SEPTEMBER
Di awal bulan ini yang musim
kemaraunya semakin tidak jelas saja karena hujan semakin sering terjadi, udara
ketika pagi dan malam hari begitu dingin membuatku kembali hanya bisa menghela
nafas saja "kenapa tidak selamanya musim kemarau saja ya, meski terus
musim kemarau hikari san tetap saja . . . tetap saja akan kembali ke jepang"
kataku. Hari ini merupakan hari dimana semua mahasiswa baru di suruh datang ke
sekolah untuk acara penyambutan mahasiswa baru, di pagi hari yang sedikit cerah
ini aku sedang menaiki bus menuju kampusku menggunakan seragam berwarna putih
hitam
Hari ini ramai sekali bus yang aku
tumpangi hampir semua menggunakan pakaian yang sama denganku 'sepertinya hari
ini akan membosankan' ucapku dalam hati, bus melaju pelan di jalanan yang macet
ini mungkin karena hari ini semua mahasiswa baru di kota ini berangkat ke
kampus mereka masing-masing jadi jalanan begitu penuh oleh mobil, sepeda motor
dan tentu saja bus yang penuh sesak
Sesampainya di gerbang kampus ramai
sekali murid baru yang memakai seragam sama sepertiku, aku terus berjalan ke
aula kampus dan duduk di salah satu bangku di bagian belakang karena memang aku
paling malas duduk di bangku barisan depan. Terlihat kepala perguruan tinggi
sedang memberikan sedikit pengarahan dan salam kepada semua mahasiswa baru di
tambah dengan berbagai macam hal yang sedikit malas untuk aku dengarkan pagi
itu
Setelah sekitar 1 jam berada di dalam
aula akhirnya acara pun berakhir kami di minta untuk bergabung dengan jurusan
masing-masing untuk melihat ruangan yang akan di pakai nanti selama berada di
sini untuk 1 semester ini, setelah semua mahasiswa yang satu jurusan denganku
berkumpul kami di pandu senior kami untuk berkeliling sebentar melihat-lihat
ruangan di kampus ini dan ruangan kami nanti juga, terlihat banyak kakak kelas
yang sedang duduk atau melakukan berbagai macam hal di taman kampus ini yang
berada di tengah-tengah perguruan tinggi ini
Langkahku terhenti karena melihat
sosok perempuan yang sepertinya aku kenal "hikari san" kataku
tiba-tiba membuat seniorku berhenti berjalan dan berkata "ow hikari chan
kenapa dengan dia?" aku yang mendengar seniorku betanya dan menyebut nama
hikari san dengan akrab membuatku bertanya-tanya 'siapa orang ini' akhirnya
dengan berani aku bertanya sesuatu kepadanya "anda kenal dengan hikari
san?" "ya kenal dia adalah teman satu kelas denganku", mendengar
perkataanya barusan membuatku ingin terus bertanya tetapi dia seperti tahu
keinginanku akhirnya berjalan kembali
Cukup lama berkeliling akhirnya kami
di persilahkan untuk melihat jadwal kuliah yang akan di mulai minggu depan,
tetapi aku malah berjalan berbalik arah dari papan pengumuman menuju tempat
tadi untuk melihat hikari san, ketika aku sampai ternyata tempat itu sudah
kosong "lho kok sepi" kataku dengan lemas dan akhirnya hanya mencoba
mengirim pesan kepada hikari san menanyainya apakah dia sedang berada di kampus
atau tidak
Lama sekali aku berdiam diri di sini
sambil melihat taman itu berharap hikari san tiba-tiba muncul tetapi, tetapi
dia tidak muncul bahkan pesanku tidak di balasnya. Rasa sakit yang seperti
inilah yang membuatku benar-benar membenci dunia nyata ini, akhirnya aku
menyerah dan kembali berjalan menuju papan pengumuman untuk mencatat semua
jadwal
Di papan pengumuman masih saja ramai
orang membuatku benar-benar malas untuk mendekat dan hanya diam saja dari
kejauhan sambil menunggu tidak terlalu ramai barulah aku mencatat jadwalku
sendiri, sambil menunggu aku memasan headset untuk mendengarkan lagu dari
smartphoneku, lama sekali menunggu hingga akhirnya kerumunan itu mejadi sepi
dan akhirnya kau mendekat dan menulis semua jadwalku setelah selesai aku
berjalan pulang menuju halte bus
Lama aku menunggu tetapi bus belum
kelihatan datang, "ivan kun" terdengar seseorang memanggil namaku,
aku mengenal suara itu dengan rasa senang aku melihat ke arah suara itu datang
dan melihat seseorang yang ingin sekali aku jumpai, dia hikari san yang selama
ini menghilang entah kemana sejak saat itu akhirnya berada di depanku tetapi,
tetapi dia sedang berjalan berdua dengan laki-laki berkulit putih yang wajahnya
terlihat seperti orang jepang "jadi itu dia" kataku pelan dan
berjalan menjauh dari halte itu
Tetapi sebuah tangan menggenggam
tanganku dan berkata "jadi kamu ya" aku memalingkah wajahku dan
melihat laki-laki itu 'siapa kau? aku tidak ingin mengenalmu' kataku dalam
hati, "jadi kamu ivan kun yang sering di ceritakan hikari chan, terima
kasih ya berkat kamu hubungan kami menjadi membaik" katanya, mendengar
ucapan itu aku benar-benar ingin sekali marah, aku mengepalkan tanganku dengan
keras dan melihat ke arah laki-laki itu dan kemudian kepada hikari san yang
raut wajahnya nampak sedang bingung
Melihat ekspresinya membuat hatiku
kembali luluh dan emosiku yang tiba-tiba datang seakan-akan mencair dengan
sendirinya, akhirnya aku hanya berkata "ya sama-sama" 'jadi ini
laki-laki yang jadi tunangan hikari san' ucapku dalam hati, akhirnya aku
menarik pergelangan tanganku kemudian bertanya kepada laki-laki di depanku
"jadi begini bolehkah aku berbicara 4 mata saja kepada hikari san",
dia melihatku sambil tersenyum "ya silahkan", setelah itu aku
mengangguk dan berjalan mendekati hikari san yang berada agak jauh di belakang
kami
Berdiri di depan hikari san seperti ini
dan di situasi seperti ini sebenarnya membuatku bingung tetapi aku sudah
menetapkan tekatku kali ini "hikari san bisakah di hari yang sama dengan
sekarang, 2 minggu lagi kita bertemu di taman seperti biasanya" kataku
dengan pelan karena jujur saja aku takut kata-kataku terdengar tunangannya,
hikari san hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju setelah itu akhirnya
aku untuk pertama kalinya tersenyum setelah sekian lama, hari itu kami berpisah
di halte hikari san dan tunangannya menaiki bus duluan karena rute yang kami
ambil berbeda
"kalau begitu sampai jumpa ivan
kun" ucap tunangan hikari san sedangkan dia hanya tersenyum sambil
melambaikan tanganya dengan ekspresi yang tidak bisa aku pahami, aku hanya bisa
terpaksa tersenyum sambil melambaikan tanganku melihat itu benar-benar membuat
hatiku sakit sekali, setelah bus mereka pergi tubuhku rasanya begitu lemas dan
akhirnya terduduk di kursi halte "rasanya aku sudah tidak kuat lagi"
kataku pelan sambil melihat langit dari halte ini
Minggu-minggu berat ini sepertinya
akan menghadangku, pagi ini aku berangkat ke kampus dengan tidak ada kata
semangat yang ada hanya rasa keraguan,
kecemasan, dan hal-hal seperti itu, aku berjalan masuk ke dalam kampus dengan
berat sekali bahkan ketika perkenalan di ruang kelas aku hanya berbicara
sebentar untuk memperkenalkan nama saja kemudian kembali duduk, rasanya semua
orang di ruangan menatapku pagi ini dengan tatapan yang tidak jauh berbeda
dengan masa SMA dulu ‘meyebalkan’ kataku dalam hati
Setelah perkenalan kami hanya melewati
beberapa pelarajan dengan sebuah penjelasan dari masing-masing dosen
“benar-benar tidak jauh berbeda ya” kataku pelan sambil melihat pemandangan di
luar jendela, bahkan di sini pun aku memilih duduk di bangku paling belakang
dan dekat dengan jendela karena jika aku malas dengan pelajaranya aku dapat
melihat pemandangan di luar jendela
Hari ini cuaca benar-benar tidak
bersahabat sejak pagi, awan gelap tanpa matahari sudah menjadi selimut di pagi
hari 'musim hujan sebentar lagi ya' ucapku dalam hati, sekarang sudah memasuki
bulan september sehingga hujan sering terjadi di bulan ini membuatku teringat
kembali perasaan yang sangat tidak nyaman, aku bahkan tidak mengingat apa yang
di bicarakan dosenku di depan kelas tadi ya karena aku lebih sering melihat ke
luar jendela sambil melamun membayangkan berbagai macam hal yang sudah terjadi
selama ini di musim kemarau tahun ini
"menyebalkan" kataku sambil
membuka botol minuman di tanganku, sekarang aku sedang duduk di taman tempat
kemarin perempuan yang mirip hikari san duduk 'semoga keajaiban seperti pertama
bertemu dengan dia bisa terulang kembali di sini' ucapku dalam hati, "ivan
kun" terdengar seseorang memanggil namaku dari belakang, mendengar ucapan
itu sontak membuatku melihat dengan cepat ke arah belakang dan mendapati
seorang perempuan sedang berjalan ke arahku duduk saat ini
"aaa kamu . ." ucapku
sedikit bingung tetapi memang sebenarnya aku bingung saat ini, "aku teman
serumah dengan hikari chan ingat kan?" tanyanya 'oia dia yang juga
memberitahu aku apa yang sebenarnya terjadi kepada hikari san beberapa waktu
yang lalu' kataku dalam hati, aku hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaanya
dia melanjutkan pertanyaanya tanpa menunggu aku berkata sepatah kata "jadi
kamu masuk ke sini ya, wah bisa bertemu dengan hikari chan dunk tetapi sayang
sebentar lagi kami akan kembali" ucapnya yang awalnya tadi semangat
tiba-tiba berubah nada suaranya menjadi sedikit lemah
"tidak apa-apa" kataku
membuat ekspresi di wajahnya bertanya-tanya, selama masa istirahat itu aku dan
teman hikari san ini berbincang-bincang banyak hal sampai aku sadar untuk
melihat jam dan ternyata sudah waktunya
masuk kelas "kalau begitu sampai bertemu lain waktu ya" kataku sambil
berdiri dan berjalan tergesa-gesa. Selama di kelas aku hanya dapat diam seperti
jiwaku tidak berada di ruangan ini tetapi sudah melayang entah kemana
Setelah jam pelajaran selesai kami
semua keluar kelas untuk pulang, sebuah pesan masuk ke dalam smartphoneku dan
ternyata itu dari tempat percetakan bahwa buku novelku sudah dapat di ambil
nanti sore, melihat itu aku akhirnya langsung menuju tempat percetakan yang
tempatnya sedikit jauh dari kampusku ini, Siang ini hujan gerimis turun
membasahi kota ini sehingga jalanan tidak terlalu macet, di dalam bus yang
ACnya dingin dan tidak di matikan ini membuatku sedikit kedinginan karena di
luar juga sedang hujan 'seharusnya ACnya di matikan saja apa mereka manusia
kutub' umpatku dalam hati
Aku yang tidak membawa payung akhirnya
turun dengan berlari dari bus menuju tempat percetakan untung saja jarak halte
dan percetakan itu tidak terlalu jauh sehingga pakaianku tidak basah kuyup oleh
air hujan, aku memasuki tempat percetakan yang siang ini tidak terlalu ramai
cukup lama aku menunggu petugas yang sedang mencarikan novelku yang katanya
baru saja selesai di cetak, setelah menemukannya dia sedkit bertanya "tadi
sudah di beritahukan sore kan?" aku hanya menjawab "iya tetapi saya
nanti sore sibuk, jadi saya mohon maaf"
Setelah membayar harganya dan membawa
novel yang sudah di cetak dan buku novelku aku keluar tempat percetakan itu dan
melihat hujan sudah reda tetapi ketika hujan reda jalan ini kembali penuh oleh
kendaraan bermotor sehingga terlihat sedikit macet "seperti de javu ya
tetapi cuacanya berbeda" kataku sambil berjalan seperti saat itu menuju
halte berikutnya, selama perjalanan banyak orang juga yang berjalan di trotoar
ini di tambah pedagang kaki lima yang membuatnya semakin sempit
Di ujung trotoar ini terdapat sebuah
toko peralatan musik, aku berhenti di depannya sebentar dan melihat toko ini
'andra dulu bekerja di sini kan' kataku dalam hati lalu kembali berjalan
menyeberang jalan menuju halte berikutnya yang sudah mulai terlihat, cukup lama
menunggu di halte ini meski di sini tidak macet seperti di tempat tadi, bau aspal
jalan setelah terkena hujan begitu khas udara yang segar sepoi-sepoi terasa
menerpa tubuhku, aku duduk di halte sambil membuka hasil cetakan pertama
novelku, aku melihat bagian paling belakangnya "ceritanya memang belum
selesai, akan aku tulis dengan tangan di bagian ini" kataku sambil
mengambil pulpen di dalam tas dan memulai menulis di halaman paling terakhirnya
Cukup lama aku menulis di lembar
terakhir itu hingga suara bus terdengar sudah dekat, akhirnya aku menutup buku
novelku dan menaruhnya di dalam tas beserta pulpenku kemudian berdiri dari
bangku halte, "sekarang tinggal menunggu tanggal dimana kami bertemu
kembali untuk yang terakhir kalinya di taman itu" kataku sambil memandangi
bus yang berhenti di depanku
Tidak terasa hari-hari monoton di minggu
ini cepat sekali berlalu "sudah lama aku tidak berjalan-jalan di taman
lagi" kataku sambil melihat smartphone di tanganku yang menunjukkan jam
10:00, "karena sekarang hari sabtu dan tidak ada kuliah lebih baik
luangkan waktu saja kemana aja" lanjutku berbicara sendiri di ruang
kamarku, pagi ini langit masih tetap di selimuti awan gelap tidak jauh berbeda
dengan hari kemarin
Aku pun keluar membawa payung untuk
berjaga-jaga jika hujan sewaktu-waktu datang, dan benar saja ketika aku berada
di bus menuju taman hujan akhirnya turun meski tidak terlalu deras jalanan pun
menjadi sedikit sepi karenanya, tidak butuh waktu lama akhirnya bus yang aku
tumpangi tiba di halte yang dekat dengan taman. hujan juga masih belum reda di
kawasan ini aku membuka payungku dan berjalan melewati gedung-gedung tinggi
perkantoran ini
Hari ini jalananpun terlihat sepi dari
orang padahal biasanya kawasan ini begitu ramai "mungkin karena
hujan" kataku sambil melanjutkan berjalan, dari tempatku sekarang gerbang
masuk ke dalam taman sudah terlihat, aku berhenti di seberangnya melihat
jalanan setelah yakin aman aku pun menyebranginya setelah memasuki gerbangnya
taman ini terlihat begitu sepi, aku terus berjalan masuk ke dalam taman menuju
tempat biasanya aku dan hikari san bertemu
"hikari san" kataku melihat
seorang perempuan yang sangat aku kenal sedang duduk di tempat itu sendirian
memegang payung di tanganya memakai long dress berwarna putih, sebenarnya aku
sedikit ragu ketika memanggil namanya karena sekarang sedang hujan gerimis
begini dan melihat seorang yang mirip dengan yang aku kenal duduk di tempat itu
rasanya seperti melihat hantu saja, hanya saja mulutku tanpa aku perintah sudah
memanggil namanya
Perempuan yang terdiam melihat danau
itu sepertinya mendengar panggilanku dan melihatku "ivan kun"
ucapnya, dia benar-benar hikari san yang aku kenal dia dia adalah orang yang
aku suka hanya saja tidak dapat aku gapai, rasanya begitu aneh buatku melihat
hikari san ketika hujan datang ke tempat ini padahal dia biasanya hanya datang
ketika cuaca cerah saja, aku meneruskan langkahku mendekati bangku tempat
hikari san duduk
Aku hanya berdiri di samping bangkunya
tanpa duduk dan hanya saling memandang tanpa berbicara sepatah katapun cukup
lama hingga hikari san memulai bertanya "kamu sedang apa di sini?, aku
yang mendengar pertanyaan hikari san membalas juga dengan pertanyaan
"hikari san sendiri?" setelah saling bertanya suasana kembali diam
perasaan aneh kembali menjalar ke seluruh tubuhku
Tanpa di suruh oleh hikari san aku
duduk di bangku yang basah oleh hujan itu, kami masih memegang kedua payung
kami untuk melindungi dari air hujan 'rasanya sudah lama tidak seperti ini'
ucapku dalam hati, "bagaimana kabarmu hikari san?" tanyaku, hikari
san hanya menjawab "baik" lalu diam kembali sambil menatap danau di
depan kami, aku memberanikan diri terus bertanya kepadanya "kamu kenapa
tiba-tiba berubah?" hikari san yang mendengar pertanyaanku kemudian
melihat ke arahku sambil bertanya "berubah?" "iya katanya kamu
tidak akan berubah waktu saat itu tetapi kenyataanya kamu seperti menghindar
kadang" setelah mengatakan itu aku diam
"bukannya kamu yang kadang tidak
membalas pesanku" kata hikari san "ya meski begitu terkadang kamu
juga sama saja" kataku membalas akhirnya kembali kami hanya saling melihat
dan diam "maaf hikari san" kataku kemudian, "tidak apa-apa, aku
memang kadang kemari meski cuaca sedang hujan saja rasanya seperti taman ini
memiliki medan magnet yang kuat hingga membuatku ingin setiap hari datang ke
sini" katanya sambil tiba-tiba tersenyum
"kalau begitu kita sama ya"
kataku sambil sedikit tersenyum, dia lalu bertanya kembali "jadi ada apa
kita harus bertemu 1 minggu lagi di sni di hari yang sama?" mendengar itu
aku menjawab "rahasia, memang hikari san kapan kembali ke jepang?"
tanyaku "kalau tidak salah akhir bulan ini" ucapnya, "jadi
minggu terakhir bulan ini ya" kataku dan dia hanya menjawab dengan
anggukan kepala saja
Hujan akhirnya reda juga kami akhirnya
berpisah setelah melihat hujan reda, setelah hari itu kami bertemu rasanya
perasaanku sedikit tenang aku sudah tidak memperdulikan dia dengan siapa atau
sedang apa dengan tunanganya, yang ada di pikiranku hanya ingin menepati
janjiku yang dulu kepadanya. Hari demi hari aku lewati begitu cepat minggu
berikutnya tentu saja dengan semangat untuk bisa bertemu hikari san di hari
itu, setelah melewati berbagai pelajaran dan macam-macam hal lainnya akhirnya 2
minggu yang lama ini terlewati dan tibalah hari dimana kami akan bertemu
kembali di taman itu untuk terakhir kalinya
Di dalam ruangan kamar aku sedang
mencari pakaian yang pas untuk aku kenakan hari ini cukup lama aku
memilih-milih tetapi aku malah bingung "aku memang tidak bisa memilih
pakaian yang cocok memang" kataku kesal, akhirnya mengambil baju berwarna
hitam dengan celana hitam karena warna itu memang warna kesukaanku dan memang
hampir semua isi lemariku pakaiannya dan celanannya rata-rata berwarna hitam,
setelah cukup lama bersiap-siap aku mengambil tasku dan memasukkan novelku yang
sudah aku bungkus dengan bagus menurutku
Siang ini cuaca begitu cerah tidak
nampak awan mendung sedikitpun di langit yang ada hanya langit yang cerah
dengan awan putih di hiasi matahari yang panasnya menyengat, aku menunggu bus
di halte dekat rumahku entah kenapa begitu lama hari ini bus datang tidak
seperti biasanya "sudah 5 menit aku di sini tapi tidak ada juga
busnya" kataku kesal karena udaranya juga begitu panas, setelah menunggu
sekitar 10 menit barulah bus yang aku tunggu datang ketika pintu bus di buka
terlihat di dalam penuh sesak oleh orang
Aku hanya dapat berdiri saja di dalam
bus yang biasanya tidak ramai ini 'memang ada apa sih siang-siang begini banyak
orang naik bus' kataku kesal melihat bus yang penuh sesak ini, selama
perjalanan sampai di halte yang berada di kawasan perkantoran aku tidak pernah
merasakan yang namanya duduk, aku turun sendirian di halte ini dan masih
terlihat bus itu penuh sesak di dalamnya, berjalan melewati gedung perkantoran
akhirnya aku tiba di gerbang pintu masuk taman "semoga hikari san
datang" kataku
Berjalan dengan tergesa-gesa aku
akhirnya tiba di bangku tempat biasanya kami bertemu saat itu sudah jam 11:00
ketika aku melihat smartphoneku dan mengirimi pesan kepada hikari san bahwa aku
sudah berada di tempat kita janjian, waktu terus bergerak membuatku semakin
frustasi bahkan pesanku tidak di balasnya, aku kembali melihat smartphoneku dan
sekarang sudah jam 13:00 "apakah dia tidak akan datang" kataku lemas
dan frustasi
Aku mengambil novel dari dalam tasku
dan menatapnya, suara gesekan daun dan air yang terkena hembusan angin membuat
perasaanku semakin kacau saja sekarang. Sebuah nada pesan masuk ke dalam
smartphoneku dari hikari san ternyata "sebentar lagi aku datang ya ivan
tolong tunggu sebentar", melihat pesan itu hatiku sedikit merasa lega
"mungkin sebentar lagi dia akan datang" kataku meyakinkan diriku
Matahari sudah melewati puncaknya dan
sedang menuju ke arah barat, waktu pun terus berjalan menuju sore hari tetapi
hikari san belum juga terlihat, sudah berpuluh pesan aku kirim kepada hikari
san hanya saja tidak ada pesan yang di balasnya setelah pesan yang tadi, hal
itu membuatku kembali merasakan frustasi yang sangat besar sekali. Matahari
sudah terlihat berada di sebelah barat cahaya sorenya yang hangat sedikit
terhalang gedung perkantoran yang berada di kawasan ini
"sudah jam 16:00 ya" kataku
yang sudah sangat frustasi "1 jam lagi aku akan menunggumu hikari san, aku
percaya kepadamu" lanjutku, udara sore yang hangat sudah mulai berubah
sedikit dingin karena sebentar lagi malam akan datang bahkan langit sudah mulai
berubah menjadi sedikit gelap, aku melihat jam di smartphoneku yang menunjukkan
pukul 17:30 tidak terasa aku terdiam di sini dalam rasa frustasi tanpa
menghiraukan waktu yang berjalan dengan cepatnya
Lampu-lampu taman sudah mulai menyala
dari tempatku berdiri terlihat banyak cahaya putih berbentuk bulat, aku
akhirnya menyerah aku menyerah dengan semua harapanku untuk memenuhi janjiku
kepada hikari san "apa aku boleh melanggar janjiku . . . tetapi hikari san
juga tidak datang ke sini, lalu apa gunanya aku menepati janjiku ketika dia
memberi harapan palsu" kataku sambil beridir dari bangku yang sudah dari
siang aku duduki ini, buku novel di tangan masih saja aku lihat dan akhirnya
aku letakkan buku itu di bangku taman itu
Aku sudah tidak mau berpikir lagi
apakah itu akan di ambil seseorang atau bagaimanapun akhir dari buku itu, aku
berjalan keluar dari taman dengan rasa frustasi yang sangat besar masih tidak
percaya bahwa hikari san bisa memberi sebuah harapan palsu kepadaku seperti
ini, sore yang sudah berubah menjadi malam dan terlihat banyak orang keluar
dari gedung perkantoran memenuhi jalan yang biasanya aku lewati menuju halte
itu
Rasanya seperti dulu ketika dunia
begitu ramai dan aku tidak bisa berada di sana, aku duduk di bus yang malam ini
penuh sesak oleh para pekerja kantor yang baru saja pulang dalam hati kau
berbicara 'sepertinya sekali seorang menjadi penyendiri meski dia ingin merubah
dirinya dan bergaul dengan orang di sekitarnya tetapi lingkunganlah yang memang
menentukan segalanya, sekali penyendiri memang akan selalu menjadi penyendiri
sepertinya, seandainya kamu datang hikari san dan membaca halaman terakhir itu
maka aku sudah sangat bahagia, akhirnya tanpa terasa sebuah air mata jatuh dari
wajahku ini sambil melihat gemerlapnya dunia ini seperti masa lalu 'seandainya
kamu membaca tulisan di halaman terakhir itu' kataku dalam hati
" kepada orang yang aku suka,
terima kasih kamu pernah datang mengisi hatiku ini, aku bahkan tidak mengira
kita akan bertemu seperti waktu itu di taman itu, kamulah yang sudah merubah
semua hidupku yang gelap dan sepi ini menjadi penuh warna. Aku tidak percaya
pada diriku sendiri ketika menulis buku ini karena hampir semua isinya hanya
berupa ungkapan hatiku saja tetapi kamu datang dan merubah alurnya menjadi
lebih menarik, aku masih ingat saat pertama kali aku melihatmu mungkin kamu
hanya menganggap aku sebagai anak kecil saja dan kamu mengacuhkan perasaanku,
tetapi untuk pertama kalinya aku jujur dengan perasaanku sendiri terhadap orang
lain dan itu karena kamu, kamu bagaikan malaikat yang turun dari langit untuk
menyelamatkanku dari siksa dunia ini. Aku sadar aku tidak bisa tenggelam
terlalu dalam kepada kehidupanmu tetapi aku sungguh berterima kasih karena kamu
pernah memberiku sebuah kesempatan, terima kasih aku benar-benar berterimakasih
dan aku akan tetap menyukaimu tidak hanya sekarang tetapi juga selamanya karena
kamu adalah cinta pertamaku "
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar