Setelah
hitungan mundur death light habis secara otomatis aku di kembalikan ke tempat
simpan posisi terakhir di penginapan kota payon, kembali aku mengingat kejadian
yang baru saja kami alami dengan sedikit kesal. Aku membuka jendela friendlist
untuk menghubungi envy tetapi terlihat dia sudah offline tanpa memberi kabar, melihat
hal tersebut akupun juga logout dari game sekarang
***
Apa
yang terjadi kemarin esok harinya aku ceritakan kepada hafiz dan ami saat jam
istirahat “tentu saja lawanmu tidak sebanding, lihat saja komposisi partynya di
tambah mereka dari salah satu guild besar, equip skill dan banyak hal terlihat
tidak sebanding” ucap ami dengan panjang lebar “benar kata ami lagian kamu
kenapa mencoba melakukan PK dengan levelmu saat ini?” tanya hafiz kepadaku yang
sedang memakan sepiring mie ramen di meja “ya karena penasaran dan tentu saja
kalau bisa mengalahkan mereka lumayan kan bisa dapat barang bagus” jawabku
singkat. Pertemuan kami bertiga di kantin berakhir dengan ajakan ami dan hafiz
untuk kembali fokus mengejar levelku untuk mencapai target awal yang sudah di
tentukan
Ini
adalah minggu yang berat di akhir bulan Oktober 2025, selama seminggu ini hafiz
dan ami membantuku mengejar level selama jam istirahat dan sepulang sekolah,
mereka selalu mengajakku untuk online dan berburu monster ke berbagai dungeon.
Tanpa terasa kerja keras selama seminggu terbayar ketika aku menebas kumpulan MOB
[Mobile Object Block yang artinya kumpulan
karakter monster yang di gerakkan secara komputerisasi] monster Orc di Orc
Dungeon, muncul di hadapanku sebuah window berisi pesan bahwa levelku baru saja
naik menjadi level 40 “akhirnya kerja keras selama ini terbayar sudah” kata
blackhat sambil tersenyum puas “baiklah lebih baik kita kembali ke kota dulu,
gunakan item ini” kata kurama sambil menyerahkan sebuah item berbentuk sayap
kupu-kupu berwarna ungu kepadaku “buat apa ini?”tanya blackhat “sudah gunakan
saja nanti kamu juga akan tahu efeknya seperti apa” jawab sooyoung dengan ketus
Mendengar
jawaban dari sooyoung, blackhat membalasnya dengan menjulurkan lidahnya sambil
mengeluarkan suara “wek” lalu menggunakan item bernama [Butterfly wing]
tersebbut, sedetik kemudian tubuh blackhat di selimuti cahaya berwarna ungu dan
menghilang dari tempat dia berdiri tadi “dasar aku bakar kamu lama-lama pakai
fireball” kata sooyoung marah sambil sebuah bola api terlihat di telapak tangan
kanannya yang entah sejak kapan magic spellnya di aktifkan “sabar-sabar dia
memang begitukan orangnya, moodnya bisa berubah sewaktu-waktu” kurama berkata
untuk meredam amarah sooyoung, “baiklah ayo kita juga kembali” jawab sooyoung
sambil menggunakan item yang sama seperti yang di gunakan oleh blackhat dan di
ikuti oleh kurama juga
Setelah
sampai di penginapan payon tempat simpan posisi terakhir mereka, sooyoung
kurama dan blackhat berjalan keluar dari penginapan untuk mencari item bernama
[Emperium] yang digunakan sebagai salah satu syarat membuat sebuah guild di game
ini. Mereka berjalan berkeliling kota payon dari bagian selatan kota sampai
hampir menuju ke utara kota, menanyai satu per satu para player yang membuka
vending (lapak dagangan) untuk membeli emperium tetapi hampir seluruh player
yang membuka vending sedang kehabisan stok emperium “tumben sekali susah
mencari sebuah emperium saja” kata kurama dan di balas oleh sooyoung “mungkin
mereka tidak mau menjual kepada calon ketua yang punya fikiran busuk seperti
dia” sambil melihat ke arah blackhat dan seperti bom yang dipicu sumbunya
blackhat langsung membalas kata-kata sooyoung barusan “enak saja aku tidak
pernah berfikiran aneh2 ya” dan sudah dapat di tebak mereka pasti akan
bertengkar lagi “eh siapa yang bilang fikiranmu aneh-aneh, aku hanya bilang
pikiranmu busuk” kata sooyoung “apa bedanya? Semua itu sama saja” jawab blackhat
dengan nada keras
Sedangkan
kurama hanya dapat berbicara pelan sambil melihat orang di sekitarnya melihati
mereka yang sedang bertengkar “ayolah apa kalian tidak malu?” mendengar
perkataanya kurama, sooyoung dan blackhat saling memalingkan muka sambil
menyilangkan tangannya, setelah kejadian barusan suasana di antara mereka
bertiga berubah menjadi dingin. Sambil berjalan mencari player yang menjual
emperium sooyoung berada di kiri kurama sedangkan blackhat berjalan di sisi
sebelah kanan “kalian ini seperti anak kecil saja, hanya karena emeprium saja
bisa ribut seperti itu” kurawa membuka percakapan dan dapat di tebak mereka
berdua pasti akan tersulut dan saling membela diri “ya memang kenyataanya
seperti itu kan” ucap sooyoung “enak saja kau” sanggah blackhat dan kembali
mereka berdua berdebat lagi sambil jalan
Kemudia
kurama berhenti berjalan membuat sooyoung dan blackhat menghentikan langkahnya
dan melihat ke arah kurama “kalian ini benar-benar, bagaimana bisa kompak di
dalam guild kalau kalian saling ribut karena hal kecil seperti ini” ucap kurama
dengan nada sedikit tinggi membuat mereka berdua akhirnya diam dan saling
melihat dengan tatapan merasa bersalah, akhirnya mereka berdua berdamai setelah
mendengar kurama marah dan kembali berjalan menuju istana payon di sebelah
utara kota untuk mencari penjual emperium. Ketika sampai di dekat gerbang
istana payon terlihat seorang player perempuan berpakaian seperti biarawati
dengan warna merah dan hiasan garis berwarna emas sedang duduk sambil membuka
sebuah [Public Chat] dengan judul “Jual emperium hanya sisa 1” berbentuk
persegi panjang berwarna putih yang melayang di atasnya yang sedang duduk
Beberapa
detik mereka bertiga terdiam melihat judul public chat tersebut lalu blackhat
membuat semuanya tersadar dari diamnya “emperium? Itukan item yang kita cari
dari tadi?” kurama dan sooyoung mengangguk mendengar ucapan blackhat sambil
berkata dengan spontan “ayo beli cepat” “jangan sampai terbeli orang lain”
setelah mengatakan itu mereka bertiga berjalan mendekati player perempuan
tersebut “lalu sekarang bagaimana?” tanya blackhat “arahkan tanganmu menuju
public chat tersebut nanti akan keluar window yang menannyaimu ingin masuk atau
tidak” ucap kurama. Setelah mendengar instruksi itu blackhat menggerakkan
tangan kanannya ke public chat tersebut dan muncul window persis seperti kata
kurama barusan dengan pilihan [Yes] or [No]
Melihat
pilihan itu blackhat menekan tombol [Yes] dan sedetik kemudian suara berisik di
sekitarnya seakan-akan lenyap dan berubah menjadi tenang, dia sedikit bingung
melihat kejadian itu dan melihat ke sekitarnya tetapi semua masih tetap sama
hanya terlihat orang sedang berbicara tetapi tidak terdengar apapun. Tiba-tiba
terdengar suara lembut dan halus di telinga blackhat “ada yang bisa saya bantu?”
mendengar suara itu blackhat menggerakkan kepalanya ke arah player yang sedang
duduk tersebut, beberapa saaat kemudian kurama dan sooyoung sepertinya juga
masuk ke dalam public chat ini “iya kami mau membeli emperium berapa ya
harganya?” tanya blackhat “murah kok hanya 20 juta zeny” jawab player perempuan
pemilik public chat tersebut, 20 juta zeny di game ini jika di rubah ke uang
nyata maka harga emperium tersebut sekitar 40 ribu rupiah. Mendengar harga yang
di tawarkan olehnya mereka bertiga saling memandang dan berbicara “mahal sekali”
“iya tapi mau bagaimana lagi?” “dari pada guildnya tidak terbentuk, nanti juga
bisa kembali uang segitu ya kan?”
Setelah
berdiskusi sebentar akhirnya diputuskan mereka akan membeli emperium yang
harganya mahal tersebut, kemudian blackhat dan player tersebut saling membuka
menu trade untuk saling bertukar barang dan uang mereka, ketika melihat window
trade blackhat melihat sebuah nama di bagian penerima bernama Clairene Eloisa “itu
namamu?” tanya blackhat, clairene eloisa pun mengangguk mendengar pertanyaan
blackhat dan akhirnya mereka menyudahi proses trande dengan menekan tombol
[Deal] di bagian bawah. Setelah proses pertukaran selesai clairene eloisa
bertanya kepada blackhat dan dua temannya “apa kalian akan membuat guild?”
mendengar itu mereka bertiga saling menatap dalam diam lalu kurama yang
akhirnya menjawab pertanyaan tersebut “iya guild biasa saja hanya untuk
bersenang-senang”
Mendengar
jawaban kurama, clairene eloisa sepertinya memahami perkataan kurama dengan
mengangguk, setelah pembicaraan singkat yang sedikit canggung akhirnya mereka
bertiga berpamitan kepada clairene eloisa. Setelah keluar dan menjauh dari
tempat tadi mereka berjalan menuju bukit kecil di belakang istana payon di sana
mereka serentak menghela nafas lega “aku tidak bisa berfikir apa jawaban yang
pas untuk player tadi” ucap sooyoung yang duduk bersandar di pohon dekat tepian
bukti “tidak kamu saja aku juga kebingungan tadi untung kurama bisa menjawabnya”
blackhat menambahi kata-kata sooyoung, mendengar teman dan kekasihnya berbicara
seperti itu kurama hanya tersenyum masam lalu bertanya “lalu nama guild yang
akan kita buat sudah ada?” mendengar pertanyaan itu blackhat hanya diam dengan
kedua matanya melihat ke atas sambil mengeluarkan suara “hmmm” yang sedikit
panjang
Melihat
ekspresi blackhat seperti itu sooyoung langsung mengeluarkan kata-kata
pamungkasnya “pasti belum ketemu namanya” dengan kata itu sudah cukup membuat
blackhat langsung menundukkan kepalanya dengan lemas di tambahi kurama juga “harusnya
aku tidak menanyakannya tadi” sehingga blackhat akhirnya jongkok dengan
mengeluarkan aura yang terlihat menyedihkan sambil memainkan sebuah ranting
pohon di atas tanah, melakukan atraksi yang sedikit menyedihkan itu dengan
cukup lama tiba-tiba blackhat terdiam dan langsung berdiri, dia menekan tanda
pesan masuk dan membukannya “oh baiklah” dia bergumam sendiri ketika membaca
pesan itu membuat kurama dan sooyoung memperlihatkan rasa ingin tahu mereka “dari
siapa?” tanya sooyoung di tambahi oleh kurama “isinya apa?”
Mendengar
dua orang yang dari tadi membullynya bertanya blackhat lalu menutup pesan itu
dan berkata “tunggulah sebentar lagi ada seseorang yang akan datang memenuhi
janjinnya”. Sudah 20 menit sejak blackhat berkata seperti itu tetapi tidak
terlihat tanda-tanda orang yang di katakannya akan muncul “masih lama ya?”
tanya sooyoung tidak sabar “tunggulah sebentar lagi” ucap blackhat, tiba-tiba
terlihat sebuah bagian tubuh seseorang sedikit demi sedikit muncul di hadapan
mereka yang berjarak sekitar 3 meter secara reflek kurama sooyoung langsung
bersiaga dengan memegang senjatanya masing-masing tetapi blackhat hanya berkata
“kalian tenanglah sedikit, dialah orang yang aku bicarakan tadi”
Akhirnya
wujud itu terlihat jelas menampakkan seorang guilotine cross dengan light armor
berwarna hitam mendekat dan bericara “aku datang sesuai janjiku dulu” mendengar
perkataanya sooyoung dan kurama akhirnya mengingatnya dan bertanya saling
bergantian “kamu yang dulu di gua payon kan?” “kamu yang beberapa waktu lalu
mengajak blackhat melakukan PK kan?” mendengar pertanyaan secara serentak
seperti itu envy menjawabnya dengan santai “ya benar sekali, jadi bisa kamu
undang aku ke guildmu sekarang?” kembali blackhat menjadi lemas mendengar
pertanyaan seperti itu membuat sooyoung berbicara “dia belum menemukan nama
guildnya” “ya seperti itulah” sambung kurama, mendengar itu envy lalu
menyilangkan kedua tangannya dan terlihat ekspresinya seperti memikirkan
sesuatu
Cukup
lama dia terdiam dan akhirnya dia mulai berbicara kembali “bagaimana kalau di
awali dengan nama Riot?” kurama merespond dengan cepat kata-kata dari envy
tersebut “rusuh atau perusuh ya? Kedengarannya sedikit cocok dengan tujuan
kita, bagaimana blackhat?” pertanyaan dari kurama membuat blackhat sedikit
kaget dan befikir sebentar sambil berbicara sendiri “riot ya? Kedengarannya bagus
juga tetapi harus ada tambahannya”
sooyoung tiba-tiba berbicara mengagetkan blackhat yang sedang berfikir
dan berbicara sendiri “bagaimana kalau namanya Riot of Black?” mendengar
perkataan sooyoung semuanya kembali diam dan berfikir lalu saling berkata “tidak buruk juga” “ya lumayan
lah” “cocok sekali nama guildnya dan ada sedikit nama karakterku” setelah semua
setuju dengan nama itu blackhat mengeluarkan tampilan menu miliknya dan memilih
sebuah kata dalam window tersebut yang bertuliskan [Membuat Guild] setelah
menekan tulisan tersebut. Keluar lagi window yang menutupi menu sebelumnya
untuk mengisi nama guild yang diinginkan
Blackhat
mengisi nama guild di window tersebut dengan tenang lalu menekan tombol [OK]
membuat window tersebut menghilang tetapi keluar window lanjutan kembali
berisikan sebuah syarat untuk membuat guild, membuat guild di game ini biayanya
sedikit mahal dari game lainnya selain membutuhkan item tertentu yang harganya
mahal dan tentu saja di butuhkan zeny yang tidak sedikit sebagai syarat
lanjutan, setelah mensetujui syarat yang di ajukan oleh sistem dan menekan
tombol [OK] sekali lagi makan hari ini di bentuklah guild bernama Riot of Black
dengan anggota awal berjumlah 4 orang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar