Sudah sekitar 2 minggu sejak guild kami dibentuk
tetapi belum sama sekali kami melakukan PK, karena selama 2 minggu kami mencoba
berbagai cara agar kerja sama kami dapat berjalan dengan baik. Seperti biasa
fiko datang terlambat ketika hari senin dan mendapatkan hukuman berdiri didepan
seluruh siswa SMA Tunas Bangsa, hafiz yang anggota Osis hanya dapat menghela
nafas tiap kali fiko terlambat upacara sedangkan ami tertawa tertahan sambil
ditutupi kedua tangannya.
"Sepertinya orang yang paling bahagia
ketika aku tersiksa benar-benar ada" ucap fiko kesal
"ah itu hanya imajinasimu saja
fufufufu" balas ami sambil sedikit tertawa
"Sudahlah kalian berdua masih saja
suka bertengkar" seperti biasa hafiz menjadi penengahnya
"Apa nanti kita akan latihan tim
lagi?" Tanya fiko
"Entahlah sebentar lagi kita akan
ujian tengah semester juga, kita harus dapat mengatur waktu kita selain bermain
dan tentu saja untuk belajar" ami berkata dengan ekspresi serius dan nada
yang mantap
"....." fiko dan hafiz yang
mendengar perkataan ami barusan hanya bisa terdiam dan saling melihat
"Eh fiz pacarmu sakit?" Tanya
fiko
"Entahlah hanya saja sedikit kaget
juga dia mengatakan hal seperti itu" balas hafiz
"Kalian kira aku ini juga tidak rajin
belajar?" Tanya ami dengan nada yang terkesan marah
"Tidak tidak hanya saja sungguh
mengagetkan kamu mengatakan hal seperti itu" ucap fiko
*ting tong ting tong* tanpa terasa waktu
istirahat mereka sudah berakhir dengan adanya suara bel barusan, hafiz dan ami
kembali duluan sedangkan fiko masih duduk dikantin sambil membuka halaman internet,
tiba-tiba dari belakang bahu fiko disentuh oleh seseorang dan secara reflek dia
berteriak
"huwa"
"Fik sekarang sudah waktunya kembali
kekelas" ucap wita teman 1 kelas f8ko
"Oh ya kamu duluan saja sebentar lagi
aku kembali ke kelas" ucap fiko
"Kalau begitu aku duluan ya" wita
berkata sambil melambaikan tangannya dan berjalan menuju pintu keluar kantin
"Sejak kapan dia ada dikantin" tanya
fiko pada dirinya sendiri
* * *
Seperti biasanya fiko melihat guru
menjelaskan pelajaran dengan tatapan tidak fokus karena di hadapannya kini
banyak halaman-halaman website yang terbuka, karena fiko punya akses backdoor
ke server disekolah dia dengan mudahnya dapat terhubung ke jaringan global
tidak seperti anak-anak lain yang hanya dapat masuk dijaringan lokal sekolah
Sebuah pesan diterima Xnecklace fiko, dia
membukanya dan muncul window baru didepannya ternyata pesan secara grup yang dibuat
beberapa waktu lalu oleh mereka berempat agar memudahkan komunikasi ketika didunia
nyata, sebuah pesan dari envy untuk online nanti malam sekitar jam 6. Didalam
guild [Riot Of Black] hanya envy saja yang belum diketahui identitasnya
Fiko membalas pesan tersebut "kenapa
tidak sekarang saja?" 5 menit kemudian pesan grup kembali datang dari envy
"memang kamu bisa online dari wilayah sekolah?" Dengan cepat fiko
membalasnya "tentu saja bisa itu hanyalah hal mudah untukku" selang
beberapa detik envy membalas "baiklah tetapi sooyoung dan kurama
bisa?", setelah membaca pesan barusan fiko diam sebentar kemudian mengetik
pesan di keyboard virtual "mereka murid rajin jadi hampir tidak mungkin,
sudah ayo login kita bertemu di bukit payon belakanv istana"
Setelah membalasnya fiko langsung mengatur
posisi duduknya agar tidak membuatnya kesakitan ketika bangun nanti kemudian mengucapkan
perintah untuk masuk ke dalam game
"connection start"
Terbangun ditengah ruangan yang tidak
terlalu besar dengan tembok dan lantai terbuat dari kayu ditambah cahaya
matahari menyinari ruangan yang menembus jendela satu-satunya ruangan ini, black
hat terdiam beberapa detik sambil duduk di atas kasur kemudian sebuah partikel
cahaya berkumpul disalah satu sudut ruangan dan membentuk tubuh yang bisa
dibilang ramping untuk seorang laki-laki muda dengan seluruh tubuhnya tertutup
oleh light armor berwarna hitam dengan hiasan seperti tulang rusuk
"Kamu sudah online saja black"
sapa envy
Blackhat hanya tertawa kecil mendengar
perkataan envy, kemudian envy yang baru online mendekati tempart blackhat duduk
sambil berkata
"Ayo kita pergi"
Dengan ekspresi bertanya-tanya blackhat
membalas
"Kemana?"
"Hmm, ada seseorang yang ingin aku
perkenalkan kepada kalian bertiga dan ini menyangkut misi kita juga, berhubung
hanya kamu yang bisa online jadi hanya kita berdua saja yang akan
menemuinya"
Mendengar perkataan envy blackhat kemudian
mengangguk dan berdiri, mrreka berdua berjalan keluar dari penginapan kota
payon, siang hari didunia nyata berbeda dengan waktu didalam game yang matahari
bahkan baru saja muncul. blackhat mengikuti envy berjalan sambil membuka tampilan
menu dan melihat jam onlinenya yang masih sekitar jam 05:30 pagi
Envy tiba-tiba berhenti berjalan tepat di
depan NPC (Non Player Character) bernama Kafra Staff, nampak NPC tersebut seorang
perempuan berwajah asia yang cantik dengan rambut yang terurai panjang berwarna
coklat dengan seragam maid yang warnanya tidak jauh beda dengan rambutnya di
tambah dia juga menggunakan kacamata. Didalam hatinya blackhat berkata pembuat
game ini benar-benar mengerti kriteria maid yang sempurna , ketika envy berada
didepan Kafra Staff NPC tersebut bertanya
"Ada yang bisa kami bantu?"
Sambil tersenyum
Membalas pertanyaan yang diajukan kepadanya
envy berkata
"Warp ke kota Alberta"
Setelah mengatakan hal tersebut kedua tangan
Kafra staff kemudian berkata
"Silahkan menikmati perjalanan
anda" sambil membungkukan badanya kedepan sedikit sebagai tanda hormat
Sedetik kemudian tubuh envy dibalut cahaya
kemudian menghilang, dan Kafra staff
kembali ke posisi awalnya yang berdiri
dengan kedua tangan diletakkan disekitar perutnya, aku akhirnya mengikuti envy
dengan meminta di teleportasi ke kota Alberta
* *
*
Pertama
kali tiba dikota Alberta dengan menggunakan teleportasi aku berada di sebuah
portal gate berbentuk gerbang kecil yang berada dibawah pohon palm yang tinggi,
kemudian aku melangkahkan kaki keluar dari teleport gate dan melihat envy berdiri
disebrang jalan yang terbuat dari paving yang tertata rapi, karena masih pagi
belum.nampak juga player yang berada disekitar sini, aku menghampiri envy
sambil bertanya
"Lalu
kita kemana lagi?"
"Kita
ke dermaga sekarang" ucap envy datar sambil melihat kesekitar dan kemudian
melangkahkan kaki ke arah timur menuju dermaga
"Aku
jadi penasaran siapa yang akan kita jumpai" ucap blackhat pelan
"Nanti
kau juga akan tahu, jadi ayo cepat" kata envy membalas
Setelah
berjalan sebentar ke arah timur tampak dermaga yang masih sepi hanya ada beberapa
NPC yang berada diwilayah itu serta matahari pagi yang menyilaukan mata karena
baru saja muncul di atas lautan kota Alberta, Kami kembali melanjutkan langkahnya
melewati NPC yang tadi kami lihat dan akhirnya berhenti didepan sebuah kapal
kayu yang besar di sisi utara dermaga
Envy kembali
memandangi sekitarnya kemudian menyuruhku mengikutinya naik ke atas kapal tersebut.
Suasana yang sunyi terlihat oleh kami seperti tidak ada kehidupan diatas kapal
tersebut, aku yang masih terdiam ditinggal oleh Envy melangkah ke pintu yang
berada di bagian buritan kapal sambil berkata
"Code
name Shadow, number 105"
Setelah
mengucapkan kata tersebut terdengar suara samar-samar membalas dari dalam
ruangan buritan "kode terkonfimasi silahkan masuk shadow" setelah
mendengar balasan tersebut Envy memberi isyarat agar aku datang kesana dan
kemudian kami berdua masuk kedalam ruangan tersebut
Ruangan
terlihat sedikit gelap dengan pencahayaan yang minim membuatku sedikit
menyesuaikan mata agar terbiasa dengan keadaan ruangam, ketika aku sedang
melakukan hal tersebut envy sudah duduk di atas drum kayu yang di susun melingkari
sebuah meja kayu
"Dapatkah
kita mulai hal ini illusion?"
Terdengar
suara tawa seperti seorang perempuan yang membuatku sedikit merinding,
tiba-tiba muncul seseorang berdiri di atas salah satu drum kayu yang melingkari
meja dimana envy sedang duduk dengan santai, tidak terdengar sedikitpun suara
ketika dia tiba-tiba muncul berdiri diatas drum itu. Yang terasa dengan jelas
sekarang hanyalah aura ingin membunuh yang kuat dari sosok tersebut, setelah
sosok itu muncul cahaya ruangan sedikit lebih menyala sehingga menampakkan siapa
dirinya
Yang terlihat
saat ini adalah sosok seorang perenpuan berambut dikuncir kebelakang berwarna
hitam dengan sebuah topeng berbentuk wajah rubah [Fox Mask] yang menutupi
wajahnya, berpakaian seperti Yukata yang ditambahi celana dibagian bawahnya
serta pelindung tangan dan kaki. Bahkan dipunggungnya nampak sebuah samurai
yang panjangnya tidak seperti pada normalnya, tanpa sadar akupun berkata
"Jadi
itu ya wujud job Oboro, baru pertama kali aku melihatnya dengan mata kepalaku
sendiri"
Oboro
adalah job yang sama seperti Kagerou mereka adalah seorang ninja yang bisa
menggunakan skill magic, kunai, dan beberapa skill mematikan lainnya, perbedaan
nama hanya disesuaikan seperti gender mereka. Misal Oboro adalah untuk player
perempuan tetapi Kagerou untuk player laki-laki dan tidak ada perbedaan skill
pada keduanya, hanya saja skill mereka dari Bronze Skill langsung naik ke Gold Skill
tanpa melewati Platinum Skill
Mendengar
perkataanku dia langsung menatapku dan tetap dengan aura membunuh yang kuat
sambil berkata
"Siapakah
gerangan tuan Shadow Casher di sana?"
"Apakah
pantas memperkenalkan nama asli disini? Bahkan temanku yang duduk disana tidak
mengatakan nama aslinya" ucapku membalas dengan nada sopan dan penuh rasa
hormat
Mendengarku
membalasnya seperti itu dia kemudian tertawa kemudian turun dari tempatnya
berdiri tadi dan duduk kemudian brrbicara lagi
"Menarik
sekali orang yang kamu bawah Shadow, untuk anda silahkan duduk disana"
sambil menunjukkan tanganya kepada drum kayu yang berada disebelah envy
Tanpa
menunggu lama akupun duduk ditempat yang dia tunjukkan dan akhirnya pembicaraanpun
dimulai oleh Oboro didepan kami
"Jadi
ada keperluan apa Shadow mengajakku bertemu di saat jam sekolah seperti
ini"
"Aku
ingin mengajaknya bergabung dengan komunitas kita" balas envy dengan sopan
"Apa
dia juga seorang PK?" Balas Oboro itu
"Hampir
satu kali, mungkin aku bukan seorang PK" aku membalas sebelum Envy
Mendengar
perkataanku Oboro tersebut tertawa sebentar kemudian kembali terlihat serius
"Lalu
apa yang diharapkan dari orang yang bukan seorang PK bergabung dengan komunitas
kami?" tanyanya kepadaku dan kepada envy
"Dia
memang belum seorang PK tetapi-" Envy berhenti berbicara ketika tangan
kiriku aku angkat dan melebarkan telapak tangan serta kelima jari seperti orang
menghentikan sesuatu
"Aku
memang belum menjadi seorang PK, tetapi aku menawarkan guildku kepada komunitas
ini untuk menjadi guild PK pertama di rune midgard" kataku pelan tetapi
mengancam ditambah dengan ekspresi tersenyum yang jahat
Ekspresi
wajah Oboro didepan kami memang tidak terlihat tapi ekspresi tubuhnya yang
sedikit tersentak kaget mendengar perkataanku barusan mudah terlihat olehku,
beberapa detik kemudian dia kembali kepada sikap semula yang tenang dan santai
"Guild
PK ya, hmm..." dia berbicara sendiri dengan sedikit bergumam pelan dan
berfikir
"Apa
kamu yakin dengan kata-katamu barusan?" Tanya Oboro didepan kami dengan
nada ragu dan terkesan bertanya-tanya
Wajar
saja dia sedikit ragu dan bertanya-tanya selama game ini ada masih wajar PK
oleh beberapa party atau solo player, tetapi untuk sebuah guild mengkhususkan
menjadi guild PK itu merupakan hal yang baru dan sedikit mengejutkan. Karena setiap
orang hanya dapat menggunakan 1 karakter untuk selamanya ditambah lagi tidak mungkin
untuk berganti Xnecklace agar bisa memainkan game ini dengan karakter lain,
karena sistem game telah menyimpan gelombang otak setiap player. Bisa dibilang
membuat guild PK merupakan hal gila dan beresiko tinggi merusak nama mereka
sendiri maupun guild
"Kalau
aku tidak yakin untuk apa aku kembali memainkan game online setelah beberapa
waktu menghilang" balasku sambil masih menampakkan senyum jahat dan
seperti iblis
Setelah
mendegar perkataanku barusan Oboro tersebut kembali bertanya " Siapa kamu
sebenarnya?"
Akupun
membalasnya dengan santai "belum saatnya kecuali anda mau bergabung dengan
guild kami, rasakan sensasi menjadi PK yang berbeda"
Mendengar
ucapanku aekali lagi dia tertawa pelan lalu berkata "Menarik sungguh
menarik orang yang kamu ajak kemari Shadow, tidak rugi aku meluangkan waktu
bergargaku disekolah hanya untuk online pagii ini, baiklah sebagai salah satu
petinggi komunitas ini dan mempertimbangkan apa yang telah kita bicarakan, aku
secara pribadi menyetujui guild PK pertama di game ini untuk bergabung dengan
kami.
Tetapi bukan
hanya aku saja yang bisa memutuskan, dibutuhkan ninimal 3 suara petinggi agar
kalian bisa bergabung dan tentu saja kerahasiaan menjadi prioritas kita semua.
Untuk itu perlihatkan dulu kemampuan kalian sebagai guild PK pertama di game
ini"
Mendengar
ucapannya yang panjang lebar Envy terlihat tersenyum begitu pula aku, setelah
aku diam sesaat akhirnya akupun memutuskan
"Saya
hanya bisa menghubungi anda lewat Envy untuk saat ini, maka dari itu saya akan
atur jadwal PKnya tidak terlalu lama dan biar envy yang akan memberi kabarnya
kepada anda untuk kapan, dimana, dan siapa saja eksekutornya, apa dengan ini cukup?"
"Sangat
cukup sekali tuan Shadow Chaser, kalau begitu saya tunggu kabar baik dari anda
secepatnya dan tentu saja saya sendiripun tidak sabar untuk melihat sampai mana
batas guild anda, kalau begitu saya permisi dahulu"
Setelah
mengucapkan kata barusan dia berdiri dan sedikit membungkukkan badanya kedepan
lalu kembali berdiri normal lagi dan menghilang dihadapan kami
* *
*
Setelah
berbincang lama didalam buritan kapan itu kami akhirnya keluar dari wilayah
dermaga dan berjalan kembali ke wilayah dimana transport gate berada, ternyata
ketika kami kembali sudah ada beberapa player yang online meski belum ramai, Envy
dan aku berjalan menuju ke sebuah perempatan yang tidak jauh dari transport
gate, sebenarnya itu bukanlah perempatan hanya saja dua jalan di sisi kiri dan
kanannya menuju ke bangunan yang besar berbentuk kotak dengan kubah di atasnya.
Tepat di persimpangan itulah terdapat Kafra Staff, tanpa menunggu lama aku dan
Envy kembali menuju ke kota Payon
Sesampainya
di Payon aku mendapatkan sebuah ide "Bagaimana kalau kita melihat daftar
party hunt di tempat pengumuman"
Sepeti
setuju dengan ideku Envy tanpa banyak bicara berjalan dan akupun mengikutinnya,
sesampainya di depan papan pengumuman yang berada di bawah pohon besar ditengah
kota Payon kami berdiri. Aku mendekati papan dan muncul sebuah window
bertuliskan [Pilih yang anda ingin lihat] di bagian atas dan ada beberapa
kategori berjajar dibawahnya seperti [Party Hunt] [Trade Center] [Guild
Recruitment] [Event] [Other]
Setelah melihat
sebentar akupun memilih [Party Hunt] sedetik kemudian window didepanku
menghilang dan tergantikan oleh window yang baru berisi daftar party hunt, aku
memilih memasukkan syarat Level hunt minimal dan Maksimal, karena maksimal selisih
hanya 5 level maka akupun memasukkan level 50 sampai 55 dan menekan tombol
[OK]. Sedetik kemudian muncul banyak nama party hunt untuk level ini beserta
info nama.player, level, job character, kebutuhan job yang dicari okeh party
tersebut, dan tentu saja pesan kepada ketua party agar kita dapat menghubungi
mereka ketika party ini sedang offline
Setelah
lama melihat-lihat aku akhirnya menemukan party berisikan Arc Bishop, Sorcerer,
dan Royal Guard yang sedang mencari job yang bisa menjadi DPS dibagian depan, level
mereka hanya selisih 2 level dari aku dan setelah memikirkannya akhirnya akupun
mengirim pesan pada ketua party bahwa aku ingin bergabung dengan party hunt
ini. Setelah mengirim pesan berisi keinginan bergabung serta level dan jobku
aku berbicara kepada Envy
"Kita
tunggu mereka membalas setuju atau tidak baru kita putuskan bagaimana"
"Isi
jobnya apa saja?" Tanya Envy
"Seorang
Arc Bishop, Royal Guard dan seorang Sorcerer" kataku
"Komposisi
yang pas untuk hunt dan nenahan PK, apa kamu yakin?" Tanya Envy
"Tentu
saja aku yakin, tinggal mereka setuju maka strategipun kita atur" balasku
dengan santai meski nampak sedikit kecemasan dalam ekspresi Envy yang tenang
Tiba-tiba
apa yang kami tunggu datang, sebuah pesan dari ketua party yang menyetujui aku
bergabung dan memberi tahu kapan jadwal hunting, setelah melihat pesan itu aku
menbalasnya dengan ekspresi bahagia seakan iblis yang baru saja mebdapatkan mangsa
yang diburunya
"Baiklah
sekarang kita kembali dulu dan sore sepulang sekolah kita mengatur persiapan
dan perbekalan yang dibutuhkan" ucapku kepada Envy
Setelah
itu kami kembali kekamar di penginapan payon dan log out dari game. Sensasi ketika
baru saja log out membuatku sedikit butuh penyesuaian dalam hal pengelihatan,
nampak masih damai keadaan kelas meski cukup sedikit berisik suaranya
"Hei
lihat siapa dia?"
"Entah
mungkin dia murid pindahan"
"Aku
berharap dia murid pindahan dikelas kita"
Aku yang
baru saja log out sedikit memfokuskan mataku ke arah depan dimana wali kelas
kami berdiri didampingi seorang perempuan yang terlihat anggun dari gaya rambutnya
yang panjang seperti putri dan tentu saja disempurnakan oleh senyuman yang
menawan tidak lama berdiri dia maju sedikit kemudian berbicara
"Perkenalkan
nama saya Laura Rose, kalian bisa memanggil saya dengan Laura mulai hari ini
saya akan belajar dikelas ini jadi saya mohon bantuan dari teman semua"
Ya
setelah tuan putri baru dikelas kami memperkenalkan nama pertanyan melayang
dari seluruh sisi kelas ini seperti rentetan bom yang meledak bergantian. Setelah
banyak pertanyaan wali kelas kami meminta Laura untuk duduk dibangku yang
kosong didepanku, setelah sang tuan putri duduk seluruh tatapan penuh rasa
marah iri dan sebagainya datang ke arahku yang berada dibangku paling belakang
dan tepat dibelakang tuan putri
"Yang
benar saja, apa salahku kali ini" kataku pelan sambil mendesah
Waktu
terasa cepat sehingga bel tanda pulang sekolah berbunyi, setelah guru terakhir
keluar kelas semua murid berhamburan ke tempat dimana sang tuan putri duduk
sama seperti jam istirahat siang tadi, aku yang ada urusan tidak terlalu memperdulikan
apa yang terjadi dan akhirnya mengambil tas kemudian berjalan ke pintu kelas
untuk pulang
Baru
saja mau mendekati pintu terdengar suara hafiz dan ami tiba-tiba muncul didepan
pintu kelas "hmm sepertinya sang tuan putri sudah tiba"
"Iya
say dan sepertinya fiko mendapatkan keberuntungan"
Aku yang
mendengar hanya berkata "Apa seperti ini kelakuan kakak kelas mengintip
ruangan adik kelasnya,sudah ayo kita pergi ada yang ingin aku bicarakan"
* *
*
Disore
hari seperti ini sudah menjadi hal yang wajar perpustakaan disekolah selalu
sepi pengunjung sehinggan membuat kami bertiga dengan mudah untuk melakukan
pembicaraan yang sedikit berbahaya, akupun mulai membuka pembicaran kami sore
ini
"Tadi
saat jam pelajaran berlangsung aku online dan bertemu envy, disana kami pergi
menemui sebuah komunitas yang sepertinya berhubungan dengan para PK di dalam
game, ketika saling bertemu mereka menggunakan nama samaran serta kode rahasia
untuk saling berhubungan"
Mendengar
perkataanku barusan tersirat diwajah Ami ekspresi seperti 'siapa mereka' tetapi
sebaliknya Hafiz tidak terlihat bertanya-tanya bahkan masih terlihat tenang
"Mereka
akan menerima guild kita bergabung dengan syarat harus melakukan PK dan dilihat
oleh perwakilan dari komunitas mereka, apabila mereka menyetujui apa yang kita
lakukan maka guild kita akan otomatis bergabung" lanjutku
Ami sepertinya
paham begitu juga Hafiz mereka berdua hanya menganggukkan kepalanya, akupun kembali
melanjutkan kata-kataku
"Aku
sudah mendapat mangsa kita, tinggal persetujuan kalian saja drngan strategi
yang akan aku jelaskan"
"Wow
kamu sudah dapat target, cepat juga" Ami berkata dengan nada kaget tetapi
bukan kaget seperti menghina tetapi sedikit takjub
"Baiklah
jelaskan detail komposisi jobnya dan bagaimana strateginya" ucap Hafiz
"Kita
akan menyerang party berisi Royal Guard, Arc Bishop, dan Sorcerer, lalu ini
strateginya-" ucapku
Setelah
mendengar penjelasanku Ami dan Hafiz setuju dan mengajukan pertanyaan
"Jadi
kapan akan dimulai?"
"Envy
bagaimana?"
"Tenang
semua tinggal diatur saja, soal Envy dia ikut saja, jadi ayo kita mulai
permainan ini" ucapku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar