Minggu, 15 September 2013

Sun Dry Season [ Part 5 ]

JULY





Bulan Juli datang dan aku berharap semoga bulan ini menjadi awal yang baik untukku saat ini dan kedepannya, setelah menerima hasil ujian aku mencari perguruan tinggi dan mulai mengumpulkan brosur dari setiap perguruan tinggi. Ya soal biaya masuk memang tidak terlalu membuatku pusing hanya saja menentukan pilihan yang terbaik untukku itu lah yang membuatku bingung sendiri, rencananya hari ini hikari san akan menemaniku berkeliling kota untuk mencari perguruan tinggi

Kami akan bertemu dulu di halte dekat taman baru kemudian meneruskan perjalanan mencari perguruan tinggi untukku "selamat pagi ivan kun" sapa hikari san ketika aku baru saja turun dari bus "ya selamat pagi juga hikari san" sapaku, "jadi hari ini kita mau kemana?" tanyanya "hmm aku sebenarnya sudah mendapatkan semua brosur dari setiap perguruan tinggi di kota ini hanya saja . . . . itu malah membuatku bingung" kataku sambil menundukkan kepalaku


"jadi sudah dapat semua brosur ya kalau begitu kenapa tidak di lihat semua brosurnya, sini aku bantu" katanya bersemangat, ada 15 brosur pendaftaran perguruan tinggi di tangan hikari san saat ini dia dengan serius dan teliti melihat semuanya kemudian membagi brosurnya menjadi 2 bagian lalu bertanya kepadaku "ivan kun memang mau mengambil jurusan apa?", ketika di tanya seperti itu aku juga tidak mengetahui dengan pasti karena aku sendiri juga bingung di bagian itu "aku sebenarnya bingung di bagian itu hikari san hehehe" kataku sambil tertawa kecil dan menggaruk-garuk rambutku

"dasar, memang kamu hobi suka di bidang apa? atau punya tujuan apa nanti ke depanya?" tanyanya kembali, aku kembali diam sambil berfirik sudah banyak bus yang melewati halte kami tetapi kami seperti tidak memperdulikanya dan tetap duduk di halte, "banyak misalnya aku suka bermain komputer apa lagi ya baca buku, manga, nonton anime, makan, tidur, dan olahraga sedikit sih, dan juga aku paling malas kalau di suruh belanja secara boros untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu penting" kataku sambil mengangguk-angguk pelan "ya jadi seperti itu hikari san" aku kembali berbicara dan melihat ke arah hikari san dan membuatnya sedikit kaget

"begitu ya baiklah bagaimana kalau masuk jurusan informatika atau manajemen?" tanya hikari san, "dari kedua jurusan itu yang paling susah yang mana?" tanyaku, hikari san melihatku seolah-olah sudah mengerti yang aku inginkan "sudah kamu masuk manajemen saja" katanya sambil menyerahkan kembali brosur di tanganya "baiklah kalau begitu, tetapi masuk perguruan tinggi yang mana?" tanyaku kembali, hikari san kembali melihat brosurku dan akhirnya dia menarik 2 brosur dari tanganku "ini" katanya sambil memperlihatkan brosur ke hadapanku

"hanya 2 perguruan ini saja yang jurusan manajemennya bagus sepertinya" hikari san berkata dengan sedikit ragu juga "dan perguruan ini juga yang sekarang menjadi tempatku menimba ilmu" katanya kembali sambil menunjukkan nama sebuah perguruan tempat dia dan teman-temanya menjadi pertukaran mahasiswa "kalau begitu aku pilih perguruan tempat hikari san saja" kataku bersemangat, mendengar ucapanku wajah hikari san nampak bahagia tetapi kemudian berubah sedikit muruh "kenapa hikari san?" tanyaku

Hikari san masih diam sebentar lalu berkata "sebenarnya akhir bulan september tahun ini aku sudah harus kembali ke jepang karena waktu pertukarang pelajarnya sudah selesai" mendengar ucapanya aku mendadak ikut menjadi diam 'akhir september? kenapa? kenapa begitu cepat waktu kami bertemu, aku kira . . . .' berbagai pertanyaan muncul di pikiranku dan aku akhirnya memberanikan bertanya kepadanya "aku kira kamu baru pindah ke sini dan masih ada waktu selama 1 tahun untuk kita bertemu"

Bus masih terus berhenti di halte kami silih berganti hari itu tidak banyak kendaraan yang nampak di jalan mungkin karena bulan ini menjadi puncak udara panas di musim kemarau, hikari san kemudian membuka mulutnya dan berkata "tidak ivan kun aku sudah berada di sini sejak tahun kemarin dan selama musim panas di jepang aku masih bisa bebas di indonesia dan baru kembali ketika musim gugur nanti", aku yang masih terdiam kemudian berdiri dan menarik tanganya untuk berdiri "kalau begitu kita lakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk kenang-kenanganmu selama di sini bagaimana?" tanyaku kepada hikari san yang masih berdiri terdiam sambil melihatku

"baiklah, terima kasih ivan kun" jawabnya dengan tersenyum yang kembali menampakkan kecantikannya, kami akhirnya hari itu datang ke perguruan tinggi tempat hikari san belajar setelah melakukan pendaftaran dan jadwal untuk tes ujian masuknya akan di mulai senin depan. Selama seminggu hikari san menemaniku belajar di taman untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi, selama seminggu ini hikari san benar-benar mengajariku dengan serius meski udara benar-benar panas di luar rumah tetapi tidak menyurutkan semangat kami berdua, aku bahkan berpikiran ini sebenarnya bukan belajar malah lebih tepat seperti piknik saja

Satu lagi hal indah yang tidak pernah aku alami seumur hidup kembali aku rasakan di taman ini bersama hikari san, berdua di taman ini dengan orang yang aku suka benar-benar sebuah anugerah tersendiri untukku. Hari ini adalah hari sabtu sehingga hikari san hari ini tidak mau mengajari aku sama sekali dan hanya ingin mengobrol saja "besok bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu untuk menghilangkan stress selama belajar seminggu ini" ajaknya, "tapi mau kemana hikari san? bukanya di sini saja sudah menyenangkan?" tanyaku "hmm bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain saja?" tanya hikari san dengan semangat "taman bermain?" tanyaku sedikit bingung dan hikari san hanya mengangguk dengan semangatnya

"memang di kota ini ada?" tanyaku kembali "kamu ini sudah tinggal lama di negerimu sendiri tetapi tidak tahu, dasar" katanya sedikit marah "maaf, jadi dimana tempatnya?" tanyaku penasaran juga "sudah kamu besok ke halte di taman ini nanti aku beritahu" hikari san berbicara dengan semangat, 'besuk ya? berarti hari minggu' kataku dalam hati "lalu hari ini kita akan belajar lagi ?" tanyaku penasaran tentang apa yang akan di lakukan hari ini, "hmm hari ini temani aku ke mall ya membeli beberapa barang" hikari san berkata tetap dengan semangat dan menarik tanganku untuk mengikutinya

"katanya tadi hanya ingin mengobrol saja sekarang malah mengajakku ke mall" kataku sedikit menggerutu hikari san hanya tertawa kecil mendengar perkataanku barusan dan menjawabnya "makanya tadi kamu jangan bertanya soal belajar jadinya aku berpikiran lain deh", hari itu kami berjalan-jalan di mall hikari san memberi banyak sayuran dan bahan makanan lainnya di salah satu supermarket dan sudah bisa di tebak hari ini akulah yang mendapatkan bagian membawakan barang-barangnya

"jadi untuk apa semua ini hikari san?" tanyaku penasaran "ya untuk di makan sama teman-teman di rumah malam ini, oia ivan kun ikut juga ya makan malam di rumahku nanti" hikari san berbicara sambil memilih-milih bumbu masakan, aku yang mendengarnya sedikit kaget dan bertanya "apa tidak masalah?" "tidak apa-apa kok tenang saja" katanya lagi tanpa melihatku, setelah semua bahan makanan di beli kami langsung pulang dan menaiki bus menuju rumah hikari san selama di bus hikari san banyak berterima kasih kepadaku karena berkat nasihatku dan saranku beberapa waktu yang lalu hubungan dia dengan temanya sudah membaik sekarang

Bus yang kami naiki dari mall tadi akhirnya sampai di halte kawasan rumah hikari san setelah berjalan melewati beberapa blok rumah akhirnya sekali lagi aku berdiri di depan pagar rumah ini "apa benar-benar tidak masalah" kataku pelan, sepertinya hikari san mendengar perkataanku "sudah masuk saja" katanya sambil mendorongku masuk setelah dia membuka kunci pagar rumah, ketika hikari san ingin membuka pintu ternyata semua teman-temanya langsung membuka pintu sambil berkata "halo ivan kun selamat malam" aku yang melihat hal itu hanya diam dan gugup mau berkata apa "ssss. . .sel. . selamat. . .ma. . ma. . .malam"

Semua yang melihatku langsung tertawa dan akhirnya semua masuk ke dalam rumah termasuk aku juga meski masih gugup, pengalaman seperti ini baru pertama kali terjadi dalam hidupku seorang laki-laki sendirian masuk ke rumah seorang perempuan ah bukan seorang perempuan lagi tetapi beberapa perempuan itu malah membuatku semakin gugup saja, aku sudah tidak dapat membayangkan seperti apa wajahku saat ini kalau di bilang malu ya jelas sangat malu malahan

Hikari san dan semua temannya memasak dan menyiapkan meja untuk makan termasuk aku juga yang sedikit-sedikit membantu menyiapkan meja, selama menyiapkan meja makan beberapa teman hikari san bertanya "hei ivan kun apa kamu sudah berpacaran dengan hikari san?" "apa kamu sudah menembaknya?" "kamu kelihatanya malu-malu begitu kenapa?" dan berbagai pertanyaan tidak logis menurutku terus di tanyakan kepada diriku

'Sudah lama aku tidak melihat dan merasakan hal seperti ini' kataku dalam hati sambil membersihkan meja, tidak terasa selama membersihkan meja dan mendengar berbagai pertanyaan teman-teman hikari san makan sudah masak "ayo ini makananya sudah siap cepat cuci tangan dulu" teriak hikari san membuat semuanya langsung berlari untuk cuci tangan, aku yang masih terdiam melihat semua bertanya-tanya "kenapa cepat sekali semuanya ya?" "cepat kenapa ivan kun?" terdengar hikari san bertanya di sebelahku membuat aku sedikit kaget sambil menjawab pertanyaanya "bukan begitu kan yang masak tadi hikari san kenapa sepertinya semua jadi semangat ya atau apa perasaanku saja"

"tentu saja kami semangat masakan hikari chan itu sungguh nikmat, kalau kamu mencobanya pasti minta tambah ivan kun" kata salah satu temanya "hmm sebenarnya hikari san sering membawakan bekal makanan kalau kami bertemu" kataku dengan ekspresi datar "wow aku tidak percaya mendengarnya" teriak salah satu teman hikari san yang baru selesai mencuci tangan, hikari san yang mendengarnya hanya memalingkan wajahnya lalu meninggalkan kami untuk cuci tangan, suasana makan seperti ini sungguh baru pertama kali aku alami selain makan bersama dengan kedua orang tuaku dan kakakku jadi rasanya sedikit aneh saja

Selesai makan semuanya mengajakku bermain dulu sebelum pulang, kami bermain kartu yang tidak pernah aku mainkan kata mereka itu adalah permainan asal jepang bernama hanafuda ( Koi Koi), tidak terasa waktu berjalan begitu singkat akhirnya jam 21:30 aku terpaksa pulang karena jadwal operasi bus paling malam pukul 22:00 saja dan juga besok aku dan hikari san juga akan ke kebun binatang yang entah dimana tempatnya

Sekarang aku masih baru saja turun dari halte bus yang paling dekat dengan taman padahal aku sudah datang 10 menit lebih awal dari waktu yang di janjikan tetapi hikari san sudah berdiri menungguku "maaf hikari san apa aku telat?" tanyaku ketika menghampirinya "tidak kok hanya saja sudah kebiasaan saja" jawabnya, kami menunggu beberapa saat hingga bus yang mau kami naiki datang selama menunggu aku memberitahunya suatu hal "hikari san sebentar lagi aku akan menyelesaikan novelku dan akan segera aku cetak, dan cetakan pertamanya akan aku berikan kepadamu" mendengar perkataanku dia tersenyum sambil berkata "terima kasih ivan kun kamu sungguh baik"

Akhirnya bus yang kami tunggu tiba, aku yang melihat rute perjalannya bertanya kepada hikari san "lho ini kan bus menuju terminal kota kenapa kita menaikinya?" "tentu saja kan taman bermainnya berada di sebelah utara kota ini dekat pantai" jawabnya, aku hanya mengangguk saja mendengar perkataanya tanpa terasa kami sudah tiba di terminal saat ini suasana di terminal sudah ramai orang, kami berjalan menuju loket penjualan karcis untuk membeli karcis untuk menaiki bus selanjutnya, setelah membeli karcis kami berjalan menuju bus tersebut melewati lorong yang ramai oleh orang bahkan ketika menaiki bus suasanya sudah penuh dengan penumpang

Selama 30 menit perjalanan aku bisa melihat pemandangan yang masih sama saja dengan di kota dengan gedung-gedung tinggi dan sedikit ramainya kendaraan, akhirnya kami tiba di taman bermain itu dari depan tidak nampak seperti taman bermain menurutku karena kami harus menaiki bus lagi untuk dapat masuk ke dalam kawasan taman bermain, kami berjalan membeli karcis masuk setelah membelinya kami di suruh berjalan ke arah yang berlawanan untuk masuk ke dalam dan memperlihatkan karcisnya kepada penjaga di sana, dari situ kami menaiki bus lagi untuk menuju kawasan taman bermain yang dekat dengan pantai. Tempat ini di bagi menjadi 2 wilayah yang satunya adalah taman bermain dan sebelahnya adalah kawasan pantai, setelah menaiki bus selama 10 menit akhirnya kami tiba di depan gedung untuk masuk ke dalam taman bermain, dari sini kami berjalan menuju pintu masuk tetapi antrianya sudah panjang padahal baru jam 10 pagi
“panasnya” kata hikari san, “ya mau bagaimana lagi namanya jg antri, oia ini aq bawa minuman tadi dari rumah” kataku sambil mengambil botol air mineral dari dalam tasku dan memberikanya kepada hikari san “dan juga pakai ini” kataku lagi sambil menyerahkan sebuah topi hitam agar hikari san tidak terlalu kepanasan. Setelah cukup lama antri akhirnya giliran kami tiba juga untuk memberikan karcis, setelah memberikanya kepada petugas kami berjalan masuk ke dalam melewati tempat penggeledahan pengunjung, di dalam sini sudah ramai pengunjung yang datang dan terdengar suara teriakan histeris dari beberapa wahana bermain
Mendengar teriakan itu pikiranku sudah kacau tetapi ketika aku melihat hikari san dia nampaknya malah semakin bersemangat “ ayo kita coba roller coaster, terus itu, itu, dan itu juga” katanya sambil menarik tanganku dan menunjuk bebrapa wahana permainan. Dalam hati aku berkata ‘ welcome to the dark world ivan, brave your self’, dengan rasa takut aku menuruti ajakan hikari san berjalan menuju salah satu wahana roller coaster. Dengan semangat hikari san antri di barisan pengunjung yang lumayan panjang “aku sudah tidak sabar, benar kan ivan kun?” katanya sambil tersenyum melihatku “ya begitulah” jawabku dengan lemas
Teriakan demi teriakan terdengar semakin jelas dari ara roller coaster ini, aku melihat sedikit ke arah jalurnya yang tinggi dan berputar-putar seperti naga. Aku bertanya kepada hikari san sekali lagi sebelum naik wahana ini “hikari san apa kamu yakin mau menaikinya?” “tentu saja ivan kun aku sudah tidak sabar” katanya bersemangat, setelah mendengar jawabanya mau bagaimana lagi selain hanya menurutinya. Beberapa menit kami antri dan akhirnya kami berada antrian untuk menaiki roller coaster berikutnya
‘yang lama saja kamu datang wahai roller coaster atau kamu terbang entah kemana gitu biar kami tidak jadi menaikinya’ doaku dalam hati tetapi sepertinya doaku tidak di kabulkan karena roller coasternya telah berhenti di seberang kami, sekilas terlihat ekspresi orang-orang yang baru saja menaikinya terlihat ada yang mual mau muntah, ada yang sedikit terhuyung-huyung, ada yang masih semangat dan berkata “aku ingin naik sekali lagi”
Aku hanya berkata dalam hati ‘benarkah mau menaikinya sekali lagi? Bertukarlah denganku ayo :(“ akhirnya pintu masuk menuju roller coaster di buka dengan langkah yang tidak bersemangat aku mendekatinya bersama hikari san yang berbeda jauh denganku, dia menarikku dan sedikit berlari untuk duduk di kursi paling depan. Dia duduk dengan semangat sambil menyuruhku duduk di sampingnya “duduk sini ivan kun pasti menyenangkan”, ‘mati aku’ kataku dalam hati dan setengah hati aku berjalan untuk duduk di kursi itu
Setelah semua penumpang duduk termasuk aku ada sesuatu seperti sabuk pengaman secara otomatis menahan tubuh bagian depanku “deg. . . deg. . . deg . . .” terdengar suara jantungku semakin jelas, tiba-tiba roller coaster ini berjalan maju dan naik mengikuti jalurnya dengan lambat dan pasti. Entah sudah berapa lama roller coaster ini berjalan naik, aku dengan takut melihat ke arah kiri dan terlihat orang-orang seperti semut serta suaranya yang semakin tidak jelas, tiba-tiba roller coaster ini berhenti tepat di ujung atas jalur ini dan suasana tiba-tiba menjadi hening sekali, saat ini lah jantungku dan pikiranku semakin tidak karuan
Setelah berhenti sebentar roller coaster ini berjalan lagi dan jalurnya menurun tajam, roller coaster ini pun mengikuti jalurnya dengan kecepatan tinggi, semua orang pun teriak sekeras-kerasnya termasuk aku juga bahkan ada yang berteriak histeris tetapi tidak terdengar begitu jelas di tambah angin yang menerpa wajahku begitu terasa sangat tidak bersahabat. Setelah mencapai dasar roller coaster itu berbelok ke arah kiri kanan lalu berputar membuat kepalaku berkunang-kunang dan akhirnya akupun tidak sadar setelah itu sampai roller coaster berhenti dan di bangunkan oleh hikari san
“ivan kun, ivan kun kamu tidak apa-apa?” dia memanggilku sambil menggoyang-goyangkan badanku, rasanya tubuhku seperti sudah menginjak tanah saja “apa kita sudah sampai hikari san?” tanyaku penasaran, “sudah ivan kun, kamu sekarang sedang istirahat karena pingsan di rest area” kata hikari san dengan nada yang terdengar khawatir. Setelah bangun dan diam selama beberapa menit aku kembali bertanya kepada hikari san “hikari san itu apa tadi aku melakukan hal yang aneh?”, mendengar pertanyaanku hikari san sedikit kaget dan terlihat berfikir sebentar lalu berbicara “ya setelah turun dari roller coaster kamu sepertinya berbicara sendiri lalu muntah dan ya akhirnya kamu pingsan lagi dan di bawa ke tempat ini sama petugas di sana”
“ow begitu ya” jawabku masih lemas, “lalu kemana lagi kita sekarang?” tanyaku kepada hikari san, “hmm kemana ya, kita ke merry go round aja bagaimana? Ah iya kamu masih sedikit pusing sih jadi kemana ya . . .” dia berbicara dan bertanya sendiri sedangkan aku masih melihatnya kemudian berbicara “bagaimana kalau kita mencari makan aja dulu?”, “ah benar itu juga ide yang bagus untuk memulihkan semangatmu” ucapnya
Setelah menentukan tujuan berikutnya kami berjalan keluar dari rest area menuju food court yang letaknya sedikit jauh dari tempat kami berada jika melihat dari denah wilayah taman bermain yang kami bawa ini, setelah berjalan beberapa menit melewati beberapa wahana permainan kami tiba di depan food court dan menuju ke beberapa toko penjual makanan dan memilih-milih menu makananya yang berada di depan toko tersebut “jadi mau makan apa hikari san?” tanyaku “hmm apa ya aku juga bingung” jawabnya
Kami kembali berjalan melihat toko makanan berikutnya dan melihat menu makanannya akhirnya kami tiba di ujung barisan toko makanan dan aku kembali bertanya kepada hikari san “bagaimana?” “hmm aku pesan nasi goreng saja kalau kamu ivan kun?” tanyanya kembali “hmm sama aja deh’ jawabku singkat, setelah menentukan makanan yang di pesan dan memesannya kami berjalan ke meja di depan toko makanan itu yang kebetulan kosong, ya kondisi food courtnya masih belum terlalu ramai jadi kami masih bisa memilih tempat duduk dengan bebas, setelah duduk aku bertanya kepada hikari san “mau minum apa hikari san?” “minuman soda aja yang di botol minuman saja” jawabnya. Setelah itu aku berjalan menuju ke toko penjual minuman dan membeli 2 botol minuman soda dan kembali menuju meja kami
Aku memberikan 1 botol minuman soda kepada hikari san dan langsung di bukanya tutup botolnya, sedangkan aku masih malas meminumnya karena perutku terasa lapar. Sambil menunggu makanan yang kami pesan datang hikari san dan aku kembali berbincang-bincang, “kamu tadi lucu lho pas berbicara tidak jelas setelah turun dari roller coaster” katanya sambil sedikit tertawa, “memang aku berbicara seperti apa hikari san?” tanyaku penasaran, “bilang tidak ya?” jawabnya seperti menggodaku saja “ya harus di beritahu aku kan juga penasaran” jawabku lagi
“kamu yakin tidak malu kalau aku beritahu?” jawab hikari san kembali, mendengar pertanyaan itu aku sedikit berfikir sebentar memikirkan macam-macam hal tetapi akhirnya aku tetap ingin tahu jawabanya “tidak masalah” jawabku, “jadi begini ketika kamu turun tadi kan kamu seperti orang yang mabuk tuh jalannya, aku di sampingmu memegangimu biar tidak jatuh tapi sekilas aku mendengar  kamu berbicara  . . . . . ah tidak jadi deh” ucapnya sambil kedua tangannya menutup mulutnya seperti menahan tawa
“ah tidak asik nih” jawabku jengkel melihat itu hikari san makin tertawa sambil menahan suaranya dengan kedua tanganya, setelah berbicara seperti itu seorang pramuniaga membawakan 2 piring nasi goreng ke meja kami “permisi ini pesanannya” setelah berkata seperti itu dan meletakkan 2 piring nasi goreng pramuniaga itu berjalan berbalik arah dari tempat kami duduk, “kelihatannya enak” kataku “benar sepertinya enak tercium dari aromanya juga” kata hikari san, dengan lahap kami memakan nasi goreng itu bahkan sampai lahapnya akupun tersedak melihat itu hikari san tertawa sambil berkata “lapar ya lapar tapi tidak seperti itu juga kalau makan” aku yang tersedak makananku mencoba membuka botol minuman soda tadi dan meminumnya
“ah lega” kataku sedangkan hikari san hanya tertawa sambil melanjutkan makannya, “menyebalkan sudah tahu tersedak tidak di bantu malah di tertawain” kataku kesal tetapi hikari san hanya diam dan melanjutkan makannya sampai habis baru berbicara membalas perkataanku tadi “ya itu salahmu sendiri, salah sendiri makan aja sampai seperti itu” katanya sambil tertawa mungkin mengingat kejadian barusan
Setelah makanan kami habis hikari san mengambil denah di meja dan membukanya, dia sedang serius melihat-lihat wahana apa saja yang berada di tempat ini sepertinya, dan food court ini sudah mulai di penuhi orang yang sudah selesai dari bermain di wahana permainan lain dan juga sekarang memang sudah waktunya makan siang “jadi kita akan kemana hikari san?” tanyaku yang melihat hikari san masih fokus melihat denah di tangannya “ke sini saja” katanya sambil menyerahkan denahnya dan menunjuk salah satu wahana permainan
“. . . .” aku hanya diam ketika melihat nama wahana itu, “kenapa ivan kun? Apa kamu juga takut masuk ke situ?” tanya hikari san “tidak juga sih hanya saja . . “ jawabku yang belum selesai di putus oleh perkataan hikari san “bagus kalau begitu ayo kita berangkat sekarang” tanpa memperdulikan jawabanku yang belum selesai itu. Kami akhirnya meninggalkan wilayah food court dan berjalan menuju wahana yang di pilih hikari san tadi, setelah berjalan tidak terlalu jauh kami tiba di depan sebuah rumah tua yang besar dengan tembok yang terbuat dari kayu yang sudah usang dan terlihat sekilas di jendela-jendelanya bayangan atau kilatan cahaya serta suara-suara menakutkan
Aku yang masih terdiam melihatnya tiba-tiba di tarik hikari san untuk mengantri masuk ke dalam “ayo” katanya dan sepertinya antrianya tidak terlalu panjang karena ketika barisan depan kami berangkat hanya tinggal kami yang mengantri “mungkin karena waktunya makan siang jadi sepi ya” kataku sambil melihat sekeliling. Setelah beberapa menit berdiri akhirnya kami di ijinkan masuk dan di bekali sebuah lampu senter untuk melihat di dalam rumah hantu ini
Memasuki pintu masuk rumah hantu ini saja rasanya sudah tidak mengenakkan hati, tetapi aku hanya bisa terus melangkah daripada di tinggal hikari san yang berjalan di depanku “ayo ivan kun apa kamu takut?” ucap hikari san mengagetkanku “tentu saja tidak” kataku terpaksa, kami sekarang berada di ruangan yang gelap gulita dan terlihat cahaya di pintu menuju tempat selanjutnya, tetapi di ruangan ini tidak terjadi apa-apa jadi kami berjalan terus
Ketika di depan pintu sebelum masuk kami berdua berhenti dan mengintip ke dalam sambil mengarahkan lampu dari senter ke dalam ruangan itu, di dalamnya terdapat sebuah kursi yang bergoyang sendiri tanpa ada yang mendudukinya. Setelah itu kami masuk ke dalam dan tiba-tiba sebuah benda putih melayang tepat di depan kami dari arah atas kursi itu sepertinya, langsung saja aku dan hikari san berteriak dan tanpa berfikir lagi berlari menuju pintu selanjutnya yang berada di belakang kursi itu
Dan sekarang kami berada di ruangan yang gelap seperti sebelumnya hanya saja ruangan ini begitu luas “hikari san” panggilku sedangkan dia hanya menjawab “hemm” “bagaimana kalau kita balik arah saja dan kembali?” tanyaku “ yang benar saja ivan kun” katanya dengan nada sedikit  kesal sambil melihat ke arahku berdiri di sampingnya “ya mau tidak mau kita harus melanjutkannya” katanya lagi sambil mulai berjalan. Dan sudah dapat di tebak bahwa ruangan ini lebih menyeramkan dari ruangan sebelumnya dan terus saja teriakan demi teriakan kami keluarkan ketika melewati semua ruangan sampai terlihat pintu keluar rumah hantu ini
“untung aku masih hidup” kataku lemas sambil duduk di dekat bagian belakang rumah hantu “menyenangkan ya ivan kun” hikari san berkata dengan wajah yang masih bisa tersenyum “menyenangkan apanya hikari san, hampir saja aku mati karena sakit jantung di dalam sana” kataku jengkel tetapi hikari san hanya tertawa mendengar ucapanku barusan, “ya sudah kamu di sini dulu aku belikan minuman dulu di sana” hikari san berkata sambil berjalan menuju vending machine penjual minuman
“ini minum dulu” kata hikari san sambil menyerahkan sebotol minuman kepadaku, tanpa pikir panjang aku langsung menghabiskan seluru isi minumannya karena kehausan sekali sehabis teriak-teriak tadi “kamu kehausan ya ivankun” tanya hikari san dan aku hanya menjawabnya dengan anggukan tanpa berkata apa-apa, setelah itu aku bertanya kepada hikari san “mau kemana lagi?”, “hmm sekarang sudah sore ya” kata hikari san sambil melihat jam tanganya
“baiklah kalau begitu kita ke merry go round aja bagaimana?” katanya bersemangat, “baiklah tapi tunggu sebentar lagi”kataku “kenapa lagi ivan kun?” tanya hikari san “biarkan tenagaku sedikit pulih” jawabku, setelah beberapa menit duduk akhirnya kami berangkat menuju merry go round. Saat ini yang menumpanginya penuh sekali untung saja permainan ini tidak sampai membuatku pusing, setelah cukup lama bermain di situ dan waktu sudah menunjukkan jam 18:00 kami akhirnya menuju restoran yang terdapat di dekat pantai di sebelah tempat bermain ini
“wah indah sekali suasananya, romantis” kata hikari san sambil melihat sekliling restorant yang berada di dekat pantai, memang sih tempat ini bisa di bilang romantis karena kami makan di luar ruangan dengan bintang dan langit malam sebagai payungnya di tambah ombak dari pantai yang tidak terlalu jauh dan di setiap meja terdapat lilin sebagai salah satu penerangannya meski ada lampu yang menggantung di atas kami
“ya memang sih” jawabku singkat, setelah menu makanan yang kami pesan tiba tanpa berpikir panjang lebar kami memakanya dengan semangat ‘rasanya seperti mimpi untukku’ kataku dalam hati sambil memakan makanan di depanku, tidak terasa hari yang panjang dan menyenangkan ini harus selesai setelah ini. Selesai makan malam kami akhirnya pulang menuju rumah masing-masing selama perjalanan di bus kami lebih banyak diam karena kelelahan setelah bermain seharian tadi, sesampainya di halte dekat taman yang biasanya kami berpisah karena jalur bus kami sudah berbeda “jadi sampai bertemu lagi ya ivankun dan terima kasih untuk hari ini” kata hikari san sebelum naik ke dalam bus “ya sama-sama hikari san tadi itu sungguh menyenangkan” balasku, setelah itu kami akhirnya berpisah menaiki bus yang berbeda
Menyenangkan sekali bermain dan bersenang-senang bersama di sana sebelum aku ujian masuk perguruan tinggi, hikari san saat itu juga membawa bekal makanan sehingga membuatku makin senang saja ketika makan siang. Ketika pulang kami berpisah di halte dekat taman dan menaiki bus masing-masing menuju rumah kami, di dalam bus menuju rumah aku hanya tersenyum-tersenyum sendiri mengingat kejadian ini 'ya ini salah satu sejarah besar dalam perjalanan hidupku, oia kalau sampai rumah aku harus segera menyelesaikannya untuk segera di cetak' kataku dalam hati dengan semangat

Beberapa hari aku berada dalam tekanan ujian masuk perguruan untung saja semua pelajaran yang di ajari hikari san banyak yang membantuku sehingga membuatku tidak merasa terlalu berat menghadapain ujian masuk perguruan ini, hari terakhir ujian dalah hari ini jadi semangatku sedang naik-naiknya karena nanti sepulang ujian pasti bertemu hikari san. Setelah ujian kami di suruh melihat hasil ujianya di internet, setelah mendengar itu aku berdiri dari bangkuku dan cepat-cepat bergegas meninggalkan ruangan untuk menuju halte bus terdekat, sesampainya di taman aku berjalan dengan semangat menuju bangku taman tempat aku dan hikari san biasanya duduk

Tetapi di sana tidak ada siapapun aku akhirnya duduk sendirian sambil mengirim pesan kepada hikari san, sambil menunggu pesan dari hikari san aku memadangi sekitar taman ini 'tidak ada yang berubah ya' kataku dalam hati, setelah lama menunggu di situ akhirnya hikari san mengirimi pesan bahwa beberapa hari ini dia dan teman-temanya ada acara di luar kota mendadak jadi kami tidak bisa bertemu untuk beberapa waktu, aku yang melihat pesan itu hanya bisa membalas iya saja lalu berdiri dari bangku dan berjalan pulang

Selama beberapa hari aku dan hikari san saling mengirim pesan seperti biasanya, tanpa terasa hari penentuan aku masuk perguruan tiba aku membuka laptop di kamarku dan membuka web browser untuk melihat hasilku, setelah lama mencari akhirnya namaku ada dan ternyata aku lolos masuk ujian perguruan itu untuk menjadi mahasiswa di sana. Setelah melihat itu aku mengirim pesan kepada hikari san dia mengucapkan selamat kepadaku dan mengatakan bahwa dia juga lusa sudah kembali pulang jadi hari itu juga kami bisa bertemu di taman

Hari yang aku nanti akhirnya tiba, aku memilih pakaian yang bagus untuk hari ini setelah memilih cukup lama akhirnya aku bingung sendiri dan hanya mengenakan pakaian biasa saja dengan kaos dan celana panjang di tambah jaket karena nampak dari jendela kamarku siang itu awan sedikit gelap "hari ini aku akan menembaknya" kataku dengan semangat, selama di bus jantungku berdetak dengan kencang membuatku makin grogi saja, setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya aku tiba di halte di kawasan perkantoran ketika aku turun dari bus terlihat awan semakin gelap saja dan aku tidak membawa payung

Selama berjalan melewati gedung-gedung perkantoran menuju taman di pikiranku hanya muncul berbagai pertanyaan 'bagaimana nanti mengutarakannya? apa dia akan menerimaku? bagaimana respodnya?' dan lain sebagainya, berjalan cukup lama akhirnya nampak pintu masuk menuju taman di seberang jalan aku masih saja terdiam melihatnya hingga tiba-tiba suara yang tidak terdengar asing memanggilku "ivan kun" mendengar itu aku melihat di dekat pintu masuk hikari san sedang melambaikan tangannya

Aku akhirnya menyebrangi jalan dan menghampirinya "tumben hikari san tidak menungguku di tempat biasanya?" "ah tidak sekali-sekali aku ingin menunggumu di sini" jawabnya sambil tersenyum, kami berjalan menuju tempat kami biasanya duduk terlihat hikari san membawa sebuah payung di tangannya, benar saja tidak lama kami duduk dan bercerita berbagai macam hal air hujan sedikit demi sedikit turun dari langit membasahi bumi, hujanya sedikit lebat sehingga dengan terpaksa kami berteduh di bawah pohon sambil memakai payung bersama-sama karena aku lupa tidak membawa payung

Saat itu rasanya aku semakin grogi saja hujan turun dengan lebat dan sekarang kami berdempetan di dalam satu payung, setelah saling diam cukup lama aku memberanikan diri membuka pembicaraan "hikari san", mendengar perkataanku hikari san melihat sedikit ke arahku, rasanya baru pertama kali kami saling melihat dengan jarak sedekat ini membuatku makin gugup tetapi aku harus memberanikan diri 'kalau tidak sekarang kapan lagi' kataku dalam hati

"hikari san aku lulus ujian masuk" kataku pelan "kan beberapa hari kemarin kamu sudah cerita ivan kun waktu kita berkirim pesan" katanya, mendengar itu aku hanya dapat menghina diriku sendiri kembali suasana menjadi sepi seperti semula, akhirnya dengan memberanikan diri aku keluar dari payung dan membuatku basah karena hujan tetapi aku tetap ingin berada di sini untuk mengatakan yang sebenarnya "hikari san untuk saat ini aku akan berusaha jujur untuk pertama kalinya" kataku sambil melihatnya, dia sedikit kaget dengan ekspresi bertanya-tanya di wajahnya

"aku sebenarnya menyukaimu sejak lama hikari san, mungkin sejak pertama kali kita bertemu di taman ini dan ketika kamu benar-benar mau berbicara kepadaku mungkin saat itu lah aku mulai menyukaimu . . . aku tahu selisih umur kita berbeda tetapi aku benar-benar menyukaimu hikari san . . . maukah kamu menjadi pacarku hikari san" kataku dengan suara lantang, melihat hal itu hikari san terlihat wajahnya merah dan benar-benar kaget

Dia sedikit bingung ingin mengatakan apa yang ingin dia katakan "aku benar-benar menyukaimu hikari san, aku tidak bercanda soal ini" kataku lagi, suasana hening kembali datang kami saling terdiam yang terdengar hanya suara air hujan yang turun dengan lebatnya. "aku masih belum bisa menjawabnya sekarang ivan kun" katanya pelan sambil menundukkan kepalanya, melihat itu aku bertanya kembali "tetapi jika hikari san tidak menerimaku hubungan kita selama ini tidak akan berubah kan?" dia hanya menjawab dengan mengangguk saja

Rasanya aneh sekali suasana taman ini ketika hujan seakan seperti berada di dunia yang berbeda terlebih lagi mendengar jawaban hikari san seperti itu, aku kembali bertanya kepadanya "jadi kapan hikari san akan memberi tahuku jawabanya?" dia tidak menjawab pertanyaaku dan masih terdiam sambil menundukkan kepalanya, melihat hal itu aku hanya bisa berkata "begitu ya" dan akhirnya aku permisi untuk pulang sedangkan hikari san masih terdiam di tempat itu

Selama berjalan menuju halte di hari yang hujan ini aku bertanya pada diriku sendiri 'apa ini balasan karena aku menolak diana? apa ini yang di namakan karma? apa karena hikari san tahu bahwa dulu diana menembakku jadi dia seakan-akan menolakku, atau ada hal lain yang aku tidak tahu' aku akhirnya tiba di halte tempat biasanya bus datang. Selama di bus aku hanya berdiri saja karena badanku basah kuyup terkena hujan aku pun seakan marah kepada cuaca hari ini dan mengumpatnya di dalam hati 'kenapa kau selalu datang di saat yang tidak tepat, sialan'

Setelah kejadian itu awalnya aku mengirim pesan kepada hikari san masih saja di balas seperti biasanya, tetapi entah kenapa tiba-tiba beberapa hari ini setiap aku mengirim pesan jarang sekali mendapatkan balasanya, pernah beberapa kali aku mencoba meneleponnya hanya saja tidak pernah di angkatnya padahal sebelumnya dia masih membalas pesan, setelah itu tidak pernah lagi terdengar bagaimana kabar hikari san bahkan ketika aku datang ke perguruan tinggi tempat kami belajar aku berusaha mencari-carinya hanya saja tidak pernah bertemu

Aku mencoba mendatangi tempat dia tinggal di sini tetapi hanya teman-temannya saja yang keluar memberitahu bahwa dia sedang tidak ada di rumah, karena seringnya aku datang ke situ akhirnya aku tahu dari teman-temannya bahwa hikari san sebenarnya sudah mempunyai seorang pacar yang sama-sama mahasiswa pertukaran pelajar dari jepang, "hikari chan sudah mempunyai pacar ivan kun, sebenarnya hubungan mereka sedang tidak harmonis beberapa waktu ini dan dia sering terlihat murung tetapi semua berubah ketika dia bertemu kamu sepertinya, senyumannya seakan-akan kembali semangatnya juga bahkan hubunganya dengan pacarnya yang renggang sudah kembali seperti semula, semua itu berkat kamu ivan kun"

Mendengar perkataan itu rasanya hatiku sangat sakit sekali 'apakah seperti ini juga perasaan diana saat aku tolak dulu, meski tidak di tolak langsung oleh hikari san tetapi  . . .' kataku dalam hati, entah perasaan apa ini sakit, sedih, tidak terima, marah, semua bercampur menjadi satu saat ini apa lagi mendengar perkataanya "semua itu berkat kamu ivan kun", "semua berkat aku? jadi aku hanya jadi tempat pelampiasan semata?" kataku dengan depresi di depan teman hikari san

Setelah mengetahui hal itu aku masih saja datang ke taman seperti biasanya, hari ini hujan sedang mengguyur kota membuat musim kemarau tahun ini semakin aneh saja menurutku, taman nampak sepi tanpa terlihat satupun pengunjung aku terus saja berjalan-jalan mengelilingi taman sendirian menggunakan payung, nampak berbeda sekali taman ini ketika hujan datang seakan-akan seperti tempat yang tidak pernah aku kenal sama sekali

Dari tempatku berdiri diam saat ini yang berada di seberang tempat biasanya aku dan hikari san duduk terbayang semua sekilas masa dulu saat musim kemarau yang panas, ketika aku pertama kali aku melihat hikari san sore itu, saat besoknya dengan semangat aku pingin bertemu kembali dengan hikari san, pertama kalinya aku bisa berbincang dengan seorang perempuan kembali, ketika kami saling memakan kue bersama di tempat itu, ketika akhirnya aku mengetahui namanya untuk pertama kali setelah sekian lama, pertama kali juga aku bertukar nomer dengan seorang yang ternyata aku sukai, mengantarkannya pulang, dan masih banyak lagi kenangan indah di tempat itu saat aku dan hikari san bersama

Ketika mengingat semua itu tidak terasa air mataku berjatuhan, untung saja hari ini hujan sehingga jika ada orang lewat pun mereka tidak akan menyadari ketika aku sedang menangis, akhirnya aku hanya melihat tempat itu dari kejauhan di seberang danau 'apa jarakku dengan hikari san seperti ini?' kataku dalam hati, hujan semakin lebat hari ini, aku kembali berjalan menjauh dari tempat aku berdiri saat ini untuk pulang kembali ke rumahku

Sesampainya di rumah hujan masih saja turun di dalam kamar aku hanya memandangi buku novelku di depanku sambil bertanya sendiri "apakah aku bisa menyelesaikanmu?", dalam diam aku kembali mengingat ketika aku akan memberikan juga hadiah kepada hikari san tetapi apa dia masih akan menerimanya. Sebuah pesan masuk ke smartphoneku, ketika kau melihatnya pesan masuk dari hikari san bahwa dia ingin bertemu saat ini, aku hanya melihat pesan itu sambil bicara sendiri di depan smartphoneku "kenapa? apa kamu kurang puas? mau apa lagi aku sudah tahu semuanya hikari sann", tentu saja dia tidak dapat mendengarnya karena aku hanya berbicara sendiri dengan smartphone di tanganku ini, dengan emosi aku melempar smartphoneku di tempat tidurku

Tetapi tetap saja suara pesan masuk terus saja terdengar, aku hanya mengacuhkannya dengan menutupi smartphooneku dengan bantal "sudah diamlah mau apa lagi kamu" kataku sambil  air mataku menetes jatuh, terdengar kembali nada pemberitahuan dari smartphoneku tetapi itu bukan nada dari pesan tetapi dari panggilan masuk, aku pinggirkan bantalku dan melihat siapa yang meneleponku saat ini

Seperti bisa di tebak hikari san meneleponku tetapi aku hanya melihatnya saja dan membiarkannya terus berbunyi, akhirnya dia sepertinya menyerah tetapi kembali pesan masuk datang, karena lama-lama aku juga bosan mendengar suara pesan aku mencoba melihat semua isi pesan dari hikari san "kenapa kamu ivan tidak bisa di hubungi?" "kamu marah karena aku tidak menjawab perasaaanmu?" dan lain sebagainya tetapi sama saja intin pertanyaanya hingga satu terakhir yang baru saja masuk berisi "kalau begitu besok aku tunggu di taman seperti biasanya", aku melihat pesan itu dan berpikir cukup lama lalu membalasnya "baiklah hikari san"

Keesokan harinya aku datang lebih dulu di tempat biasanya kami bertemu di taman itu, cukup lama aku duduk sendiri sambil membawa novelku entah kenapa aku ingin sekali membawanya bersamaku hari ini, akhirnya hikari san nampak sudah terlihat dari kejauhan dan berjalan ke arah sini, hari ini dia memakai long dress berwarna putih tidak seperti biasanya yang memakai pakaian dan celana saja. Jujur saja melihat hikari san memakai pakaian seperti itu perasaan suka kembali muncul ke permukaan hatiku tetapi ketika aku mengingat perkataan temannya perasaan itu seperti tertarik ke dalam kembali

"selamat siang ivan kun" sapanya sambil tersenyum dan masih berdiri, aku yang duduk dengan memegang buku novelku bertanya "ada apa hikari san memintaku datang ke sini?", "aku hari ini ingin memberitahukan suatu hal kepadamu ivan kun . ." dia berbicara tetapi sebelum selesai aku menghentikanya dengan berbicara "soal kamu sudah memiliki pacar?" mendengar perkataanku barusan ekspresinya seperti orang sedang melihat hantu di depannya

"kenapa hikari san? apa aku salah atau perlu aku mengulanginnya sekali lagi?" tanyaku, sedangkan hikari san hanya menundukkan wajahnya sebenarnya melihat itu aku sudah tidak kuat lagi dan ingin lari saja dari tempat ini tetapi aku, aku masih ingin tahu yang sebenarnya dari mulutnya sendiri meski itu sakit untukku. hikari san akhirnya mengangkat kepalanya setelah beberapa saat dan menatapku dia mulai berbicara "memang benar aku sudah memiliki pacar ivan kun tetapi . . ." "sudahlah hikari san lebih baik tidak kamu teruskan, hal itu malah membuatku semakin sakit saja" kataku menghentikan perkataanya dan bangkit dari dudukku

"tetapi aku sebenarnya menyukaimu ivan kun hanya saja dia lebih dari seorang pacar melainkan dia adalah tunanganku" hikari san berkata dengan pelan lalu diam, 'tunangan? ternyata seperti itu' kataku dalam hati, aku sudah tidak dapat berpikir dengan benar lagi saat itu yang ada sekarang aku hanya ingin pulang saja tetapi kenapa tadi aku membawa buku ini kenapa aku sendiri juga tidak tahu mengapa

Hikari san melihat buku novelku di tangan kananku dan bertanya "kenapa kamu membawa buku itu ivan kun?", aku yang mendengar pertanyaanya hanya melihat buku itu saja tanpa dapat berkata apapun saat ini, aku akhirnya melangkah menjauh dari tempat itu dengan hikari san masih diam di sana, selama berjalan menjauh aku terus berpikir kenapa aku membawa buku ini, tiba-tiba terlintas janjiku dulu kepada hikari san bahwa aku ingin memberikannya hadiah apakah ketika aku tahu dia sudah memiliki pacar, bukan pacar lagi tetapi tunangan apakah setelah mengetahui itu aku tidak jadi memberikan benda ini

Akhirnya aku menghentikan langkahku dan beralik arah kembali ke hikari san "ini? aku akan memberikannya sebelum hikari san kembali ke jepang sebagai hadiahku kepadamu sesuai janjiku, aku tidak peduli meski kamu sudah memiliki pacar atau tunangan sekalipun rasa sukaku kepadamu tidak akan pernah sirna karena. . . karena kamulah hikari san yang membuatku bisa menyelesaikan buku ini jadi tunggulah sebentar lagi hikari san" kataku lalu kembali meninggalkanya dan pulang ke rumah

Di sisa hari pada bulan july ini aku meneruskan mengerjakan novel ini, meski perasaanku saat ini tidak dapat aku jelaskan seperti apa tetapi aku masih ingin meneruskannya dan menceritakkan apa yang sebenarnya ada di hatiku melalui tulisan di buku novel ini. Musim kemarau bulan ini begitu aneh karena hujan sering datang, entah kenapa ketika hujan datang aku tidak dapat merasakan indahnya dunia ini seperti saat musim kemarau yang panas di siang hari, sepertinya bulan juli ini terlewati tidak sesuai dengan harapanku di awal bulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar