Sudah sekitar 2 minggu sejak guild kami dibentuk
tetapi belum sama sekali kami melakukan PK, karena selama 2 minggu kami mencoba
berbagai cara agar kerja sama kami dapat berjalan dengan baik. Seperti biasa
fiko datang terlambat ketika hari senin dan mendapatkan hukuman berdiri didepan
seluruh siswa SMA Tunas Bangsa, hafiz yang anggota Osis hanya dapat menghela
nafas tiap kali fiko terlambat upacara sedangkan ami tertawa tertahan sambil
ditutupi kedua tangannya.
imagination into reality
Rabu, 04 Juni 2014
Senin, 25 November 2013
VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 10 >
Setelah
hitungan mundur death light habis secara otomatis aku di kembalikan ke tempat
simpan posisi terakhir di penginapan kota payon, kembali aku mengingat kejadian
yang baru saja kami alami dengan sedikit kesal. Aku membuka jendela friendlist
untuk menghubungi envy tetapi terlihat dia sudah offline tanpa memberi kabar, melihat
hal tersebut akupun juga logout dari game sekarang
***
Apa
yang terjadi kemarin esok harinya aku ceritakan kepada hafiz dan ami saat jam
istirahat “tentu saja lawanmu tidak sebanding, lihat saja komposisi partynya di
tambah mereka dari salah satu guild besar, equip skill dan banyak hal terlihat
tidak sebanding” ucap ami dengan panjang lebar “benar kata ami lagian kamu
kenapa mencoba melakukan PK dengan levelmu saat ini?” tanya hafiz kepadaku yang
sedang memakan sepiring mie ramen di meja “ya karena penasaran dan tentu saja
kalau bisa mengalahkan mereka lumayan kan bisa dapat barang bagus” jawabku
singkat. Pertemuan kami bertiga di kantin berakhir dengan ajakan ami dan hafiz
untuk kembali fokus mengejar levelku untuk mencapai target awal yang sudah di
tentukan
Minggu, 10 November 2013
Daftar Novel
- Sun Dry Season :
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7 [ Final ]
- Virtual Reality < chapter 1 : New Begining > :
Episode 1
Episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Episode 6
Episode 7
Episode 8
Episode 9
Episode 10
- Virtual Reality < chapter 2 : Game, Shadow, Terror and Chaos >
Episode 1
Sabtu, 09 November 2013
VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 9 >
“Lionfist” ucap envy
“jadi kamu tahu juga ya namaku, aku sungguh bangga seseorang sepertimu mengetahui namaku” kata lionfist dengan santai, sedangkan mekanik di sebelahnya masih terlihat kebingungan melihat apa yang terjadi sekarang. “apa yang sebenarnya terjadi lionfist?” tanya mekanik itu kepada lionfist, sedangkan envy berdiri dari jatuhnya tadi dengan posisi siaga memegang katarnya
Dari kejauhan black hat masih terdiam melihat sitasu itu dan bertanya kepada envy dalam mode pembicaraan grup “ada apa envy?” mendengar pertanyaan black hat envy mengubah mode pembicaraanya juga dan berkata “tunggu aba-aba dariku” setelah mengucapkan itu envy kembali mengubah mode pembicaraanya menjadi normal, “sepertinya kita memiliki tamu yang akan sedikit menganggu sebelum melawan moonlight, oia perkenalkan namamu kepada orang di depan kita” ucap lionfist
“oia perkenalkan aku member baru dari guild phoenix pinion namaku adalah Mtx salam kenal kk” kata mtx sambil membungkukkan badanya, “perbincangan kita cukup sampai di sini saja, jadi mtx majulah dan lawan dia” kata lionfist sambil tangannya mendorong pundak mtx ke depan envy
“jadi kamu tahu juga ya namaku, aku sungguh bangga seseorang sepertimu mengetahui namaku” kata lionfist dengan santai, sedangkan mekanik di sebelahnya masih terlihat kebingungan melihat apa yang terjadi sekarang. “apa yang sebenarnya terjadi lionfist?” tanya mekanik itu kepada lionfist, sedangkan envy berdiri dari jatuhnya tadi dengan posisi siaga memegang katarnya
Dari kejauhan black hat masih terdiam melihat sitasu itu dan bertanya kepada envy dalam mode pembicaraan grup “ada apa envy?” mendengar pertanyaan black hat envy mengubah mode pembicaraanya juga dan berkata “tunggu aba-aba dariku” setelah mengucapkan itu envy kembali mengubah mode pembicaraanya menjadi normal, “sepertinya kita memiliki tamu yang akan sedikit menganggu sebelum melawan moonlight, oia perkenalkan namamu kepada orang di depan kita” ucap lionfist
“oia perkenalkan aku member baru dari guild phoenix pinion namaku adalah Mtx salam kenal kk” kata mtx sambil membungkukkan badanya, “perbincangan kita cukup sampai di sini saja, jadi mtx majulah dan lawan dia” kata lionfist sambil tangannya mendorong pundak mtx ke depan envy
Virtual Reality < New Begining, Episode 8 >
"jadi kapan kita akan memulai Pknya black?"
Fiko yang masihberada di belakang wilayah sekolah hanya diam melihat pesan itu, matahari nampak semakin tinggi menjulang membuat udara menjadi lebih panas merasakan hal itu dia berjalan lagi sambil menutup pesan tersebut ‘sekarang jam 9 pagi, karena sekarang jam pelajaran olahraga biasanya memakan waktu 2 jam untuk pelajaran ini. Berarti pelajaran berakhir ketika jam istirahat, total waktu yang ada 2 ½ jam d tambah istirahat nanti jam 11 selama 30 menit, baiklah’
Setelah memikirkan waktu jam pelajaran yang dapat di manfaatkan untuk dapat login fiko menggerakkan tanganya di udara untuk membalas pesan dari envy [bagaimana kalau sekarang saja kita login], pesan telah terkirim fiko melanjutkan langkahnya berfikir mencari tempat paling aman untuk login saat ini ‘perpusatakaan?tidak,kantin?terlalu bnyk orang,jd d mana ya, berifikir berfikir berfikir. Ah iya tentu saja ada tempat seperti itu bahkan di sebuah sekolah ada ruangan yang memiliki privasi lebih’ menemukan sebuah ide fiko mengubah arah jalannya dan menuju ke salah satu ruangan yang tersebar di beberapa tempat di sekolah
Fiko yang masihberada di belakang wilayah sekolah hanya diam melihat pesan itu, matahari nampak semakin tinggi menjulang membuat udara menjadi lebih panas merasakan hal itu dia berjalan lagi sambil menutup pesan tersebut ‘sekarang jam 9 pagi, karena sekarang jam pelajaran olahraga biasanya memakan waktu 2 jam untuk pelajaran ini. Berarti pelajaran berakhir ketika jam istirahat, total waktu yang ada 2 ½ jam d tambah istirahat nanti jam 11 selama 30 menit, baiklah’
Setelah memikirkan waktu jam pelajaran yang dapat di manfaatkan untuk dapat login fiko menggerakkan tanganya di udara untuk membalas pesan dari envy [bagaimana kalau sekarang saja kita login], pesan telah terkirim fiko melanjutkan langkahnya berfikir mencari tempat paling aman untuk login saat ini ‘perpusatakaan?tidak,kantin?terlalu bnyk orang,jd d mana ya, berifikir berfikir berfikir. Ah iya tentu saja ada tempat seperti itu bahkan di sebuah sekolah ada ruangan yang memiliki privasi lebih’ menemukan sebuah ide fiko mengubah arah jalannya dan menuju ke salah satu ruangan yang tersebar di beberapa tempat di sekolah
Virtual Reality < New Begining, Episode 7 >
Aku membuka dengan berat kedua mataku, berusaha menggerakkan badanku tetapi tidak dapat di gerakkan, samar-samar terdengar beberapa orang sedang berbincang di dekatku sekarang ini setelah itu suara menjadi sunyi hanya terdengar beberapa suara langkah kaki yang mulai menjauh dari tempatku sekarang, aku mencoba membuka mulutku meski berat di rasakan
“aku dimana”
“oh kamu sudah bangun ternyata”
“. . .”
‘bangun? Ah iya benar tadi ada sebuah senjata seperti pistol yang ujungnya berada di leherku, dan terasa sebuah benda dengan ujung seperti jarum menembus kulit leherku dan membuatku kehilangan kesadaran’
“sepertinya kamu masih bingung ya”
Virtual Reality < New Begining, Episode 6>
“kamu yang tadi mengirim pesan kepadaku kan? black hat”
Mendengar seseorang memanggilnya black hat melihat ke asal suara itu datang sambil membalas pertanyaan orang tersebut
“ya benar aku yang tadi mengirim pesan kepadamu. Vaith”
Mendengar jawaban black hat, vaith menganggukkan kepalanya tanda bahwa jawaban dia benar
“lalu skill apa yang mau kamu tiru?”
“hmm, skill bowling bash”
Setelah mendengar jawaban black, vaith menarik pedang berwarna hitam di punggunya. Pedang dua tangan berwarna hitam dengan ujung seperti kail [Executioner]
“sudah siap?”
“ayo kita mulai”
Mendengar seseorang memanggilnya black hat melihat ke asal suara itu datang sambil membalas pertanyaan orang tersebut
“ya benar aku yang tadi mengirim pesan kepadamu. Vaith”
Mendengar jawaban black hat, vaith menganggukkan kepalanya tanda bahwa jawaban dia benar
“lalu skill apa yang mau kamu tiru?”
“hmm, skill bowling bash”
Setelah mendengar jawaban black, vaith menarik pedang berwarna hitam di punggunya. Pedang dua tangan berwarna hitam dengan ujung seperti kail [Executioner]
“sudah siap?”
“ayo kita mulai”
Langganan:
Komentar (Atom)