pas istirahat di kantin sekolah aku jelaskan rule2 game
tersebut dengan berbagai macam hal2nya, oia sampai besuk aku jelasin
jangan sekali2 login dulu ke game ya selain seperti membuat character
awal tadi” kata hafiz mengingatkan temanya ini agar tidak melakukan hal
bodoh sebelum tau rule2 di game tersebut
“ya iya pak guru
sapa juga yang langsung mau maenin game ini tanpa tau rulenya serta
seluk beluknya, nanti setiba di rumah aku mulai mencari informasi soal
game ini yang sekarang serta versi jadulnya hhahahahaha” sambil sedikit
tertawa fiko mengatakanya
“ya udah yuk pulang” ajak hafiz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar