Senin, 25 November 2013

VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 10 >



Setelah hitungan mundur death light habis secara otomatis aku di kembalikan ke tempat simpan posisi terakhir di penginapan kota payon, kembali aku mengingat kejadian yang baru saja kami alami dengan sedikit kesal. Aku membuka jendela friendlist untuk menghubungi envy tetapi terlihat dia sudah offline tanpa memberi kabar, melihat hal tersebut akupun juga logout dari game sekarang

***

Apa yang terjadi kemarin esok harinya aku ceritakan kepada hafiz dan ami saat jam istirahat “tentu saja lawanmu tidak sebanding, lihat saja komposisi partynya di tambah mereka dari salah satu guild besar, equip skill dan banyak hal terlihat tidak sebanding” ucap ami dengan panjang lebar “benar kata ami lagian kamu kenapa mencoba melakukan PK dengan levelmu saat ini?” tanya hafiz kepadaku yang sedang memakan sepiring mie ramen di meja “ya karena penasaran dan tentu saja kalau bisa mengalahkan mereka lumayan kan bisa dapat barang bagus” jawabku singkat. Pertemuan kami bertiga di kantin berakhir dengan ajakan ami dan hafiz untuk kembali fokus mengejar levelku untuk mencapai target awal yang sudah di tentukan

Sabtu, 09 November 2013

VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 9 >

“Lionfist” ucap envy

“jadi kamu tahu juga ya namaku, aku sungguh bangga seseorang sepertimu mengetahui namaku” kata lionfist dengan santai, sedangkan mekanik di sebelahnya masih terlihat kebingungan melihat apa yang terjadi sekarang. “apa yang sebenarnya terjadi lionfist?” tanya mekanik itu kepada lionfist, sedangkan envy berdiri dari jatuhnya tadi dengan posisi siaga memegang katarnya

Dari kejauhan black hat masih terdiam melihat sitasu itu dan bertanya kepada envy dalam mode pembicaraan grup “ada apa envy?” mendengar pertanyaan black hat envy mengubah mode pembicaraanya juga dan berkata “tunggu aba-aba dariku” setelah mengucapkan itu envy kembali mengubah mode pembicaraanya menjadi normal, “sepertinya kita memiliki tamu yang akan sedikit menganggu sebelum melawan moonlight, oia perkenalkan namamu kepada orang di depan kita” ucap lionfist

“oia perkenalkan aku member baru dari guild phoenix pinion namaku adalah Mtx salam kenal kk” kata mtx sambil membungkukkan badanya, “perbincangan kita cukup sampai di sini saja, jadi mtx majulah dan lawan dia” kata lionfist sambil tangannya mendorong pundak mtx ke depan envy

Virtual Reality < New Begining, Episode 8 >

"jadi kapan kita akan memulai Pknya black?"

Fiko yang masihberada di belakang wilayah sekolah hanya diam melihat pesan itu, matahari nampak semakin tinggi menjulang membuat udara menjadi lebih panas merasakan hal itu dia berjalan lagi sambil menutup pesan tersebut ‘sekarang jam 9 pagi, karena sekarang jam pelajaran olahraga biasanya memakan waktu 2 jam untuk pelajaran ini. Berarti pelajaran berakhir ketika jam istirahat, total waktu yang ada 2 ½ jam d tambah istirahat nanti jam 11 selama 30 menit, baiklah’

Setelah memikirkan waktu jam pelajaran yang dapat di manfaatkan untuk dapat login fiko menggerakkan tanganya di udara untuk membalas pesan dari envy [bagaimana kalau sekarang saja kita login], pesan telah terkirim fiko melanjutkan langkahnya berfikir mencari tempat paling aman untuk login saat ini ‘perpusatakaan?tidak,kantin?terlalu bnyk orang,jd d mana ya, berifikir berfikir berfikir. Ah iya tentu saja ada tempat seperti itu bahkan di sebuah sekolah ada ruangan yang memiliki privasi lebih’ menemukan sebuah ide fiko mengubah arah jalannya dan menuju ke salah satu ruangan yang tersebar di beberapa tempat di sekolah

Virtual Reality < New Begining, Episode 7 >


Aku membuka dengan berat kedua mataku, berusaha menggerakkan badanku tetapi tidak dapat di gerakkan, samar-samar terdengar beberapa orang sedang berbincang di dekatku sekarang ini setelah itu suara menjadi sunyi hanya terdengar beberapa suara langkah kaki yang mulai menjauh dari tempatku sekarang, aku mencoba membuka mulutku meski berat di rasakan

“aku dimana”

“oh kamu sudah bangun ternyata”

“. . .”

‘bangun? Ah iya benar tadi ada sebuah senjata seperti pistol yang ujungnya berada di leherku, dan terasa sebuah benda dengan ujung seperti jarum menembus kulit leherku dan membuatku kehilangan kesadaran’

“sepertinya kamu masih bingung ya”

Virtual Reality < New Begining, Episode 6>

“kamu yang tadi mengirim pesan kepadaku kan? black hat”

Mendengar seseorang memanggilnya black hat melihat ke asal suara itu datang sambil membalas pertanyaan orang tersebut

“ya benar aku yang tadi mengirim pesan kepadamu. Vaith”

Mendengar jawaban black hat, vaith menganggukkan kepalanya tanda bahwa jawaban dia benar

“lalu skill apa yang mau kamu tiru?”

“hmm, skill bowling bash”

Setelah mendengar jawaban black, vaith menarik pedang berwarna hitam di punggunya. Pedang dua tangan berwarna hitam dengan ujung seperti kail [Executioner]

“sudah siap?”

“ayo kita mulai”

VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 5 >

Setelah membaca perintah login pandangan fiko berubah menjadi gelap dalam sekejap, suasan sunyi dan gelap di kamarnya berubah menjadi peohonan hijau serta udara sejuk yang menerpa tubuhnya. Sekarang fiko bukan lagi murid SMA tetapi seorang Shadow Chaser di game Ragnarok Online bernama Black Hat
Pandanganya masih tetap kosong, pikiranya masih memikirkan segala hal yang terjadi sore tadi, hatinya masih tidak menentu merasakan berbagai perasaan yang terjadi

“HAAAA. . . . MESKI SUDAH ONLINE PERASAAN SEPERTI ITU MASIH SAJA MENGGANJAL”

Black hat berteriak di atas bukit dekat gua payon, dia mengingat kembali kenapa berada di sini saat online tadi ‘tadi siang bermain hanya 3 jam dan itu juga waktu istirahat, makanya kita lari keluar field dan mencari tempat aman agar dapat logout’. Black hat masih mengamati sekelilingnya, terlihat pintu masuk gua payon di sebelah kananya dan beberapa orang masuk, di belakangnya terlihat bangunan yang di penuhi lumut di atapnya yang merupakan [Toko Peralatan] di tempat ini, di bawahnya tampak danau kecil yang di kelilingi oleh pepohonan dan beberapa bangunan tua terbuat dari kayu

“sepertinya duduk di sini sebentar tidak ada salahnya”

VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 4 >

Sebuah pertarungan akan terjadi antara Guilotine Cross melawan Rune Knight dan Arc Bishop

“sepertinya lawanku hari ini cukup mudah” sang guilotine cross membuka percakapan kepada lawannya

“kamu yang sendirian tidak mungkin bisa menang melawan kami” sang rune knight membalas perkataan guilotine cross itu dengan sombongnya

“apa tidak sebaiknya kita mundur aja perasaaanku tidak enak melihat dia”  arc bishop memberi tau kepada teman partynya tetapi sang rune knight mengacuhkan kata2 temannya dan meminta buff suport untuk melawan guilotine cross tersebut
Rune knight mengambil langkah menuju guilotine cross yang jaraknya sekitar 10m dari mereka, beberapa hentakan kaki membuat jarak antara mereka berdua mejadi kurang dari 3m, pedang 2 tangan rune knight memancarkan cahaya berwarna orange [Bowling Bash] di aktifkan, posisi pedang yang awalnya berada bawah sebelah kanan di tebaskan ke atas menuju badang guilotine cross, 2 katar guilotine cross mengeluarkan cahaya ungu [Weapon Block] dan membentuk seperti huruf x untuk meredam efek serangan rune knight

VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 3 >

Di ruang kelasnya hafiz dan ami yang sedang mengobrol tiba2 menerima pesan masuk ke Xnecklace mereka, sebuah pesan dari adik kelasnya menagih janji soal membantu leveling saat jam istirahat. Seketika itu mereka berdua teringat soal janji hari ini membantu fiko menaikkan level, kemudian hafiz menggerakkan tangan kananya untuk memulai membalas pesan dari fiko tetapi secara tiba2 ami memegang pergelangan tangan hafiz.

“sebenernya apa sih yang di rencanakannya soal membuat guild PK?”

“ya seperti yang mau dia lakukan kemarin saat kita berbicara di kantin tentang sedikit mencari uang dari game”

“hmm kalau berita seperti ini tersebar ke guild besar pasti menjadi sesuatu yang menghebohkan say”

VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 2 >


Datang ke sekolah pagi hari hafiz di antar menaiki mobil dengan supir pribadinya, dia memasuki wilayah sekolahnya lebih pagi dari murid lain untuk membuat jadwal pertemuan dan kegiatan OSIS. Ketika baru mau membuka pintu ruangan OSIS tiba2 dari belakang pundak sebelah kananya merasa di sentuh oleh seseorang, dengan reflek kaget yang cepat hafiz menoleh ke arah kanan sambil badanya bergeser sedikit ke arah kiri untuk melihat siapa yang menyentuhnya.

Terlihat seorang perempuan seumuran dengan dia yang sama2 memakai seragam sekolahnya hanya perbedaanya terletak pada jas yang di pakainya atau lebih tepatnya sebuah blazer dengan rok setinggi di atas lututnya sedikit, berambut poni yang menutupi dahinya dan panjang rambut yang hampir menyentuh punggung tertata dengan rapi berwarna biru gelap dengan hidung mancung seperti perempuan2 eropa dengan warna berwarna biru cerah di padu dengan bibir kemerahan yang tipis.

Dia adalah [Ami] teman sekelas sekaligus pacar hafiz sejak kelas 10 yang termasuk dalam deretan 10 besar siswi tercantik di SMA Tunas Bangsa “ah hafiz kamu kaget ya fufufufuufu” sambil tertawa tertahan ami berbicara kepada hafiz

VIRTUAL REALITY < New Begining, Episode 1>

“Hooooooaaaammmmm” Fiko menguap dengan malas di atas kasurnya wajahnya yang ampir berbentuk oval terkena sinar matahari pagi, dia pun memalingkan wajahnya ke sebelah kiri melihat matahari yang terbit di jendela kamarnya kemudian bangkit dari tempat tidur sambil mengacak2 rambutnya yang lumayan gondrong dengan melempar selimutnya entah kemana.
Dengan santai dia berjalan keluar kamar yang terletak di lantai 2, baru membuka pintu kamar tiba terdengar suara ibunya berteriak

“FFFFIIIIIKKKKOOOOOO sekarang sudah jam berapa? Kamu mau terlambat ke sekolah lagi hari ini?”
Fiko yang baru tersadar dari perkataan ibunya kembali ke dalam kamar kemudian melihat jam digital yang berada di atas meja belajarnya

“ waaaaaaaaaa udah jam 6:30 bisa telat nih ikut upacara -_- , bisa di panggang di lapangan seharian nih ceritanya kalau telat masuk”

Minggu, 15 September 2013

Sun Dry Season [ Part 7 / Final ]

SEPTEMBER



Di awal bulan ini yang musim kemaraunya semakin tidak jelas saja karena hujan semakin sering terjadi, udara ketika pagi dan malam hari begitu dingin membuatku kembali hanya bisa menghela nafas saja "kenapa tidak selamanya musim kemarau saja ya, meski terus musim kemarau hikari san tetap saja . . . tetap saja akan kembali ke jepang" kataku. Hari ini merupakan hari dimana semua mahasiswa baru di suruh datang ke sekolah untuk acara penyambutan mahasiswa baru, di pagi hari yang sedikit cerah ini aku sedang menaiki bus menuju kampusku menggunakan seragam berwarna putih hitam

Hari ini ramai sekali bus yang aku tumpangi hampir semua menggunakan pakaian yang sama denganku 'sepertinya hari ini akan membosankan' ucapku dalam hati, bus melaju pelan di jalanan yang macet ini mungkin karena hari ini semua mahasiswa baru di kota ini berangkat ke kampus mereka masing-masing jadi jalanan begitu penuh oleh mobil, sepeda motor dan tentu saja bus yang penuh sesak

Sun Dry Season [ Part 6 ]

AGUSTUS



Melewati awal bulan agustus aku terus mengerjakan sisa novelku yang kurang sedikit lagi selesai, berbagai macam perasaan dan pikiran berkecamuk terkadang bahkan rasanya seakan hatiku ini sudah mati rasa saja hingga tidak dapat merasakan apapun, terkadang aku berpikir untuk menyerah saja ketika mengingat kembali bahwa hikari san sudah memiliki tunangan tetapi, tetapi aku masih ingin memberikan novel ini untuknya meski rasa sukaku ini tidak tersampaikan paling tidak lewat tulisan ini hikari san bisa mengerti apa yang sebenarnya di hatiku, selama beberapa minggu ini aku tidak ingin sama sekali mengirimi pesan kepada hikari san meskipun dia mengirimi pesan beberapa kali tetapi hanya aku acuhkan saja pesan itu karena ingin fokus dengan novelku

Hari demi hari terlewati dengan terus menulis novel ini, sendirian di ruang kamar aku ingin sekali menyelesaikannya dan memberikan hasilnya kepada hikari san "jika hikari san seandainya tidak mempunyai tunangan apakah dia mau menerimaku?" kataku pelan sambil menghentikan kegiatan menulis novelku, buku novel di meja tulisku terus saja aku pandangi tetapi tetap saja aku bingung menentukan endingnya seperti apa karena baru kali inilah aku benar-benar merasakan hal seperti ini

Sun Dry Season [ Part 5 ]

JULY





Bulan Juli datang dan aku berharap semoga bulan ini menjadi awal yang baik untukku saat ini dan kedepannya, setelah menerima hasil ujian aku mencari perguruan tinggi dan mulai mengumpulkan brosur dari setiap perguruan tinggi. Ya soal biaya masuk memang tidak terlalu membuatku pusing hanya saja menentukan pilihan yang terbaik untukku itu lah yang membuatku bingung sendiri, rencananya hari ini hikari san akan menemaniku berkeliling kota untuk mencari perguruan tinggi

Kami akan bertemu dulu di halte dekat taman baru kemudian meneruskan perjalanan mencari perguruan tinggi untukku "selamat pagi ivan kun" sapa hikari san ketika aku baru saja turun dari bus "ya selamat pagi juga hikari san" sapaku, "jadi hari ini kita mau kemana?" tanyanya "hmm aku sebenarnya sudah mendapatkan semua brosur dari setiap perguruan tinggi di kota ini hanya saja . . . . itu malah membuatku bingung" kataku sambil menundukkan kepalaku

Sun Dry Season [ Part 4 ]

 JUNI


Hari ini di minggu awal bulan juni pengumuman kelulusan akan di bagikan oleh wali kelas, kami semua murid kelas 12 di sekolah ini atau mungkin seluruh murid kelas 12 di indonesia sedang memikirkan hal yang sama di benak kami saaat ini "lulus atau tidak" itulah yang menjadi beban berat melebihi ujian itu sendiri. Aku menanti pengumuman kelulusan di ruangan kelas tetapi sampai jam 10 pagi belum ada kabar apapun di tambah udara musim kemarau yang semakin memuncak membuat ku semakin resah sendiri, hikari san mengirimi pesan untukku agar aku bersabar dan yakin dengan hasil dari kerja keras selama ujian nasional

Pesan dari hikari san memang membuatku sedikit tenang tetapi tetap saja perasaan takut masih menjalar di seluruh saraf otak dan mengalir melalui pembulu darah menuju seluruh bagian tubuhku membuat keringat bercucuran dari pori-pori kulitku "udaranya panas" kataku dengan nada frustasi, bukan panas lagi mungkin untuk menggambarkan situasi penuh tekanan hari ini. Semua murid laki-laki maupun perempuan di kelasku nampak gelisah juga sama sepertiku menanti hasil pengumuman kelulusan yang akan di bagikan

Sun Dry Season [ Part 3 ]

MEI



Bulan ini udaranya masih sama seperti bulan kemarin kami masih saling bertemu meski sedikit berkurang waktu bertemunya karena aku awal minggu pada bulan ini sedang melakukan ujian akhir sekolah selama 1 minggu di tambah ujian praktek pada minggu berikutnya, jadi karena itu lah kami jadi jarang bertemu. Setelah minggu-minggu penuh tekanan ujian akhirnya selesai kami kembali bertemu di taman itu, hari itu adalah hari jumat yang masih panas udaranya aku sedang duduk di taman itu terus melanjutkan mengerjakan novelku dia datang ke taman ini seperti biasanya membawa beberapa kue dan minuman ringan, ya seperti itulah hari demi hari yang kami lewati bersama di taman ini tanpa mengenal satu sama lainya bukan karena aku tidak berani berkenalan tetapi hanya seperti ini saja sudah membuatku sedikit mengerti indahnya dunia ini

Siang itu di sekolah aku masih tetap berada di kantin hingga sebuah pesan singkat masuk ke smartphoneku, aku menggeser kunci yang terlihat di layar sentuhnya dan menggesernya untuk membuka tampilan window nya, sebuah pesan singkat dari sebuah nomer yang tidak aku miliki di daftar contactku berisi "ivan kamu sedang dimana?", aku menghiraukan pesan itu karena aku tidak mengenal dari sapa pesan itu datang bisa saja hanya pesan yang salah kirim dengan nama yang kebetulan sama. Setelah itu aku menaruh kembali smartphoneku di kantong celana dan berjalan menuju ruangan kelasku selama perjalanan menuju kelas beberapa kali terasa smartphoneku bergetar di celanaku 'sepertinya beberapa pesan masuk biarkan saja lah'

Sun Dry Season [ Part 2 ]


APRIL


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tanpa terasa musim hujan berakhir setelah memasuki bulan april meskipun terkadang hujan masih datang tetapi udara kering dan panas matahari lebih banyak mendominasi bulan ini. Suhu udara di luar ruangan mungkin sudah lebih dari 27 derajat tetapi lebih terasa panas berada di kursi ini di dalam ruangan kelas saat menghadapai ujian nasional, tanpa terasa hari ini sudah mencapai hari terakhir ujian nasional, tekanan mental di tambah udara panas membuat suasana semakin tidak bersahabat tetapi itu lebih baik untukku dari pada melihat hujan di siang hari yang seakan mengejekku

Jarum jam tanpa terasa berputar seperti lepas kendali, waktu yang di berikan selama 120 menit seakan-akan hanya terasa seperti 10 menit saja ketika hal seperti ini terjadi. Seorang guru penjaga ujian bangkit dari duduknya untuk meminta lembar jawaban siswa yang di berikan estafet dari bangku paling belakang, selama guru mengecek lembar jawaban semua siswa di mejanya yang dapat aku lakukan hanya memandangi langit cerah dari jendela yang berada di kiri mejaku berada

‘apa yang aku lakukan setelah ujian ini ya? Ah iya kembali mengerjakan novelku yang sudah lama tidak tersentuh, tetapi setelah ujian ini masih ada ujian sekolah dan ujian praktek. . .’

Sun Dry Season [ Part 1 ]

MARET


Di penghujung musim hujan tahun ini semakin berat terasa, ujian kelulusan SMA tidak terasa sudah berada di depan mata, selama beberapa bulan aku meninggalkan pengerjaan novel pribadiku untuk mempersiapkan ujian ini, hari demi hari terasa begitu cepat berlalu bagaikan daun yang lepas dari ranting pohon terbawa oleh angin ‘Setiap hari yang aku jalani seperti sebuah panggung sandiwara, apakah penyendiri akan selamanya jadi penyendiri ataukah lingkungan yang menentukan ? entahlah akupun tidak mengerti jawaban akan pertanyaan itu’

“tinggal beberapa minggu sebelum ujian kelulusan, jadi bapak harap kalian semakin giat dalam belajar, karena ini adalah ujian penentu masa depan kalian juga”

Suara seorang guru terdengar sedang berbicara panjang lebar soal kelulusan dan lain sebagainya memecahkan lamunanku barusan, kembali aku terus membaca buku novel di mejaku yang tertumpuk oleh lembar kerja siswa di atasnya. Lembar demi lembar aku membacanya hingga berbagai macam suara di sekitarku seakan-akan menghilang di telan bumi