Rabu, 04 Juni 2014

Virtual Reality , Chapter 2 < game, shadow, terror,and chaos. Episode 1 >



Sudah sekitar 2 minggu sejak guild kami dibentuk tetapi belum sama sekali kami melakukan PK, karena selama 2 minggu kami mencoba berbagai cara agar kerja sama kami dapat berjalan dengan baik. Seperti biasa fiko datang terlambat ketika hari senin dan mendapatkan hukuman berdiri didepan seluruh siswa SMA Tunas Bangsa, hafiz yang anggota Osis hanya dapat menghela nafas tiap kali fiko terlambat upacara sedangkan ami tertawa tertahan sambil ditutupi kedua tangannya.


"Sepertinya orang yang paling bahagia ketika aku tersiksa benar-benar ada" ucap fiko kesal

"ah itu hanya imajinasimu saja fufufufu" balas ami sambil sedikit tertawa

"Sudahlah kalian berdua masih saja suka bertengkar" seperti biasa hafiz menjadi penengahnya

"Apa nanti kita akan latihan tim lagi?" Tanya fiko

"Entahlah sebentar lagi kita akan ujian tengah semester juga, kita harus dapat mengatur waktu kita selain bermain dan tentu saja untuk belajar" ami berkata dengan ekspresi serius dan nada yang mantap

"....." fiko dan hafiz yang mendengar perkataan ami barusan hanya bisa terdiam dan saling melihat

"Eh fiz pacarmu sakit?" Tanya fiko

"Entahlah hanya saja sedikit kaget juga dia mengatakan hal seperti itu" balas hafiz

"Kalian kira aku ini juga tidak rajin belajar?" Tanya ami dengan nada yang terkesan marah

"Tidak tidak hanya saja sungguh mengagetkan kamu mengatakan hal seperti itu" ucap fiko

*ting tong ting tong* tanpa terasa waktu istirahat mereka sudah berakhir dengan adanya suara bel barusan, hafiz dan ami kembali duluan sedangkan fiko masih duduk dikantin sambil membuka halaman internet, tiba-tiba dari belakang bahu fiko disentuh oleh seseorang dan secara reflek dia berteriak

"huwa"
"Fik sekarang sudah waktunya kembali kekelas" ucap wita teman 1 kelas f8ko

"Oh ya kamu duluan saja sebentar lagi aku kembali ke kelas" ucap fiko

"Kalau begitu aku duluan ya" wita berkata sambil melambaikan tangannya dan berjalan menuju pintu keluar kantin

"Sejak kapan dia ada dikantin" tanya fiko pada dirinya sendiri


 * * *


Seperti biasanya fiko melihat guru menjelaskan pelajaran dengan tatapan tidak fokus karena di hadapannya kini banyak halaman-halaman website yang terbuka, karena fiko punya akses backdoor ke server disekolah dia dengan mudahnya dapat terhubung ke jaringan global tidak seperti anak-anak lain yang hanya dapat masuk dijaringan lokal sekolah

Sebuah pesan diterima Xnecklace fiko, dia membukanya dan muncul window baru didepannya ternyata pesan secara grup yang dibuat beberapa waktu lalu oleh mereka berempat agar memudahkan komunikasi ketika didunia nyata, sebuah pesan dari envy untuk online nanti malam sekitar jam 6. Didalam guild [Riot Of Black] hanya envy saja yang belum diketahui identitasnya

Fiko membalas pesan tersebut "kenapa tidak sekarang saja?" 5 menit kemudian pesan grup kembali datang dari envy "memang kamu bisa online dari wilayah sekolah?" Dengan cepat fiko membalasnya "tentu saja bisa itu hanyalah hal mudah untukku" selang beberapa detik envy membalas "baiklah tetapi sooyoung dan kurama bisa?", setelah membaca pesan barusan fiko diam sebentar kemudian mengetik pesan di keyboard virtual "mereka murid rajin jadi hampir tidak mungkin, sudah ayo login kita bertemu di bukit payon belakanv istana"

Setelah membalasnya fiko langsung mengatur posisi duduknya agar tidak membuatnya kesakitan ketika bangun nanti kemudian mengucapkan perintah untuk masuk ke dalam game

"connection start"

Terbangun ditengah ruangan yang tidak terlalu besar dengan tembok dan lantai terbuat dari kayu ditambah cahaya matahari menyinari ruangan yang menembus jendela satu-satunya ruangan ini, black hat terdiam beberapa detik sambil duduk di atas kasur kemudian sebuah partikel cahaya berkumpul disalah satu sudut ruangan dan membentuk tubuh yang bisa dibilang ramping untuk seorang laki-laki muda dengan seluruh tubuhnya tertutup oleh light armor berwarna hitam dengan hiasan seperti tulang rusuk

"Kamu sudah online saja black" sapa envy

Blackhat hanya tertawa kecil mendengar perkataan envy, kemudian envy yang baru online mendekati tempart blackhat duduk sambil berkata

"Ayo kita pergi"

Dengan ekspresi bertanya-tanya blackhat membalas

"Kemana?"

"Hmm, ada seseorang yang ingin aku perkenalkan kepada kalian bertiga dan ini menyangkut misi kita juga, berhubung hanya kamu yang bisa online jadi hanya kita berdua saja yang akan menemuinya"

Mendengar perkataan envy blackhat kemudian mengangguk dan berdiri, mrreka berdua berjalan keluar dari penginapan kota payon, siang hari didunia nyata berbeda dengan waktu didalam game yang matahari bahkan baru saja muncul. blackhat mengikuti envy berjalan sambil membuka tampilan menu dan melihat jam onlinenya yang masih sekitar jam 05:30 pagi

Envy tiba-tiba berhenti berjalan tepat di depan NPC (Non Player Character) bernama  Kafra Staff, nampak NPC tersebut seorang perempuan berwajah asia yang cantik dengan rambut yang terurai panjang berwarna coklat dengan seragam maid yang warnanya tidak jauh beda dengan rambutnya di tambah dia juga menggunakan kacamata. Didalam hatinya blackhat berkata pembuat game ini benar-benar mengerti kriteria maid yang sempurna , ketika envy berada didepan Kafra Staff NPC tersebut bertanya

"Ada yang bisa kami bantu?" Sambil tersenyum

Membalas pertanyaan yang diajukan kepadanya envy berkata

"Warp ke kota Alberta"

Setelah mengatakan hal tersebut kedua tangan Kafra staff kemudian berkata

"Silahkan menikmati perjalanan anda" sambil membungkukan badanya kedepan sedikit sebagai tanda hormat

Sedetik kemudian tubuh envy dibalut cahaya kemudian menghilang, dan Kafra staff

kembali ke posisi awalnya yang berdiri dengan kedua tangan diletakkan disekitar perutnya, aku akhirnya mengikuti envy dengan meminta di teleportasi ke kota Alberta


* * *

Pertama kali tiba dikota Alberta dengan menggunakan teleportasi aku berada di sebuah portal gate berbentuk gerbang kecil yang berada dibawah pohon palm yang tinggi, kemudian aku melangkahkan kaki keluar dari teleport gate dan melihat envy berdiri disebrang jalan yang terbuat dari paving yang tertata rapi, karena masih pagi belum.nampak juga player yang berada disekitar sini, aku menghampiri envy sambil bertanya

"Lalu kita kemana lagi?"

"Kita ke dermaga sekarang" ucap envy datar sambil melihat kesekitar dan kemudian melangkahkan kaki ke arah timur menuju dermaga

"Aku jadi penasaran siapa yang akan kita jumpai" ucap blackhat pelan

"Nanti kau juga akan tahu, jadi ayo cepat" kata envy membalas

Setelah berjalan sebentar ke arah timur tampak dermaga yang masih sepi hanya ada beberapa NPC yang berada diwilayah itu serta matahari pagi yang menyilaukan mata karena baru saja muncul di atas lautan kota Alberta, Kami kembali melanjutkan langkahnya melewati NPC yang tadi kami lihat dan akhirnya berhenti didepan sebuah kapal kayu yang besar di sisi utara dermaga

Envy kembali memandangi sekitarnya kemudian menyuruhku mengikutinya naik ke atas kapal tersebut. Suasana yang sunyi terlihat oleh kami seperti tidak ada kehidupan diatas kapal tersebut, aku yang masih terdiam ditinggal oleh Envy melangkah ke pintu yang berada di bagian buritan kapal sambil berkata

"Code name Shadow, number 105"

Setelah mengucapkan kata tersebut terdengar suara samar-samar membalas dari dalam ruangan buritan "kode terkonfimasi silahkan masuk shadow" setelah mendengar balasan tersebut Envy memberi isyarat agar aku datang kesana dan kemudian kami berdua masuk kedalam ruangan tersebut

Ruangan terlihat sedikit gelap dengan pencahayaan yang minim membuatku sedikit menyesuaikan mata agar terbiasa dengan keadaan ruangam, ketika aku sedang melakukan hal tersebut envy sudah duduk di atas drum kayu yang di susun melingkari sebuah meja kayu

"Dapatkah kita mulai hal ini illusion?"

Terdengar suara tawa seperti seorang perempuan yang membuatku sedikit merinding, tiba-tiba muncul seseorang berdiri di atas salah satu drum kayu yang melingkari meja dimana envy sedang duduk dengan santai, tidak terdengar sedikitpun suara ketika dia tiba-tiba muncul berdiri diatas drum itu. Yang terasa dengan jelas sekarang hanyalah aura ingin membunuh yang kuat dari sosok tersebut, setelah sosok itu muncul cahaya ruangan sedikit lebih menyala sehingga menampakkan siapa dirinya

Yang terlihat saat ini adalah sosok seorang perenpuan berambut dikuncir kebelakang berwarna hitam dengan sebuah topeng berbentuk wajah rubah [Fox Mask] yang menutupi wajahnya, berpakaian seperti Yukata yang ditambahi celana dibagian bawahnya serta pelindung tangan dan kaki. Bahkan dipunggungnya nampak sebuah samurai yang panjangnya tidak seperti pada normalnya, tanpa sadar akupun berkata

"Jadi itu ya wujud job Oboro, baru pertama kali aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri"

Oboro adalah job yang sama seperti Kagerou mereka adalah seorang ninja yang bisa menggunakan skill magic, kunai, dan beberapa skill mematikan lainnya, perbedaan nama hanya disesuaikan seperti gender mereka. Misal Oboro adalah untuk player perempuan tetapi Kagerou untuk player laki-laki dan tidak ada perbedaan skill pada keduanya, hanya saja skill mereka dari Bronze Skill langsung naik ke Gold Skill tanpa melewati Platinum Skill

Mendengar perkataanku dia langsung menatapku dan tetap dengan aura membunuh yang kuat sambil berkata

"Siapakah gerangan tuan Shadow Casher di sana?"

"Apakah pantas memperkenalkan nama asli disini? Bahkan temanku yang duduk disana tidak mengatakan nama aslinya" ucapku membalas dengan nada sopan dan penuh rasa hormat

Mendengarku membalasnya seperti itu dia kemudian tertawa kemudian turun dari tempatnya berdiri tadi dan duduk kemudian brrbicara lagi

"Menarik sekali orang yang kamu bawah Shadow, untuk anda silahkan duduk disana" sambil menunjukkan tanganya kepada drum kayu yang berada disebelah envy

Tanpa menunggu lama akupun duduk ditempat yang dia tunjukkan dan akhirnya pembicaraanpun dimulai oleh Oboro didepan kami

"Jadi ada keperluan apa Shadow mengajakku bertemu di saat jam sekolah seperti ini"

"Aku ingin mengajaknya bergabung dengan komunitas kita" balas envy dengan sopan

"Apa dia juga seorang PK?" Balas Oboro itu

"Hampir satu kali, mungkin aku bukan seorang PK" aku membalas sebelum Envy

Mendengar perkataanku Oboro tersebut tertawa sebentar kemudian kembali terlihat serius

"Lalu apa yang diharapkan dari orang yang bukan seorang PK bergabung dengan komunitas kami?" tanyanya kepadaku dan kepada envy

"Dia memang belum seorang PK tetapi-" Envy berhenti berbicara ketika tangan kiriku aku angkat dan melebarkan telapak tangan serta kelima jari seperti orang menghentikan sesuatu

"Aku memang belum menjadi seorang PK, tetapi aku menawarkan guildku kepada komunitas ini untuk menjadi guild PK pertama di rune midgard" kataku pelan tetapi mengancam ditambah dengan ekspresi tersenyum yang jahat

Ekspresi wajah Oboro didepan kami memang tidak terlihat tapi ekspresi tubuhnya yang sedikit tersentak kaget mendengar perkataanku barusan mudah terlihat olehku, beberapa detik kemudian dia kembali kepada sikap semula yang tenang dan santai

"Guild PK ya, hmm..." dia berbicara sendiri dengan sedikit bergumam pelan dan berfikir

"Apa kamu yakin dengan kata-katamu barusan?" Tanya Oboro didepan kami dengan nada ragu dan terkesan bertanya-tanya

Wajar saja dia sedikit ragu dan bertanya-tanya selama game ini ada masih wajar PK oleh beberapa party atau solo player, tetapi untuk sebuah guild mengkhususkan menjadi guild PK itu merupakan hal yang baru dan sedikit mengejutkan. Karena setiap orang hanya dapat menggunakan 1 karakter untuk selamanya ditambah lagi tidak mungkin untuk berganti Xnecklace agar bisa memainkan game ini dengan karakter lain, karena sistem game telah menyimpan gelombang otak setiap player. Bisa dibilang membuat guild PK merupakan hal gila dan beresiko tinggi merusak nama mereka sendiri maupun guild

"Kalau aku tidak yakin untuk apa aku kembali memainkan game online setelah beberapa waktu menghilang" balasku sambil masih menampakkan senyum jahat dan seperti iblis

Setelah mendegar perkataanku barusan Oboro tersebut kembali bertanya " Siapa kamu sebenarnya?"

Akupun membalasnya dengan santai "belum saatnya kecuali anda mau bergabung dengan guild kami, rasakan sensasi menjadi PK yang berbeda"

Mendengar ucapanku aekali lagi dia tertawa pelan lalu berkata "Menarik sungguh menarik orang yang kamu ajak kemari Shadow, tidak rugi aku meluangkan waktu bergargaku disekolah hanya untuk online pagii ini, baiklah sebagai salah satu petinggi komunitas ini dan mempertimbangkan apa yang telah kita bicarakan, aku secara pribadi menyetujui guild PK pertama di game ini untuk bergabung dengan kami.

Tetapi bukan hanya aku saja yang bisa memutuskan, dibutuhkan ninimal 3 suara petinggi agar kalian bisa bergabung dan tentu saja kerahasiaan menjadi prioritas kita semua. Untuk itu perlihatkan dulu kemampuan kalian sebagai guild PK pertama di game ini"

Mendengar ucapannya yang panjang lebar Envy terlihat tersenyum begitu pula aku, setelah aku diam sesaat akhirnya akupun memutuskan

"Saya hanya bisa menghubungi anda lewat Envy untuk saat ini, maka dari itu saya akan atur jadwal PKnya tidak terlalu lama dan biar envy yang akan memberi kabarnya kepada anda untuk kapan, dimana, dan siapa saja eksekutornya, apa dengan ini cukup?"

"Sangat cukup sekali tuan Shadow Chaser, kalau begitu saya tunggu kabar baik dari anda secepatnya dan tentu saja saya sendiripun tidak sabar untuk melihat sampai mana batas guild anda, kalau begitu saya permisi dahulu"

Setelah mengucapkan kata barusan dia berdiri dan sedikit membungkukkan badanya kedepan lalu kembali berdiri normal lagi dan menghilang dihadapan kami

* * *

Setelah berbincang lama didalam buritan kapan itu kami akhirnya keluar dari wilayah dermaga dan berjalan kembali ke wilayah dimana transport gate berada, ternyata ketika kami kembali sudah ada beberapa player yang online meski belum ramai, Envy dan aku berjalan menuju ke sebuah perempatan yang tidak jauh dari transport gate, sebenarnya itu bukanlah perempatan hanya saja dua jalan di sisi kiri dan kanannya menuju ke bangunan yang besar berbentuk kotak dengan kubah di atasnya. Tepat di persimpangan itulah terdapat Kafra Staff, tanpa menunggu lama aku dan Envy kembali menuju ke kota Payon

Sesampainya di Payon aku mendapatkan sebuah ide "Bagaimana kalau kita melihat daftar party hunt di tempat pengumuman"

Sepeti setuju dengan ideku Envy tanpa banyak bicara berjalan dan akupun mengikutinnya, sesampainya di depan papan pengumuman yang berada di bawah pohon besar ditengah kota Payon kami berdiri. Aku mendekati papan dan muncul sebuah window bertuliskan [Pilih yang anda ingin lihat] di bagian atas dan ada beberapa kategori berjajar dibawahnya seperti [Party Hunt] [Trade Center] [Guild Recruitment] [Event] [Other]

Setelah melihat sebentar akupun memilih [Party Hunt] sedetik kemudian window didepanku menghilang dan tergantikan oleh window yang baru berisi daftar party hunt, aku memilih memasukkan syarat Level hunt minimal dan Maksimal, karena maksimal selisih hanya 5 level maka akupun memasukkan level 50 sampai 55 dan menekan tombol [OK]. Sedetik kemudian muncul banyak nama party hunt untuk level ini beserta info nama.player, level, job character, kebutuhan job yang dicari okeh party tersebut, dan tentu saja pesan kepada ketua party agar kita dapat menghubungi mereka ketika party ini sedang offline

Setelah lama melihat-lihat aku akhirnya menemukan party berisikan Arc Bishop, Sorcerer, dan Royal Guard yang sedang mencari job yang bisa menjadi DPS dibagian depan, level mereka hanya selisih 2 level dari aku dan setelah memikirkannya akhirnya akupun mengirim pesan pada ketua party bahwa aku ingin bergabung dengan party hunt ini. Setelah mengirim pesan berisi keinginan bergabung serta level dan jobku aku berbicara kepada Envy

"Kita tunggu mereka membalas setuju atau tidak baru kita putuskan bagaimana"

"Isi jobnya apa saja?" Tanya Envy

"Seorang Arc Bishop, Royal Guard dan seorang Sorcerer" kataku

"Komposisi yang pas untuk hunt dan nenahan PK, apa kamu yakin?" Tanya Envy

"Tentu saja aku yakin, tinggal mereka setuju maka strategipun kita atur" balasku dengan santai meski nampak sedikit kecemasan dalam ekspresi Envy yang tenang

Tiba-tiba apa yang kami tunggu datang, sebuah pesan dari ketua party yang menyetujui aku bergabung dan memberi tahu kapan jadwal hunting, setelah melihat pesan itu aku menbalasnya dengan ekspresi bahagia seakan iblis yang baru saja mebdapatkan mangsa yang diburunya

"Baiklah sekarang kita kembali dulu dan sore sepulang sekolah kita mengatur persiapan dan perbekalan yang dibutuhkan" ucapku kepada Envy

Setelah itu kami kembali kekamar di penginapan payon dan log out dari game. Sensasi ketika baru saja log out membuatku sedikit butuh penyesuaian dalam hal pengelihatan, nampak masih damai keadaan kelas meski cukup sedikit berisik suaranya

"Hei lihat siapa dia?"

"Entah mungkin dia murid pindahan"

"Aku berharap dia murid pindahan dikelas kita"

Aku yang baru saja log out sedikit memfokuskan mataku ke arah depan dimana wali kelas kami berdiri didampingi seorang perempuan yang terlihat anggun dari gaya rambutnya yang panjang seperti putri dan tentu saja disempurnakan oleh senyuman yang menawan tidak lama berdiri dia maju sedikit kemudian berbicara

"Perkenalkan nama saya Laura Rose, kalian bisa memanggil saya dengan Laura mulai hari ini saya akan belajar dikelas ini jadi saya mohon bantuan dari teman semua"

Ya setelah tuan putri baru dikelas kami memperkenalkan nama pertanyan melayang dari seluruh sisi kelas ini seperti rentetan bom yang meledak bergantian. Setelah banyak pertanyaan wali kelas kami meminta Laura untuk duduk dibangku yang kosong didepanku, setelah sang tuan putri duduk seluruh tatapan penuh rasa marah iri dan sebagainya datang ke arahku yang berada dibangku paling belakang dan tepat dibelakang tuan putri

"Yang benar saja, apa salahku kali ini" kataku pelan sambil mendesah

Waktu terasa cepat sehingga bel tanda pulang sekolah berbunyi, setelah guru terakhir keluar kelas semua murid berhamburan ke tempat dimana sang tuan putri duduk sama seperti jam istirahat siang tadi, aku yang ada urusan tidak terlalu memperdulikan apa yang terjadi dan akhirnya mengambil tas kemudian berjalan ke pintu kelas untuk pulang

Baru saja mau mendekati pintu terdengar suara hafiz dan ami tiba-tiba muncul didepan pintu kelas "hmm sepertinya sang tuan putri sudah tiba"

"Iya say dan sepertinya fiko mendapatkan keberuntungan"

Aku yang mendengar hanya berkata "Apa seperti ini kelakuan kakak kelas mengintip ruangan adik kelasnya,sudah ayo kita pergi ada yang ingin aku bicarakan"

* * *

Disore hari seperti ini sudah menjadi hal yang wajar perpustakaan disekolah selalu sepi pengunjung sehinggan membuat kami bertiga dengan mudah untuk melakukan pembicaraan yang sedikit berbahaya, akupun mulai membuka pembicaran kami sore ini
"Tadi saat jam pelajaran berlangsung aku online dan bertemu envy, disana kami pergi menemui sebuah komunitas yang sepertinya berhubungan dengan para PK di dalam game, ketika saling bertemu mereka menggunakan nama samaran serta kode rahasia untuk saling berhubungan"

Mendengar perkataanku barusan tersirat diwajah Ami ekspresi seperti 'siapa mereka' tetapi sebaliknya Hafiz tidak terlihat bertanya-tanya bahkan masih terlihat tenang

"Mereka akan menerima guild kita bergabung dengan syarat harus melakukan PK dan dilihat oleh perwakilan dari komunitas mereka, apabila mereka menyetujui apa yang kita lakukan maka guild kita akan otomatis bergabung" lanjutku

Ami sepertinya paham begitu juga Hafiz mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya, akupun kembali melanjutkan kata-kataku

"Aku sudah mendapat mangsa kita, tinggal persetujuan kalian saja drngan strategi yang akan aku jelaskan"

"Wow kamu sudah dapat target, cepat juga" Ami berkata dengan nada kaget tetapi bukan kaget seperti menghina tetapi sedikit takjub

"Baiklah jelaskan detail komposisi jobnya dan bagaimana strateginya" ucap Hafiz

"Kita akan menyerang party berisi Royal Guard, Arc Bishop, dan Sorcerer, lalu ini strateginya-" ucapku

Setelah mendengar penjelasanku Ami dan Hafiz setuju dan mengajukan pertanyaan

"Jadi kapan akan dimulai?"

"Envy bagaimana?"

"Tenang semua tinggal diatur saja, soal Envy dia ikut saja, jadi ayo kita mulai permainan ini" ucapku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar