Senin, 25 November 2013

VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 10 >



Setelah hitungan mundur death light habis secara otomatis aku di kembalikan ke tempat simpan posisi terakhir di penginapan kota payon, kembali aku mengingat kejadian yang baru saja kami alami dengan sedikit kesal. Aku membuka jendela friendlist untuk menghubungi envy tetapi terlihat dia sudah offline tanpa memberi kabar, melihat hal tersebut akupun juga logout dari game sekarang

***

Apa yang terjadi kemarin esok harinya aku ceritakan kepada hafiz dan ami saat jam istirahat “tentu saja lawanmu tidak sebanding, lihat saja komposisi partynya di tambah mereka dari salah satu guild besar, equip skill dan banyak hal terlihat tidak sebanding” ucap ami dengan panjang lebar “benar kata ami lagian kamu kenapa mencoba melakukan PK dengan levelmu saat ini?” tanya hafiz kepadaku yang sedang memakan sepiring mie ramen di meja “ya karena penasaran dan tentu saja kalau bisa mengalahkan mereka lumayan kan bisa dapat barang bagus” jawabku singkat. Pertemuan kami bertiga di kantin berakhir dengan ajakan ami dan hafiz untuk kembali fokus mengejar levelku untuk mencapai target awal yang sudah di tentukan


Ini adalah minggu yang berat di akhir bulan Oktober 2025, selama seminggu ini hafiz dan ami membantuku mengejar level selama jam istirahat dan sepulang sekolah, mereka selalu mengajakku untuk online dan berburu monster ke berbagai dungeon. Tanpa terasa kerja keras selama seminggu terbayar ketika aku menebas kumpulan MOB [Mobile Object Block yang artinya       kumpulan karakter monster yang di gerakkan secara komputerisasi] monster Orc di Orc Dungeon, muncul di hadapanku sebuah window berisi pesan bahwa levelku baru saja naik menjadi level 40 “akhirnya kerja keras selama ini terbayar sudah” kata blackhat sambil tersenyum puas “baiklah lebih baik kita kembali ke kota dulu, gunakan item ini” kata kurama sambil menyerahkan sebuah item berbentuk sayap kupu-kupu berwarna ungu kepadaku “buat apa ini?”tanya blackhat “sudah gunakan saja nanti kamu juga akan tahu efeknya seperti apa” jawab sooyoung dengan ketus

Mendengar jawaban dari sooyoung, blackhat membalasnya dengan menjulurkan lidahnya sambil mengeluarkan suara “wek” lalu menggunakan item bernama [Butterfly wing] tersebbut, sedetik kemudian tubuh blackhat di selimuti cahaya berwarna ungu dan menghilang dari tempat dia berdiri tadi “dasar aku bakar kamu lama-lama pakai fireball” kata sooyoung marah sambil sebuah bola api terlihat di telapak tangan kanannya yang entah sejak kapan magic spellnya di aktifkan “sabar-sabar dia memang begitukan orangnya, moodnya bisa berubah sewaktu-waktu” kurama berkata untuk meredam amarah sooyoung, “baiklah ayo kita juga kembali” jawab sooyoung sambil menggunakan item yang sama seperti yang di gunakan oleh blackhat dan di ikuti oleh kurama juga

Setelah sampai di penginapan payon tempat simpan posisi terakhir mereka, sooyoung kurama dan blackhat berjalan keluar dari penginapan untuk mencari item bernama [Emperium] yang digunakan sebagai salah satu syarat membuat sebuah guild di game ini. Mereka berjalan berkeliling kota payon dari bagian selatan kota sampai hampir menuju ke utara kota, menanyai satu per satu para player yang membuka vending (lapak dagangan) untuk membeli emperium tetapi hampir seluruh player yang membuka vending sedang kehabisan stok emperium “tumben sekali susah mencari sebuah emperium saja” kata kurama dan di balas oleh sooyoung “mungkin mereka tidak mau menjual kepada calon ketua yang punya fikiran busuk seperti dia” sambil melihat ke arah blackhat dan seperti bom yang dipicu sumbunya blackhat langsung membalas kata-kata sooyoung barusan “enak saja aku tidak pernah berfikiran aneh2 ya” dan sudah dapat di tebak mereka pasti akan bertengkar lagi “eh siapa yang bilang fikiranmu aneh-aneh, aku hanya bilang pikiranmu busuk” kata sooyoung “apa bedanya? Semua itu sama saja” jawab blackhat dengan nada keras

Sedangkan kurama hanya dapat berbicara pelan sambil melihat orang di sekitarnya melihati mereka yang sedang bertengkar “ayolah apa kalian tidak malu?” mendengar perkataanya kurama, sooyoung dan blackhat saling memalingkan muka sambil menyilangkan tangannya, setelah kejadian barusan suasana di antara mereka bertiga berubah menjadi dingin. Sambil berjalan mencari player yang menjual emperium sooyoung berada di kiri kurama sedangkan blackhat berjalan di sisi sebelah kanan “kalian ini seperti anak kecil saja, hanya karena emeprium saja bisa ribut seperti itu” kurawa membuka percakapan dan dapat di tebak mereka berdua pasti akan tersulut dan saling membela diri “ya memang kenyataanya seperti itu kan” ucap sooyoung “enak saja kau” sanggah blackhat dan kembali mereka berdua berdebat lagi sambil jalan

Kemudia kurama berhenti berjalan membuat sooyoung dan blackhat menghentikan langkahnya dan melihat ke arah kurama “kalian ini benar-benar, bagaimana bisa kompak di dalam guild kalau kalian saling ribut karena hal kecil seperti ini” ucap kurama dengan nada sedikit tinggi membuat mereka berdua akhirnya diam dan saling melihat dengan tatapan merasa bersalah, akhirnya mereka berdua berdamai setelah mendengar kurama marah dan kembali berjalan menuju istana payon di sebelah utara kota untuk mencari penjual emperium. Ketika sampai di dekat gerbang istana payon terlihat seorang player perempuan berpakaian seperti biarawati dengan warna merah dan hiasan garis berwarna emas sedang duduk sambil membuka sebuah [Public Chat] dengan judul “Jual emperium hanya sisa 1” berbentuk persegi panjang berwarna putih yang melayang di atasnya yang sedang duduk

Beberapa detik mereka bertiga terdiam melihat judul public chat tersebut lalu blackhat membuat semuanya tersadar dari diamnya “emperium? Itukan item yang kita cari dari tadi?” kurama dan sooyoung mengangguk mendengar ucapan blackhat sambil berkata dengan spontan “ayo beli cepat” “jangan sampai terbeli orang lain” setelah mengatakan itu mereka bertiga berjalan mendekati player perempuan tersebut “lalu sekarang bagaimana?” tanya blackhat “arahkan tanganmu menuju public chat tersebut nanti akan keluar window yang menannyaimu ingin masuk atau tidak” ucap kurama. Setelah mendengar instruksi itu blackhat menggerakkan tangan kanannya ke public chat tersebut dan muncul window persis seperti kata kurama barusan dengan pilihan [Yes] or [No]

Melihat pilihan itu blackhat menekan tombol [Yes] dan sedetik kemudian suara berisik di sekitarnya seakan-akan lenyap dan berubah menjadi tenang, dia sedikit bingung melihat kejadian itu dan melihat ke sekitarnya tetapi semua masih tetap sama hanya terlihat orang sedang berbicara tetapi tidak terdengar apapun. Tiba-tiba terdengar suara lembut dan halus di telinga blackhat “ada yang bisa saya bantu?” mendengar suara itu blackhat menggerakkan kepalanya ke arah player yang sedang duduk tersebut, beberapa saaat kemudian kurama dan sooyoung sepertinya juga masuk ke dalam public chat ini “iya kami mau membeli emperium berapa ya harganya?” tanya blackhat “murah kok hanya 20 juta zeny” jawab player perempuan pemilik public chat tersebut, 20 juta zeny di game ini jika di rubah ke uang nyata maka harga emperium tersebut sekitar 40 ribu rupiah. Mendengar harga yang di tawarkan olehnya mereka bertiga saling memandang dan berbicara “mahal sekali” “iya tapi mau bagaimana lagi?” “dari pada guildnya tidak terbentuk, nanti juga bisa kembali uang segitu ya kan?”

Setelah berdiskusi sebentar akhirnya diputuskan mereka akan membeli emperium yang harganya mahal tersebut, kemudian blackhat dan player tersebut saling membuka menu trade untuk saling bertukar barang dan uang mereka, ketika melihat window trade blackhat melihat sebuah nama di bagian penerima bernama Clairene Eloisa “itu namamu?” tanya blackhat, clairene eloisa pun mengangguk mendengar pertanyaan blackhat dan akhirnya mereka menyudahi proses trande dengan menekan tombol [Deal] di bagian bawah. Setelah proses pertukaran selesai clairene eloisa bertanya kepada blackhat dan dua temannya “apa kalian akan membuat guild?” mendengar itu mereka bertiga saling menatap dalam diam lalu kurama yang akhirnya menjawab pertanyaan tersebut “iya guild biasa saja hanya untuk bersenang-senang”

Mendengar jawaban kurama, clairene eloisa sepertinya memahami perkataan kurama dengan mengangguk, setelah pembicaraan singkat yang sedikit canggung akhirnya mereka bertiga berpamitan kepada clairene eloisa. Setelah keluar dan menjauh dari tempat tadi mereka berjalan menuju bukit kecil di belakang istana payon di sana mereka serentak menghela nafas lega “aku tidak bisa berfikir apa jawaban yang pas untuk player tadi” ucap sooyoung yang duduk bersandar di pohon dekat tepian bukti “tidak kamu saja aku juga kebingungan tadi untung kurama bisa menjawabnya” blackhat menambahi kata-kata sooyoung, mendengar teman dan kekasihnya berbicara seperti itu kurama hanya tersenyum masam lalu bertanya “lalu nama guild yang akan kita buat sudah ada?” mendengar pertanyaan itu blackhat hanya diam dengan kedua matanya melihat ke atas sambil mengeluarkan suara “hmmm” yang sedikit panjang

Melihat ekspresi blackhat seperti itu sooyoung langsung mengeluarkan kata-kata pamungkasnya “pasti belum ketemu namanya” dengan kata itu sudah cukup membuat blackhat langsung menundukkan kepalanya dengan lemas di tambahi kurama juga “harusnya aku tidak menanyakannya tadi” sehingga blackhat akhirnya jongkok dengan mengeluarkan aura yang terlihat menyedihkan sambil memainkan sebuah ranting pohon di atas tanah, melakukan atraksi yang sedikit menyedihkan itu dengan cukup lama tiba-tiba blackhat terdiam dan langsung berdiri, dia menekan tanda pesan masuk dan membukannya “oh baiklah” dia bergumam sendiri ketika membaca pesan itu membuat kurama dan sooyoung memperlihatkan rasa ingin tahu mereka “dari siapa?” tanya sooyoung di tambahi oleh kurama “isinya apa?”

Mendengar dua orang yang dari tadi membullynya bertanya blackhat lalu menutup pesan itu dan berkata “tunggulah sebentar lagi ada seseorang yang akan datang memenuhi janjinnya”. Sudah 20 menit sejak blackhat berkata seperti itu tetapi tidak terlihat tanda-tanda orang yang di katakannya akan muncul “masih lama ya?” tanya sooyoung tidak sabar “tunggulah sebentar lagi” ucap blackhat, tiba-tiba terlihat sebuah bagian tubuh seseorang sedikit demi sedikit muncul di hadapan mereka yang berjarak sekitar 3 meter secara reflek kurama sooyoung langsung bersiaga dengan memegang senjatanya masing-masing tetapi blackhat hanya berkata “kalian tenanglah sedikit, dialah orang yang aku bicarakan tadi”

Akhirnya wujud itu terlihat jelas menampakkan seorang guilotine cross dengan light armor berwarna hitam mendekat dan bericara “aku datang sesuai janjiku dulu” mendengar perkataanya sooyoung dan kurama akhirnya mengingatnya dan bertanya saling bergantian “kamu yang dulu di gua payon kan?” “kamu yang beberapa waktu lalu mengajak blackhat melakukan PK kan?” mendengar pertanyaan secara serentak seperti itu envy menjawabnya dengan santai “ya benar sekali, jadi bisa kamu undang aku ke guildmu sekarang?” kembali blackhat menjadi lemas mendengar pertanyaan seperti itu membuat sooyoung berbicara “dia belum menemukan nama guildnya” “ya seperti itulah” sambung kurama, mendengar itu envy lalu menyilangkan kedua tangannya dan terlihat ekspresinya seperti memikirkan sesuatu

Cukup lama dia terdiam dan akhirnya dia mulai berbicara kembali “bagaimana kalau di awali dengan nama Riot?” kurama merespond dengan cepat kata-kata dari envy tersebut “rusuh atau perusuh ya? Kedengarannya sedikit cocok dengan tujuan kita, bagaimana blackhat?” pertanyaan dari kurama membuat blackhat sedikit kaget dan befikir sebentar sambil berbicara sendiri “riot ya? Kedengarannya bagus juga tetapi harus ada tambahannya”  sooyoung tiba-tiba berbicara mengagetkan blackhat yang sedang berfikir dan berbicara sendiri “bagaimana kalau namanya Riot of Black?” mendengar perkataan sooyoung semuanya kembali diam dan berfikir lalu  saling berkata “tidak buruk juga” “ya lumayan lah” “cocok sekali nama guildnya dan ada sedikit nama karakterku” setelah semua setuju dengan nama itu blackhat mengeluarkan tampilan menu miliknya dan memilih sebuah kata dalam window tersebut yang bertuliskan [Membuat Guild] setelah menekan tulisan tersebut. Keluar lagi window yang menutupi menu sebelumnya untuk mengisi nama guild yang diinginkan

Blackhat mengisi nama guild di window tersebut dengan tenang lalu menekan tombol [OK] membuat window tersebut menghilang tetapi keluar window lanjutan kembali berisikan sebuah syarat untuk membuat guild, membuat guild di game ini biayanya sedikit mahal dari game lainnya selain membutuhkan item tertentu yang harganya mahal dan tentu saja di butuhkan zeny yang tidak sedikit sebagai syarat lanjutan, setelah mensetujui syarat yang di ajukan oleh sistem dan menekan tombol [OK] sekali lagi makan hari ini di bentuklah guild bernama Riot of Black dengan anggota awal berjumlah 4 orang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar