Minggu, 15 September 2013

Sun Dry Season [ Part 7 / Final ]

SEPTEMBER



Di awal bulan ini yang musim kemaraunya semakin tidak jelas saja karena hujan semakin sering terjadi, udara ketika pagi dan malam hari begitu dingin membuatku kembali hanya bisa menghela nafas saja "kenapa tidak selamanya musim kemarau saja ya, meski terus musim kemarau hikari san tetap saja . . . tetap saja akan kembali ke jepang" kataku. Hari ini merupakan hari dimana semua mahasiswa baru di suruh datang ke sekolah untuk acara penyambutan mahasiswa baru, di pagi hari yang sedikit cerah ini aku sedang menaiki bus menuju kampusku menggunakan seragam berwarna putih hitam

Hari ini ramai sekali bus yang aku tumpangi hampir semua menggunakan pakaian yang sama denganku 'sepertinya hari ini akan membosankan' ucapku dalam hati, bus melaju pelan di jalanan yang macet ini mungkin karena hari ini semua mahasiswa baru di kota ini berangkat ke kampus mereka masing-masing jadi jalanan begitu penuh oleh mobil, sepeda motor dan tentu saja bus yang penuh sesak


Sesampainya di gerbang kampus ramai sekali murid baru yang memakai seragam sama sepertiku, aku terus berjalan ke aula kampus dan duduk di salah satu bangku di bagian belakang karena memang aku paling malas duduk di bangku barisan depan. Terlihat kepala perguruan tinggi sedang memberikan sedikit pengarahan dan salam kepada semua mahasiswa baru di tambah dengan berbagai macam hal yang sedikit malas untuk aku dengarkan pagi itu

Setelah sekitar 1 jam berada di dalam aula akhirnya acara pun berakhir kami di minta untuk bergabung dengan jurusan masing-masing untuk melihat ruangan yang akan di pakai nanti selama berada di sini untuk 1 semester ini, setelah semua mahasiswa yang satu jurusan denganku berkumpul kami di pandu senior kami untuk berkeliling sebentar melihat-lihat ruangan di kampus ini dan ruangan kami nanti juga, terlihat banyak kakak kelas yang sedang duduk atau melakukan berbagai macam hal di taman kampus ini yang berada di tengah-tengah perguruan tinggi ini

Langkahku terhenti karena melihat sosok perempuan yang sepertinya aku kenal "hikari san" kataku tiba-tiba membuat seniorku berhenti berjalan dan berkata "ow hikari chan kenapa dengan dia?" aku yang mendengar seniorku betanya dan menyebut nama hikari san dengan akrab membuatku bertanya-tanya 'siapa orang ini' akhirnya dengan berani aku bertanya sesuatu kepadanya "anda kenal dengan hikari san?" "ya kenal dia adalah teman satu kelas denganku", mendengar perkataanya barusan membuatku ingin terus bertanya tetapi dia seperti tahu keinginanku akhirnya berjalan kembali

Cukup lama berkeliling akhirnya kami di persilahkan untuk melihat jadwal kuliah yang akan di mulai minggu depan, tetapi aku malah berjalan berbalik arah dari papan pengumuman menuju tempat tadi untuk melihat hikari san, ketika aku sampai ternyata tempat itu sudah kosong "lho kok sepi" kataku dengan lemas dan akhirnya hanya mencoba mengirim pesan kepada hikari san menanyainya apakah dia sedang berada di kampus atau tidak

Lama sekali aku berdiam diri di sini sambil melihat taman itu berharap hikari san tiba-tiba muncul tetapi, tetapi dia tidak muncul bahkan pesanku tidak di balasnya. Rasa sakit yang seperti inilah yang membuatku benar-benar membenci dunia nyata ini, akhirnya aku menyerah dan kembali berjalan menuju papan pengumuman untuk mencatat semua jadwal

Di papan pengumuman masih saja ramai orang membuatku benar-benar malas untuk mendekat dan hanya diam saja dari kejauhan sambil menunggu tidak terlalu ramai barulah aku mencatat jadwalku sendiri, sambil menunggu aku memasan headset untuk mendengarkan lagu dari smartphoneku, lama sekali menunggu hingga akhirnya kerumunan itu mejadi sepi dan akhirnya kau mendekat dan menulis semua jadwalku setelah selesai aku berjalan pulang menuju halte bus

Lama aku menunggu tetapi bus belum kelihatan datang, "ivan kun" terdengar seseorang memanggil namaku, aku mengenal suara itu dengan rasa senang aku melihat ke arah suara itu datang dan melihat seseorang yang ingin sekali aku jumpai, dia hikari san yang selama ini menghilang entah kemana sejak saat itu akhirnya berada di depanku tetapi, tetapi dia sedang berjalan berdua dengan laki-laki berkulit putih yang wajahnya terlihat seperti orang jepang "jadi itu dia" kataku pelan dan berjalan menjauh dari halte itu

Tetapi sebuah tangan menggenggam tanganku dan berkata "jadi kamu ya" aku memalingkah wajahku dan melihat laki-laki itu 'siapa kau? aku tidak ingin mengenalmu' kataku dalam hati, "jadi kamu ivan kun yang sering di ceritakan hikari chan, terima kasih ya berkat kamu hubungan kami menjadi membaik" katanya, mendengar ucapan itu aku benar-benar ingin sekali marah, aku mengepalkan tanganku dengan keras dan melihat ke arah laki-laki itu dan kemudian kepada hikari san yang raut wajahnya nampak sedang bingung

Melihat ekspresinya membuat hatiku kembali luluh dan emosiku yang tiba-tiba datang seakan-akan mencair dengan sendirinya, akhirnya aku hanya berkata "ya sama-sama" 'jadi ini laki-laki yang jadi tunangan hikari san' ucapku dalam hati, akhirnya aku menarik pergelangan tanganku kemudian bertanya kepada laki-laki di depanku "jadi begini bolehkah aku berbicara 4 mata saja kepada hikari san", dia melihatku sambil tersenyum "ya silahkan", setelah itu aku mengangguk dan berjalan mendekati hikari san yang berada agak jauh di belakang kami

Berdiri di depan hikari san seperti ini dan di situasi seperti ini sebenarnya membuatku bingung tetapi aku sudah menetapkan tekatku kali ini "hikari san bisakah di hari yang sama dengan sekarang, 2 minggu lagi kita bertemu di taman seperti biasanya" kataku dengan pelan karena jujur saja aku takut kata-kataku terdengar tunangannya, hikari san hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju setelah itu akhirnya aku untuk pertama kalinya tersenyum setelah sekian lama, hari itu kami berpisah di halte hikari san dan tunangannya menaiki bus duluan karena rute yang kami ambil berbeda

"kalau begitu sampai jumpa ivan kun" ucap tunangan hikari san sedangkan dia hanya tersenyum sambil melambaikan tanganya dengan ekspresi yang tidak bisa aku pahami, aku hanya bisa terpaksa tersenyum sambil melambaikan tanganku melihat itu benar-benar membuat hatiku sakit sekali, setelah bus mereka pergi tubuhku rasanya begitu lemas dan akhirnya terduduk di kursi halte "rasanya aku sudah tidak kuat lagi" kataku pelan sambil melihat langit dari halte ini

Minggu-minggu berat ini sepertinya akan menghadangku, pagi ini aku berangkat ke kampus dengan tidak ada kata semangat  yang ada hanya rasa keraguan, kecemasan, dan hal-hal seperti itu, aku berjalan masuk ke dalam kampus dengan berat sekali bahkan ketika perkenalan di ruang kelas aku hanya berbicara sebentar untuk memperkenalkan nama saja kemudian kembali duduk, rasanya semua orang di ruangan menatapku pagi ini dengan tatapan yang tidak jauh berbeda dengan masa SMA dulu ‘meyebalkan’ kataku dalam hati
Setelah perkenalan kami hanya melewati beberapa pelarajan dengan sebuah penjelasan dari masing-masing dosen “benar-benar tidak jauh berbeda ya” kataku pelan sambil melihat pemandangan di luar jendela, bahkan di sini pun aku memilih duduk di bangku paling belakang dan dekat dengan jendela karena jika aku malas dengan pelajaranya aku dapat melihat pemandangan di luar jendela

Hari ini cuaca benar-benar tidak bersahabat sejak pagi, awan gelap tanpa matahari sudah menjadi selimut di pagi hari 'musim hujan sebentar lagi ya' ucapku dalam hati, sekarang sudah memasuki bulan september sehingga hujan sering terjadi di bulan ini membuatku teringat kembali perasaan yang sangat tidak nyaman, aku bahkan tidak mengingat apa yang di bicarakan dosenku di depan kelas tadi ya karena aku lebih sering melihat ke luar jendela sambil melamun membayangkan berbagai macam hal yang sudah terjadi selama ini di musim kemarau tahun ini

"menyebalkan" kataku sambil membuka botol minuman di tanganku, sekarang aku sedang duduk di taman tempat kemarin perempuan yang mirip hikari san duduk 'semoga keajaiban seperti pertama bertemu dengan dia bisa terulang kembali di sini' ucapku dalam hati, "ivan kun" terdengar seseorang memanggil namaku dari belakang, mendengar ucapan itu sontak membuatku melihat dengan cepat ke arah belakang dan mendapati seorang perempuan sedang berjalan ke arahku duduk saat ini

"aaa kamu . ." ucapku sedikit bingung tetapi memang sebenarnya aku bingung saat ini, "aku teman serumah dengan hikari chan ingat kan?" tanyanya 'oia dia yang juga memberitahu aku apa yang sebenarnya terjadi kepada hikari san beberapa waktu yang lalu' kataku dalam hati, aku hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaanya dia melanjutkan pertanyaanya tanpa menunggu aku berkata sepatah kata "jadi kamu masuk ke sini ya, wah bisa bertemu dengan hikari chan dunk tetapi sayang sebentar lagi kami akan kembali" ucapnya yang awalnya tadi semangat tiba-tiba berubah nada suaranya menjadi sedikit lemah

"tidak apa-apa" kataku membuat ekspresi di wajahnya bertanya-tanya, selama masa istirahat itu aku dan teman hikari san ini berbincang-bincang banyak hal sampai aku sadar untuk melihat jam dan  ternyata sudah waktunya masuk kelas "kalau begitu sampai bertemu lain waktu ya" kataku sambil berdiri dan berjalan tergesa-gesa. Selama di kelas aku hanya dapat diam seperti jiwaku tidak berada di ruangan ini tetapi sudah melayang entah kemana

Setelah jam pelajaran selesai kami semua keluar kelas untuk pulang, sebuah pesan masuk ke dalam smartphoneku dan ternyata itu dari tempat percetakan bahwa buku novelku sudah dapat di ambil nanti sore, melihat itu aku akhirnya langsung menuju tempat percetakan yang tempatnya sedikit jauh dari kampusku ini, Siang ini hujan gerimis turun membasahi kota ini sehingga jalanan tidak terlalu macet, di dalam bus yang ACnya dingin dan tidak di matikan ini membuatku sedikit kedinginan karena di luar juga sedang hujan 'seharusnya ACnya di matikan saja apa mereka manusia kutub' umpatku dalam hati

Aku yang tidak membawa payung akhirnya turun dengan berlari dari bus menuju tempat percetakan untung saja jarak halte dan percetakan itu tidak terlalu jauh sehingga pakaianku tidak basah kuyup oleh air hujan, aku memasuki tempat percetakan yang siang ini tidak terlalu ramai cukup lama aku menunggu petugas yang sedang mencarikan novelku yang katanya baru saja selesai di cetak, setelah menemukannya dia sedkit bertanya "tadi sudah di beritahukan sore kan?" aku hanya menjawab "iya tetapi saya nanti sore sibuk, jadi saya mohon maaf"

Setelah membayar harganya dan membawa novel yang sudah di cetak dan buku novelku aku keluar tempat percetakan itu dan melihat hujan sudah reda tetapi ketika hujan reda jalan ini kembali penuh oleh kendaraan bermotor sehingga terlihat sedikit macet "seperti de javu ya tetapi cuacanya berbeda" kataku sambil berjalan seperti saat itu menuju halte berikutnya, selama perjalanan banyak orang juga yang berjalan di trotoar ini di tambah pedagang kaki lima yang membuatnya semakin sempit

Di ujung trotoar ini terdapat sebuah toko peralatan musik, aku berhenti di depannya sebentar dan melihat toko ini 'andra dulu bekerja di sini kan' kataku dalam hati lalu kembali berjalan menyeberang jalan menuju halte berikutnya yang sudah mulai terlihat, cukup lama menunggu di halte ini meski di sini tidak macet seperti di tempat tadi, bau aspal jalan setelah terkena hujan begitu khas udara yang segar sepoi-sepoi terasa menerpa tubuhku, aku duduk di halte sambil membuka hasil cetakan pertama novelku, aku melihat bagian paling belakangnya "ceritanya memang belum selesai, akan aku tulis dengan tangan di bagian ini" kataku sambil mengambil pulpen di dalam tas dan memulai menulis di halaman paling terakhirnya

Cukup lama aku menulis di lembar terakhir itu hingga suara bus terdengar sudah dekat, akhirnya aku menutup buku novelku dan menaruhnya di dalam tas beserta pulpenku kemudian berdiri dari bangku halte, "sekarang tinggal menunggu tanggal dimana kami bertemu kembali untuk yang terakhir kalinya di taman itu" kataku sambil memandangi bus yang berhenti di depanku

Tidak terasa hari-hari monoton di minggu ini cepat sekali berlalu "sudah lama aku tidak berjalan-jalan di taman lagi" kataku sambil melihat smartphone di tanganku yang menunjukkan jam 10:00, "karena sekarang hari sabtu dan tidak ada kuliah lebih baik luangkan waktu saja kemana aja" lanjutku berbicara sendiri di ruang kamarku, pagi ini langit masih tetap di selimuti awan gelap tidak jauh berbeda dengan hari kemarin

Aku pun keluar membawa payung untuk berjaga-jaga jika hujan sewaktu-waktu datang, dan benar saja ketika aku berada di bus menuju taman hujan akhirnya turun meski tidak terlalu deras jalanan pun menjadi sedikit sepi karenanya, tidak butuh waktu lama akhirnya bus yang aku tumpangi tiba di halte yang dekat dengan taman. hujan juga masih belum reda di kawasan ini aku membuka payungku dan berjalan melewati gedung-gedung tinggi perkantoran ini

Hari ini jalananpun terlihat sepi dari orang padahal biasanya kawasan ini begitu ramai "mungkin karena hujan" kataku sambil melanjutkan berjalan, dari tempatku sekarang gerbang masuk ke dalam taman sudah terlihat, aku berhenti di seberangnya melihat jalanan setelah yakin aman aku pun menyebranginya setelah memasuki gerbangnya taman ini terlihat begitu sepi, aku terus berjalan masuk ke dalam taman menuju tempat biasanya aku dan hikari san bertemu

"hikari san" kataku melihat seorang perempuan yang sangat aku kenal sedang duduk di tempat itu sendirian memegang payung di tanganya memakai long dress berwarna putih, sebenarnya aku sedikit ragu ketika memanggil namanya karena sekarang sedang hujan gerimis begini dan melihat seorang yang mirip dengan yang aku kenal duduk di tempat itu rasanya seperti melihat hantu saja, hanya saja mulutku tanpa aku perintah sudah memanggil namanya

Perempuan yang terdiam melihat danau itu sepertinya mendengar panggilanku dan melihatku "ivan kun" ucapnya, dia benar-benar hikari san yang aku kenal dia dia adalah orang yang aku suka hanya saja tidak dapat aku gapai, rasanya begitu aneh buatku melihat hikari san ketika hujan datang ke tempat ini padahal dia biasanya hanya datang ketika cuaca cerah saja, aku meneruskan langkahku mendekati bangku tempat hikari san duduk

Aku hanya berdiri di samping bangkunya tanpa duduk dan hanya saling memandang tanpa berbicara sepatah katapun cukup lama hingga hikari san memulai bertanya "kamu sedang apa di sini?, aku yang mendengar pertanyaan hikari san membalas juga dengan pertanyaan "hikari san sendiri?" setelah saling bertanya suasana kembali diam perasaan aneh kembali menjalar ke seluruh tubuhku

Tanpa di suruh oleh hikari san aku duduk di bangku yang basah oleh hujan itu, kami masih memegang kedua payung kami untuk melindungi dari air hujan 'rasanya sudah lama tidak seperti ini' ucapku dalam hati, "bagaimana kabarmu hikari san?" tanyaku, hikari san hanya menjawab "baik" lalu diam kembali sambil menatap danau di depan kami, aku memberanikan diri terus bertanya kepadanya "kamu kenapa tiba-tiba berubah?" hikari san yang mendengar pertanyaanku kemudian melihat ke arahku sambil bertanya "berubah?" "iya katanya kamu tidak akan berubah waktu saat itu tetapi kenyataanya kamu seperti menghindar kadang" setelah mengatakan itu aku diam

"bukannya kamu yang kadang tidak membalas pesanku" kata hikari san "ya meski begitu terkadang kamu juga sama saja" kataku membalas akhirnya kembali kami hanya saling melihat dan diam "maaf hikari san" kataku kemudian, "tidak apa-apa, aku memang kadang kemari meski cuaca sedang hujan saja rasanya seperti taman ini memiliki medan magnet yang kuat hingga membuatku ingin setiap hari datang ke sini" katanya sambil tiba-tiba tersenyum

"kalau begitu kita sama ya" kataku sambil sedikit tersenyum, dia lalu bertanya kembali "jadi ada apa kita harus bertemu 1 minggu lagi di sni di hari yang sama?" mendengar itu aku menjawab "rahasia, memang hikari san kapan kembali ke jepang?" tanyaku "kalau tidak salah akhir bulan ini" ucapnya, "jadi minggu terakhir bulan ini ya" kataku dan dia hanya menjawab dengan anggukan kepala saja

Hujan akhirnya reda juga kami akhirnya berpisah setelah melihat hujan reda, setelah hari itu kami bertemu rasanya perasaanku sedikit tenang aku sudah tidak memperdulikan dia dengan siapa atau sedang apa dengan tunanganya, yang ada di pikiranku hanya ingin menepati janjiku yang dulu kepadanya. Hari demi hari aku lewati begitu cepat minggu berikutnya tentu saja dengan semangat untuk bisa bertemu hikari san di hari itu, setelah melewati berbagai pelajaran dan macam-macam hal lainnya akhirnya 2 minggu yang lama ini terlewati dan tibalah hari dimana kami akan bertemu kembali di taman itu untuk terakhir kalinya

Di dalam ruangan kamar aku sedang mencari pakaian yang pas untuk aku kenakan hari ini cukup lama aku memilih-milih tetapi aku malah bingung "aku memang tidak bisa memilih pakaian yang cocok memang" kataku kesal, akhirnya mengambil baju berwarna hitam dengan celana hitam karena warna itu memang warna kesukaanku dan memang hampir semua isi lemariku pakaiannya dan celanannya rata-rata berwarna hitam, setelah cukup lama bersiap-siap aku mengambil tasku dan memasukkan novelku yang sudah aku bungkus dengan bagus menurutku

Siang ini cuaca begitu cerah tidak nampak awan mendung sedikitpun di langit yang ada hanya langit yang cerah dengan awan putih di hiasi matahari yang panasnya menyengat, aku menunggu bus di halte dekat rumahku entah kenapa begitu lama hari ini bus datang tidak seperti biasanya "sudah 5 menit aku di sini tapi tidak ada juga busnya" kataku kesal karena udaranya juga begitu panas, setelah menunggu sekitar 10 menit barulah bus yang aku tunggu datang ketika pintu bus di buka terlihat di dalam penuh sesak oleh orang

Aku hanya dapat berdiri saja di dalam bus yang biasanya tidak ramai ini 'memang ada apa sih siang-siang begini banyak orang naik bus' kataku kesal melihat bus yang penuh sesak ini, selama perjalanan sampai di halte yang berada di kawasan perkantoran aku tidak pernah merasakan yang namanya duduk, aku turun sendirian di halte ini dan masih terlihat bus itu penuh sesak di dalamnya, berjalan melewati gedung perkantoran akhirnya aku tiba di gerbang pintu masuk taman "semoga hikari san datang" kataku

Berjalan dengan tergesa-gesa aku akhirnya tiba di bangku tempat biasanya kami bertemu saat itu sudah jam 11:00 ketika aku melihat smartphoneku dan mengirimi pesan kepada hikari san bahwa aku sudah berada di tempat kita janjian, waktu terus bergerak membuatku semakin frustasi bahkan pesanku tidak di balasnya, aku kembali melihat smartphoneku dan sekarang sudah jam 13:00 "apakah dia tidak akan datang" kataku lemas dan frustasi

Aku mengambil novel dari dalam tasku dan menatapnya, suara gesekan daun dan air yang terkena hembusan angin membuat perasaanku semakin kacau saja sekarang. Sebuah nada pesan masuk ke dalam smartphoneku dari hikari san ternyata "sebentar lagi aku datang ya ivan tolong tunggu sebentar", melihat pesan itu hatiku sedikit merasa lega "mungkin sebentar lagi dia akan datang" kataku meyakinkan diriku

Matahari sudah melewati puncaknya dan sedang menuju ke arah barat, waktu pun terus berjalan menuju sore hari tetapi hikari san belum juga terlihat, sudah berpuluh pesan aku kirim kepada hikari san hanya saja tidak ada pesan yang di balasnya setelah pesan yang tadi, hal itu membuatku kembali merasakan frustasi yang sangat besar sekali. Matahari sudah terlihat berada di sebelah barat cahaya sorenya yang hangat sedikit terhalang gedung perkantoran yang berada di kawasan ini

"sudah jam 16:00 ya" kataku yang sudah sangat frustasi "1 jam lagi aku akan menunggumu hikari san, aku percaya kepadamu" lanjutku, udara sore yang hangat sudah mulai berubah sedikit dingin karena sebentar lagi malam akan datang bahkan langit sudah mulai berubah menjadi sedikit gelap, aku melihat jam di smartphoneku yang menunjukkan pukul 17:30 tidak terasa aku terdiam di sini dalam rasa frustasi tanpa menghiraukan waktu yang berjalan dengan cepatnya

Lampu-lampu taman sudah mulai menyala dari tempatku berdiri terlihat banyak cahaya putih berbentuk bulat, aku akhirnya menyerah aku menyerah dengan semua harapanku untuk memenuhi janjiku kepada hikari san "apa aku boleh melanggar janjiku . . . tetapi hikari san juga tidak datang ke sini, lalu apa gunanya aku menepati janjiku ketika dia memberi harapan palsu" kataku sambil beridir dari bangku yang sudah dari siang aku duduki ini, buku novel di tangan masih saja aku lihat dan akhirnya aku letakkan buku itu di bangku taman itu

Aku sudah tidak mau berpikir lagi apakah itu akan di ambil seseorang atau bagaimanapun akhir dari buku itu, aku berjalan keluar dari taman dengan rasa frustasi yang sangat besar masih tidak percaya bahwa hikari san bisa memberi sebuah harapan palsu kepadaku seperti ini, sore yang sudah berubah menjadi malam dan terlihat banyak orang keluar dari gedung perkantoran memenuhi jalan yang biasanya aku lewati menuju halte itu

Rasanya seperti dulu ketika dunia begitu ramai dan aku tidak bisa berada di sana, aku duduk di bus yang malam ini penuh sesak oleh para pekerja kantor yang baru saja pulang dalam hati kau berbicara 'sepertinya sekali seorang menjadi penyendiri meski dia ingin merubah dirinya dan bergaul dengan orang di sekitarnya tetapi lingkunganlah yang memang menentukan segalanya, sekali penyendiri memang akan selalu menjadi penyendiri sepertinya, seandainya kamu datang hikari san dan membaca halaman terakhir itu maka aku sudah sangat bahagia, akhirnya tanpa terasa sebuah air mata jatuh dari wajahku ini sambil melihat gemerlapnya dunia ini seperti masa lalu 'seandainya kamu membaca tulisan di halaman terakhir itu' kataku dalam hati

" kepada orang yang aku suka, terima kasih kamu pernah datang mengisi hatiku ini, aku bahkan tidak mengira kita akan bertemu seperti waktu itu di taman itu, kamulah yang sudah merubah semua hidupku yang gelap dan sepi ini menjadi penuh warna. Aku tidak percaya pada diriku sendiri ketika menulis buku ini karena hampir semua isinya hanya berupa ungkapan hatiku saja tetapi kamu datang dan merubah alurnya menjadi lebih menarik, aku masih ingat saat pertama kali aku melihatmu mungkin kamu hanya menganggap aku sebagai anak kecil saja dan kamu mengacuhkan perasaanku, tetapi untuk pertama kalinya aku jujur dengan perasaanku sendiri terhadap orang lain dan itu karena kamu, kamu bagaikan malaikat yang turun dari langit untuk menyelamatkanku dari siksa dunia ini. Aku sadar aku tidak bisa tenggelam terlalu dalam kepada kehidupanmu tetapi aku sungguh berterima kasih karena kamu pernah memberiku sebuah kesempatan, terima kasih aku benar-benar berterimakasih dan aku akan tetap menyukaimu tidak hanya sekarang tetapi juga selamanya karena kamu adalah cinta pertamaku "


END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar